MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 34


__ADS_3

" Gue Cuma mau minta maaf, "


Daniel berdecih, " Gue tau elo kerja sama dengan Adit Enggak usah sok cari muka Lo,"


Vino menghela nafas ia memang salah. Tetapi bukankah seharusnya ia diberi kesempatan untuk meminta maaf ? ia memiliki niat tulus untuk melakukan itu


" Gue ke sini mau minta maaf, bukan nyari ribut, " balas Vino


" Elo mau minta maaf pun enggak ada gunanya Heran gue sama kelakuan Lo yang berengsek itu, "Cerca Daniel dengan wajah meremehkan


" Lo sama siapa, Dan, " suara mengintimidasi datang dari belakang mereka itu Roni


Daniel menoleh


" sama si banci, ya," Roni menyilangkan tangan di dadanya, "Ngapain Lo ke sini ?"


" Gue mau minta maaf sama Zea, " jawab Vino mantap


" Sama Zea doang Pangeran enggak," tanya Roni sarkastis


Vino terdiam, sesaat, " Gue mau minta maaf ke Zea dulu,"


" Berani banget Lo dateng ke sini, " Roni mulai tersulut emosinya maju karena ingin menghajar Vino, tetapi Daniel menahannya


" Udahlah mending kita ke dalem. Buang-buang waktu ngeladenin banci kayak dia, "


Daniel masuk diikuti Roni yang tersenyum sinis sebelum pergi meninggalkan Vino di luar


Vino mengembuskan napasnya kasar. ia menyesal telah menyetujui rencana Adit. Hubungannya dengan Zea justru semakin jauh, bukan malah mendekat. Selain itu, ia di keluarkan dari SMA Sangjaya karena kesalahan yang ia lakukan sudah termasuk tahap berat Meskipun Vino tidak terlibat dalam Pemukulan Pangeran, tetapi tetap saja ia ikut merencanakan kejadian itu


Zea terduduk lemas di kantin rumah sakit. ia sudah berhenti menangis, tapi masih sangat murung. teman-temannya memaksanya untuk makan tetapi Zea hanya menggelengkan kepalanya lemah. Pikirannya terus berkecamuk tidak menentu segala kemungkinan buruk menghinggapi kepalanya


ia berharap Perkiraan dokter salah. Tapi melihat keadaan Pangeran tadi membuatnya ragu


" Zea,Lo makan ya ? Jangan kayak gini Gue yakin Pangeran enggak apa-apa,kok"bujuk Marissa sambil menyodorkan semangkuk sup


" Enggak Marissa, " balas Zea


Pangeran tidak akan meninggalkannya, kan ? Mereka sudah berjanji dulu


" Pangeran, " gumamnya Pelan.


Seingatnya hantaman keras di kepala memang bisa menyebabkan gegar otak bahkan bisa menyebabkan koma


Zea kembali menutup wajahnya. ia berharap Pangeran tidak akan apa-apa


Zea kembali menghela nafas untuk kesekian kalinya. ia bingung apakah ia harus Pulang atau tetap menunggu di sini saat itu sudah hampir pukul delapan malam

__ADS_1


Teman-temannya sudah pulang. tinggal ia Rani dan beberapa teman Pangeran yang masih setia menunggu di rumah sakit. mereka menunggu kabar Pangeran yang masih diperiksa oleh dokter


Sedari tadi Zea mengeluh, Proses pemeriksaan Pangeran lama sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon ibunya


" Zea kamu di mana kok belum Pulang ini udah malem Lo," suara melengking di seberang segera terdengar ketika telepon di angkat


" Zea sekarang ada di rumah sakit, Ma,"


" kamu kenapa, " suara ibunya terdengar panik


Zea merasa bibinya kelu, lalu menjawab dengan suara bergetar, ". Pangeran Ma ,"


" Lo Pangeran kenapa, "


Zea menarik napasnya dalam-dalam sebelum menjawab takut air matanya malah menetes lagi, "Tadi dia digebukin,"


" Sekarang kamu masih ada di sana,"


" iya, Ma, "


" kalo gitu Mama jemput kamu ya, sekalian mau tau gimana keadaan Pangeran,"


" Tapi Ma, "


" kamu harus Pulang Zea, "


Zea mendongak ketika telepon di putus. lalu memeluk Jaketnya erat-erat. ia mencoba mencari kehangatan untuk menentramkan hatinya, tetapi hasilnya nihil


Pikirannya melayang mengenai kemungkinan yang terjadi akibat benturan keras di kepala Gegar otak, itulah yang Paling dikhawatirkan Zea. jika iya, ia berharap Pangeran hanya mengalami gegar otak ringan. jangan sampai sedang ataupun berat yang bisa membuat Pangeran hilang ingatan, atau kemungkinan buruk lain


Selama menunggu tadi ia mencari informasi mengenai benturan keras di kepala di internet. Dan sialnya di samping ia mengetahui beberapa fakta yang akan terjadi, rasanya takut juga semakin besar. ia tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan Pangeran Tidak! ia tidak akan pernah menerima itu


" Zea, Lo mau sampai kapan di sini,"


Zea menoleh dan mendapati Rani yang kini sedang menatapnya


" Mama gue mau jemput, Tapi gue enggak mau Pulang, " jawab Zea dengan Pandangan kosong


" Zea,Lo jangan muram Kayak gini sumpah gue enggak tega kalo liat Lo Kayak gini Lo harus kuat buat Pangeran, jangan kayak gini ," ucap Rani


" Susah Ran,Gue enggak Pernah sekhawatir ini dalam hidup gue. kemungkinannya terlalu banyak dan itu yang bikin gue takut, " ia menunduk dan mengusap wajahnya Pelan, " Lo sendiri kapan mau Pulang,"


Rani meneguk minumannya " Kalo Lo Pulang, gue juga Pulang, "


Zea hanya bisa menggaguk menangapi itu


" Lo mau kemana Zea, " tanya Rani bingung ketika Zea bangkit

__ADS_1


" Gue mau jalan-jalan,"


" Yaudah hati-hati ya ,"


Zea tersenyum tipis, lalu mengangguk


Kakinya yang langsing menelusuri lorong rumah sakit yang Panjang dan terang. Zea terpaku sebentar ketika mengenali dokter yang tadi menangani Pangeran keluar dari suatu ruangan. ia segera berlari dan menghampirinya dengan nafas memburu


" Adek yang tadi dengan Pangeran ? tanya Dokter mengenali Zea


Zea menggaguk cepat, " iya. Bagaimana keadaan Pangeran, "


Si dokter melepaskan kacamatanya dan mengelapnya, " Pemeriksaannya belum selesai, tapi kami menduga kuat bahwa Pangeran mengalami gegar otak akibat Pukulan keras di kepalanya"


Napas Zea tercekat. kekhawatirannya ternyata benar, " Masih dalam tahap ringan kan "


Dokter itu terlihat ragu sebentar, " sepertinya tidak karena gejala yang terjadi menujukkan lebih dari itu. Pangeran muntah-muntah merasa pusing. lalu kebingungan. Apalagi dia dalam keadaan tidak sadarkan diri Dia juga tampak linglung ketika ditanya dan sempat pingsan tadi, "


" Anda berbohong, kan " tanya Zea dengan isakan tangisnya yang mulai terdengar lagi


" Saya tidak akan berbohong tentang keadaan Pasien, "


Zea mengepalkan kedua tangannya erat-erat


" Apa saya bisa menemui Pangeran,"


" Sayangnya tidak boleh Pangeran masih dalam pemeriksaan dan kita harus membiarkannya istirahat dalam waktu dua sampai enam jam ini. lebih baik kamu Pulang beristirahat, Besok sekolah, bukan ? kamu Pasti akan menghubungi kamu jika terjadi sesuatu. Semoga besok kamu bisa menemui Pangeran,"


isakan tangisan Zea malah semakin keras, ia kemudian menggaguk, " tolong hubungi saya, "


" Baiklah kamu harus banyak berdoa agar Pangeran Cepat sembuh,"


Zea memaksakan senyumannya lalu berbalik ke tempat Rani berada


Ternyata di sana sudah ada ibunya yang sedang duduk dan terlihat menunggu


" Kamu di mana aja Zea Pangeran gimana keadaannya, "


" Pangeran kayaknya gegar otak, Ma, "


ibu Zea segera menariknya ke Pelukannya, memeluk anak perempuan yang kini rapuh itu dengan erat


" Udah, Udah kamu jangan nangis terus sekarang kita Pulang ya kamu juga butuh istirahat Dan mama yakin Pangeran juga butuh istirahat dan enggak di ganggu, "


Zea mengganguk lemah


" kalo gitu saya juga Pulang ya Tante, Zea,"Rani bangkit dan memeluk sahabatnya itu erat, " Lo harus kuat Zea,"

__ADS_1


" iya, Rani, " balas Zea lemah


__ADS_2