
Pagi-Pagi sekali Pangeran sudah berada di rumah Zea, menunggu Cewek itu bersiap-siap dan hendak Pergi ke sekolah
Dengan heran, Di Pandangnya Zea keluar dari rumah dengan muka cemberut ?
" kenapa, kamu," Kok, cemberut kayak gitu,"
" Pulpen aku hilang, Padahal kemarin masih banyak kok sekarang tinggal dua biji ? Banyak banget yang punya bakat ketrampilan tangan di kelas ku ,"
Pangeran mengangkat sebelah alisnya," ketrampilan tangan, "
" Nyolong maksudnya, "
Pangeran seketika tertawa
" Kok malah tertawa !"Sungut Zea Sambil aaa kakinya ke tanah
Pangeran tersenyum tanpa sadar. Pacarnya itu terlihat Sangat lucu
" Enggak apa-apa, Nanti aku beliin Pulpen nggak Usah ngambek kayak gitu,"
Pangeran dan Zea masuk ke dalam mobil
" Eh, aku mau nanya sesuatu, Pangeran, "
Pangeran menolehkan kepalanya sebentar sebelum ia memajukan mobilnya
" Nanya apa, "
" Aku baru tahu kamu itu Punya Kakak, Orang lain banyak yang tahu enggak,"
Pangeran terdiam sesaat, " Cuma teman-teman SMP yang tahu, "
" Kayak Kak Daniel, "
Pangeran mengganguk
" kalo Ayah kamu gimana ? Dia yang Punya yayasan,kan ya, "
Pangeran mengeratkan Tangannya di setir mobil, " Zea, bisa gak kamu nggak usah ngomongin Tentang itu, "
" Lo Emangnya kenapa,"
" Karena aku Paling nggak suka ngomongin Tentang itu,"
" Berarti kamu juga enggak suka aku ngomong ? Aku, berisik ya, "
Pangeran mengangkat sebelah alisnya heran. Mengapa reaksi Zea seperti itu
" kok ngomongya gitu, Zea ? Bukan maksud aku ngomong kayak gitu. Maksud ak ... "
" Udahlah aku tahu aku salah, " Zea mendengus dan memalingkan kepalanya. ia memandang ke luar jendela "
__ADS_1
Pangeran yang bingung mengenai apa yang terjadi hanya bisa menerka-nerka apa bisa sesensitif ini. Apa hanya karena Pulpennya yang hilang ? Tidak, itu terlalu sepele Atau apakah Zea ..."
" Pangeran, nanti Pulangnya aku mau rapat sama anggota ku, Tungguin ya, " Zea tersenyum sangat manis, sampai-sampai membuat wajah Pangeran terasa Panas kikuk
" I-iya, "
Pangeran sangat heran, mengapa mood Zea sangat mudah berubah ? Tadi ia terdengar sangat sinis dan baru saja tadi Zea tersenyum manis. Apa yang sebenarnya terjadi
" Tapi jadi kan ya nanti aku nge-dance bareng kamu, ?
" iya,"
" Asyik, " gumam Pangeran karena senang
" Tapi Latihan yang bener. Soalnya aku enggak tahu kemampuan dance kamu kayak gimana. jangan-jangan malah kaku lagi, '
Pangeran mengembuskan napasnya. Mengapa Zea menjadi tiba-tiba Terlalu jujur seperti ini ?
" Zea, aku mau nanya sesuatu kamu,"
" Nanya apa, "
" kamu lagi PMS ya ? Soalnya kamu rada.."
" Rada apa ? kasar ? Sensitif ? Blak-blakan," cerca Zea menunjuk-nunjuk dirinya sendiri
" I ..iya, "
" Bukan Kayak gitu maksudnya Zea , "
" Apa, "
" Ya, aku ... "
" Udah mendingan kamu diem. Udah deket ke sekolah juga, kan "
Pangeran mendengus. Perempuan selalu benar, apalagi sedang PMS. laki-laki selalu salah sepertinya itu sudah hukum alam.
" Jangan Cemberut Terus dong, Zea, " bujuk Pangeran mencolek lengan Zea berkali-kali
" Apaan sih, Pangeran, "
" jangan Cemberut kayak gitu, aku sayang kamu, "
Zea tertawa kecil, " Enggak nyambung, "
Pangeran tersenyum
" Zea,kalo kamu lagi kayak gini mau kamu aku harus gimana, " tanya Pangeran sambil memperhatikan wajah dengan matanya tajam.
" Enggak tahu. Yang Penting kamu enggak ngerusak mood aku aja, "
__ADS_1
" Oke, Eh kamu enggak sakit apa-apa kan ?
" kenapa emangnya, "
" ya, Siapa tahu perut kamu sakit kebanyakan gitu, "
" Biasanya sih, suka Sakit, Tapi sekarang Untung gak ,"
Pangeran menggaguk lega, " Nanti kamu rapat aku harus ikutan, enggak ? Kan aku ikutan tampil nanti
Zea mendengus dan menggeleng
" Enggak usah, "
" Lah ? kenapa, "
" Nanti anggota Cewek malah salah fokus sama kamu lagi, "
" kenapa, "
" Enggak tahu, jarang liat yang ganteng kali, " jawab Zea spontan
Pangeran menyeringai, " Oke, aku nungguin di sini ya nanti, "
" iya "
Zea kemudian teringat sesuatu, " Pangeran, "
" Ya,"
" Aku boleh nyuruh kamu buat beli, sesuatu enggak, "
" Beli apa , "
" Pembalut Wanita, "
Pangeran seketika tersedak dan terbatuk saking kagetnya
" A .. Apa , "
" Bisa kan beliin aku Pembalut, enggak ? soalnya aku enggak bawa. Lupa, "
" Tapi Zea,"
" Belinya di minimarket deket cafe kamu aja Belinya nanti Pas Pulang sekolah, Bisa kan, "
Pangeran menelan ludah
" ini uangnya . Oh iya aku mau nyuri kata kata kamu, " Zea menarik nafas sebelum mengatakan Kalimat berikutnya ," aku enggak nerima Penolakan, kalua enggak aku bakalan marah, "
Zea bangku dan segera Pergi dari area kantin dan melenggang ke kelasnya
__ADS_1
Pangeran mengacak-acak rambutnya bingung " Mampus gue,"