MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 21


__ADS_3

Pagi-Pagi sekali Pangeran sudah berada di rumah Zea, menunggu Cewek itu bersiap-siap dan hendak Pergi ke sekolah


Dengan heran, Di Pandangnya Zea keluar dari rumah dengan muka cemberut ?


" kenapa, kamu," Kok, cemberut kayak gitu,"


" Pulpen aku hilang, Padahal kemarin masih banyak kok sekarang tinggal dua biji ? Banyak banget yang punya bakat ketrampilan tangan di kelas ku ,"


Pangeran mengangkat sebelah alisnya," ketrampilan tangan, "


" Nyolong maksudnya, "


Pangeran seketika tertawa


" Kok malah tertawa !"Sungut Zea Sambil aaa kakinya ke tanah


Pangeran tersenyum tanpa sadar. Pacarnya itu terlihat Sangat lucu


" Enggak apa-apa, Nanti aku beliin Pulpen nggak Usah ngambek kayak gitu,"


Pangeran dan Zea masuk ke dalam mobil


" Eh, aku mau nanya sesuatu, Pangeran, "


Pangeran menolehkan kepalanya sebentar sebelum ia memajukan mobilnya


" Nanya apa, "


" Aku baru tahu kamu itu Punya Kakak, Orang lain banyak yang tahu enggak,"


Pangeran terdiam sesaat, " Cuma teman-teman SMP yang tahu, "


" Kayak Kak Daniel, "


Pangeran mengganguk


" kalo Ayah kamu gimana ? Dia yang Punya yayasan,kan ya, "


Pangeran mengeratkan Tangannya di setir mobil, " Zea, bisa gak kamu nggak usah ngomongin Tentang itu, "


" Lo Emangnya kenapa,"


" Karena aku Paling nggak suka ngomongin Tentang itu,"


" Berarti kamu juga enggak suka aku ngomong ? Aku, berisik ya, "


Pangeran mengangkat sebelah alisnya heran. Mengapa reaksi Zea seperti itu


" kok ngomongya gitu, Zea ? Bukan maksud aku ngomong kayak gitu. Maksud ak ... "


" Udahlah aku tahu aku salah, " Zea mendengus dan memalingkan kepalanya. ia memandang ke luar jendela "

__ADS_1


Pangeran yang bingung mengenai apa yang terjadi hanya bisa menerka-nerka apa bisa sesensitif ini. Apa hanya karena Pulpennya yang hilang ? Tidak, itu terlalu sepele Atau apakah Zea ..."


" Pangeran, nanti Pulangnya aku mau rapat sama anggota ku, Tungguin ya, " Zea tersenyum sangat manis, sampai-sampai membuat wajah Pangeran terasa Panas kikuk


" I-iya, "


Pangeran sangat heran, mengapa mood Zea sangat mudah berubah ? Tadi ia terdengar sangat sinis dan baru saja tadi Zea tersenyum manis. Apa yang sebenarnya terjadi


" Tapi jadi kan ya nanti aku nge-dance bareng kamu, ?


" iya,"


" Asyik, " gumam Pangeran karena senang


" Tapi Latihan yang bener. Soalnya aku enggak tahu kemampuan dance kamu kayak gimana. jangan-jangan malah kaku lagi, '


Pangeran mengembuskan napasnya. Mengapa Zea menjadi tiba-tiba Terlalu jujur seperti ini ?


" Zea, aku mau nanya sesuatu kamu,"


" Nanya apa, "


" kamu lagi PMS ya ? Soalnya kamu rada.."


" Rada apa ? kasar ? Sensitif ? Blak-blakan," cerca Zea menunjuk-nunjuk dirinya sendiri


" I ..iya, "


" Bukan Kayak gitu maksudnya Zea , "


" Apa, "


" Ya, aku ... "


" Udah mendingan kamu diem. Udah deket ke sekolah juga, kan "


Pangeran mendengus. Perempuan selalu benar, apalagi sedang PMS. laki-laki selalu salah sepertinya itu sudah hukum alam.


" Jangan Cemberut Terus dong, Zea, " bujuk Pangeran mencolek lengan Zea berkali-kali


" Apaan sih, Pangeran, "


" jangan Cemberut kayak gitu, aku sayang kamu, "


Zea tertawa kecil, " Enggak nyambung, "


Pangeran tersenyum


" Zea,kalo kamu lagi kayak gini mau kamu aku harus gimana, " tanya Pangeran sambil memperhatikan wajah dengan matanya tajam.


" Enggak tahu. Yang Penting kamu enggak ngerusak mood aku aja, "

__ADS_1


" Oke, Eh kamu enggak sakit apa-apa kan ?


" kenapa emangnya, "


" ya, Siapa tahu perut kamu sakit kebanyakan gitu, "


" Biasanya sih, suka Sakit, Tapi sekarang Untung gak ,"


Pangeran menggaguk lega, " Nanti kamu rapat aku harus ikutan, enggak ? Kan aku ikutan tampil nanti


Zea mendengus dan menggeleng


" Enggak usah, "


" Lah ? kenapa, "


" Nanti anggota Cewek malah salah fokus sama kamu lagi, "


" kenapa, "


" Enggak tahu, jarang liat yang ganteng kali, " jawab Zea spontan


Pangeran menyeringai, " Oke, aku nungguin di sini ya nanti, "


" iya "


Zea kemudian teringat sesuatu, " Pangeran, "


" Ya,"


" Aku boleh nyuruh kamu buat beli, sesuatu enggak, "


" Beli apa , "


" Pembalut Wanita, "


Pangeran seketika tersedak dan terbatuk saking kagetnya


" A .. Apa , "


" Bisa kan beliin aku Pembalut, enggak ? soalnya aku enggak bawa. Lupa, "


" Tapi Zea,"


" Belinya di minimarket deket cafe kamu aja Belinya nanti Pas Pulang sekolah, Bisa kan, "


Pangeran menelan ludah


" ini uangnya . Oh iya aku mau nyuri kata kata kamu, " Zea menarik nafas sebelum mengatakan Kalimat berikutnya ," aku enggak nerima Penolakan, kalua enggak aku bakalan marah, "


Zea bangku dan segera Pergi dari area kantin dan melenggang ke kelasnya

__ADS_1


Pangeran mengacak-acak rambutnya bingung " Mampus gue,"


__ADS_2