
laki
sekali lag ia mendapati Kinan yang tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di hidungnya
kamu bisa denger aku,kan ? Kinan,"
...•••...
Adit mencelos seketika. ia tidak salah dengar, kan ? Kinan membencinya ?
kamu tidur di jam pelajaran saya Aditya Pradana !"
terasa pusing
" UKS,"
David dan hendak membantu Adit berdiri tapi Cowok itu menepisnya, "
Adit keluar dari kelas dengan langkah lambat. saat ia melewati beberapa siswi tampak mereka saling berbisik. Meskipun demikian, ia bisa mendengar beberapa
a Pangeran masuk rumah sakit karena dikeroyok sama Adit, "
" Eh diem, dia lewat, "
Adit rasanya ingin memukul satu persatu . kalua saja ia sedang tidak bersedih mungkin akan dilaksanakannya niatnya itu
ia memilih untuk pergi ke kantin dan membeli sebotol air mineral. ia lalu duduk di Kursi Pojok dan merenung dengan bimbang
Apakah ia harus Pergi ke rumah sakit dan meminta maaf seperti yang dikatakan Kinan di mimpinya ?
" Lo kenapa, "
Adit mendongak ketika David dan teman-temannya yang lain duduk di hadapannya
" Ngapain Lo di sini,"
" kelas udah bubar, istirahat. Gue bingung sana Lo kenapa Ceritain sama kita, lah, " David melipat tangannya di dada
__ADS_1
" kita udah bantuin Lo,kan ? sampe hampir dikeluarin dari sekolah, jadi Lo ceritain masalah Lo, " timpal Tino
Adit mengembuskan napasnya, " Gue cuma lagi bingung apa gue harus minta maaf sama Pangeran,"
" Perhatian kamu dari aku, kamu tau kan aku sayang banget sama kamu,"
" aku juga bawa Cokelat Putih kesukaan kamu, " Adit mengacuhkan benda itu seolah ada seseorang di hadapannya
Adit kembali menangis
m
Adit menghela nafasnya dalam, lalu membuka Pintu dan masuk ke dalam
ruangan Pangeran. membuat Pangeran m-terusan nyalahin gue karena Lo masuk rumah sakit,"
Pangeran menatapnya
" jujur itu ngeganggu hidup gue banget,"
kini m
" sekali lagi gue minta maaf Pangeran ,"
" lebih baik Lo sekarang minta maaf sama Zea,"
Adit menggaguk. ia hendak memeluk Pangeran sebagai ungkapan terima kasihnya tetapi cowok itu menolak
" Dada sama Punggung gue masih sakit, Lagian badan gue Cuma buat Zea,"
Mendengar itu Adit tertawa, " Lo ngomong kayak gitu seakan gue Homo,"
Pangeran hanya mengangkat tangannya mengajak bersalaman
" kalo gitu, thanks Udah mau maafin gue," lanjutnya sambil membalas uluran tangan Pangeran
" Pangeran ini salad-nya, " Ucapan Zea terhenti ketika melihat Adit ada di dalam ruangan Pangeran.
__ADS_1
" Maafin gue, ya Zea atas sikap kurang ajar gue selama ini,"
Zea malah menatap Pangeran yang kini mengangguk
" Sikap Kakak emang kurang ajar," Celetuk Zea yang masih kesal pada Adit.
" Yah, kalo saya tergantung Pangeran. kalo dia Maafin kakak, ya udah, " katanya sambil mengangkat bahunya
Adit tersenyum dan mengulurkan tangannya, tetapi suara tajam terdengar
" jangan berani-berani Lo nyentuh Cewek gue,"
Adit langsung menarik tangannya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Ya udah gue Cabut dulu, " Ucapnya lalu berlalu pergi
" itu beneran Adit, " tanya Zea Kemudian menghampiri Pangeran. " Aneh banget. mending kelakuannya baik sampe mau minta maaf sama kamu kesurupan valak atau gimana,"
" Zea jangan ngomongin Cowok lain di depan aku. Aku sama sekali enggak suka," Protes Pangeran dengan mata yang kembali menatap buku yang tadi dicampakkannya
" iya, ini makanannya, " balas Zea sambil menyodorkan semangkuk salad-nya
" kamu enggak ada niatan buat suapin aku, gitu,"
" Hah,"
" Yah biar akunya lebih semangat lagi belajar-nya,"
" Lebay,"
" Lah iya,kan ? Aku dulu Pernah bilang kalo kamu itu Penyemangat aku,"
" Kamu sejak kapan jadi alay, sih"
" Dari dulu, " jawab Pangeran cepat
Zea yang merasa perbincangan itu bisa memicu debat dan memilih mengalah, Pangeran memang terlalu Pintar bermain lidah ia pasti kalah dengan wajah memerah karena malu dan kesal
__ADS_1
" Ya Udahlah kamu yang rajin belajar-nya tapi jangan maksain diri sendiri juga,"