MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 7


__ADS_3

kencang. Mungkin kencangnya sudah berhasil mengalahkan kencangnya suara Rani


" AAAAAAAKK !!!


. Nanti aku bangunin "


" Enggak apa-apa "


Pangeran mendekati Zea, lalu mengelus puncak kepalanya pelan


"


tinggal kabur,"


Zea melotot seketika " jangan bolos kamu itu Udah XII "


" iya,iya aku ngerti. Sekarang bangun "


Zea mengganguk,lalu bangkit dan m


...Marissa...


...Apaan ? Tumben Lo subuh-subuh begini udah...


Zea


...Marissa...


... ?...


...Rani...


...Enggak sampe ngelakuin hal yang aneh-aneh kan...


...Zea...


...Untung aja enggak...


...Sheila...


...Syukur deh kalau gitu...


...Zea...


...Udah ah gue mau turun ke bawah laper...


...Sheila...


...Jangan lupa bilang Pangeran...


...Zea...


...apaan...


...Sheila...


...Om Tololet Om...


...Zea...


...Gila Lo ya...


Zea mencibir ide Sheila. Tetapi sifatnya yang usil membuatnya berpikir. kalua lelucon itu boleh di coba. Mungkin ia akan mencobanya saat di mobil nanti. Bisa dibayangkannya eskpresi ger-er Pangeran bila ia mengatakan itu, Zea kemudian terkikik geli. Bagaimana ya rasanya menjahili orang seperti Pangeran


...***...


Pangeran mengemudikan mobilnya dengan Pelan. Masih Pukul enam pagi dan jalanan juga belum ramai, tetapi ia dan Zea sudah berangkat ke sekolah. Cewek itu berdalih ingin menyiapkan Pameran kelas dan penampilannya nanti agar maksimal. Padahal Zea hanya tidak ingin berdua saja di rumah. ia masih takut akan terjadi hal yang tidak-tidak


" jam segini emang udah Pada dateng"


" Sheila udah ada di sana "


Pangeran hanya mengangguk acuh tak acuh


" kamu masih laper gak ? Tadi makanya cuma mie rebus doang, " Pangeran bertanya sambil menunjuk restoran nasi goreng yang sudah buka


" Udah kenyang, kamu sendiri udah makan belum,"


Pangeran menggeleng


" kalo gitu kenapa gak makan di rumah aku tadi,"

__ADS_1


" Males"


Zea hanya dapat menghela nafasnya


kemudian ia teringat ide usilnya mengerjai Pangeran " Pangeran, aku mau ngomong,"


" Ya udah ngomong aja "


" aku mau ngomong tiga kata sama kamu,dan tiga kata itu Punya satu makna"


kening Pangeran mengernyit. ia sudah ger-er duluan Apa sekiranya apa yang dikatakan Zea ? I Love you ?


" Apa "


" Om Tololet Om "


" Hah ? " Pangeran memandang Zea dengan heran


" Om Tololet Om "


Pangeran menepikan mobilnya sebentar, tentunya untuk bisa mendengar ucapan Zea dengan lebih jelas


" maksud kamu, "


" Om Tololet Om "


Pangeran mengangkat sebelah alisnya, kemudian ia ingat, berita tadi Pagi tadi membahas tentang tren " Om telolet om"


" Om Tololet Om Om Tololet Om "


" sekali lagi kamu ngomong itu,aku hukum kamu, " Pangeran menyudutkan Zea, mengunci Posisi itu dengan tangannya


" Pangeran kamu apa-apaan sih "


" karena kamu berisik mendingan kamu aku hukum, "


" Hukum apa maksud kamu,"


Jantung Zea sudah berdebar tak karuan. jarak di antara Pangeran dan wajahnya kini berhadapan Cowok itu tersenyum


Pangeran tiba-tiba menjauhkan wajahnya dan memandang ke arah lain. mencoba menetralisir degupan kencang di dadanya yang ia sembunyikan, ia menggigit bibir bagian bawahnya kemudian menghela nafas


Zea hanya bisa diam mematung. Untung saja Pangeran tidak berlaku yang tidak-tidak. Jika itu terjadi ia berjanji


Zea kemudian merutuki dirinya sendiri. merasa menyesali mengikuti saran Sheila yang kalau dipikir. ulang bisa dibilang konyol


Diliriknya Pangeran yang tengah mengusap wajah tampannya itu dengan kedua telapak tangan. sepertinya Pangeran sendiri sudah gugup luar biasa Suasana yang senyap membuat keduanya terasa serba salah. Tidak ada dari mereka mencoba memulai percakapan. Terlalu canggung


Tetapi entah mendapat keberanian dari mana Pangeran menempelkan tangannya di Pipi Zea, Cewek itu sontak berteriak kaget


" PANGERAN LO APA-APAAN SIH ? MINGGIR LO !!!!


Pangeran yang menyadari apa yang dilakukannya segera tegak kembali. ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tanpa sadar Pangeran Terkekeh geli, kemudian ia memajukan mobilnya kembali


" Malah tertawa ! Enggak lucu Gue mau turun aja , " cerocos Zea


" Udah, jangan ngomel terus. Mending kamu tenang biar akunya fokus nyetir biar cepet nyampe, "


Zea hanya bisa menutupi wajahnya yang memerah. Untung saja ia refleks berteriak hingga Pangeran kembali tangannya. Kalua ia bertekad untuk menendang Cowok itu sekeras-kerasnya, bukan memukulinya lagi. kalau bisa di bagian sensitifnya, biar kapok


Setelah sampai Zea turun dari mobil dengan kaki gemetar sedangkan Pangeran keluar dari mobil dengan senyum yang mengembang di wajahnya


" kamu enggak apa-apa kan ? jalanya kok gitu, " Pangeran memandang Zea bingung


Zea berjalan dengan gemetaran dan memegang benda apa pun di sekitarnya untuk tumpahan agar ia tidak jatuh


" Mau aku gendong ?" tanya Pangeran


Zea tidak menjawab


" Mau aku gendong, yang , " tanyanya lagi


Zea mendelik " Yang, yang Pala lu botak Enggak usah !" Zea memelototi Pangeran


Pangeran hanya terkekeh, " kamu marah sama aku ?


" Ya iyalah,bego, " Zea menonjok dada bidang Pangeran " Lu Pikir gue enggak marah sama Cowok yang Pegang-pegang gue tanpa kompromi ?"


" Tapi kan belum, lagian kemarin pas aku tanding bakset kamu aku elus pipinya biasa aja "


" Ya sama aja ! kalo yang kemarin kan guenya kaget. Jangan sembarang Pegang-pegang gue Don't touch me!"

__ADS_1


" Beda. Terus tadi kamu juga diem aja,"


Dasar nyebelin ya jadi cowok. kenapa harus ada Orang kayak elo sih ? batin Zea kesal


" Gimana gue diem aja ? Gue kan kaget. Elo ngerti dong Bukannya malah manfaatin situasi,"


" Tapi kamu tetep enggak ngelawan, kan,"


Zea ingin sekali menjerit sekeras-kerasnya. ia sudah kesal setengah mati. Biasanya ia tak akan kalah jika berdebat mengenai sesuatu. Tetapi sekarang ? Pangeran memang benar-benar Pintar bicara, atau lebih tepatnya menyebalkan ?


" Aw !" Pangeran mengadu kesakitan ketika Pangeran memukul-mukul badannya terus-menerus secara babi buta


" Rasain Lo !"RASAIN MATI AJA DEH LO!"


Semua siswa-siswi yang ada di Parkiran memperhatikan mereka. Beberapa di antara mereka ada yang menggelengkan kepalanya maklum. Yang baru jadian memang sering bertengkar kan,ya ? Tetapi tidak lama akan biasa lagi. Begitu Pikir mereka


Setelah Puas Zea mengembuskan napasnya keras, lalu berjalan begitu saja meninggalkan Pangeran yang malah tersenyum miring. Sesaat kemudian seorang siswa menepuk pundaknya


" Baru juga jadian Udah mesra banget, Pangeran, " Daniel, teman satu SMP Pangeran, menyapanya sambil terkekeh geli


Pangeran hanya tersenyum kecil


" PJ mana dong "


" Nanti Pulang sekolah Lo ke kafe gue aja, bilang ke kasir di lantai dua"


" Wuih Thanks ya, Pangeran," Pangeran mengacuhkan jempolnya ke arah Temannya itu


" Yoi, sekalian ajak aja teman-teman Lo yang satu SMP sama gue, "


" Lo ikutan nggak, "


Pangeran menggeleng


" Ke mana emangnya ,"


" Lo ngerti lah "


Daniel Terkekeh, " Ya udah, Kapan-kapan kita ngumpul lagi Gue duluan ya bro,"


Setelah Daniel Pergi, Pangeran bukannya melangkah kelas ia malah menuju taman belakang sekolah. Di sana ia duduk lalu bermain Ponsel sebentar, tetapi tidak lama terdengar teriakan Bu Ani yaitu guru BK SMA Sangjaya


" Lagi-lagi kamu nggak masuk kelas Masih diem aja di sini, kenapa ngeliatin saya kayak gitu ? bentakannya


Sebenarnya Bu Ani sudah lelah dengan kelakuan Pangeran yang seenaknya, tapi tugasnya sebagai staf pengajar pelajaran BK mewajibkannya untuk memperbaiki kelakuan anak didiknya Lagi pula jika dibiarkan Pangeran akan semakin nakal, bukannya malah menjadi baik


" Santai aja Bu, bel juga belum bunyi, " jawab Pangeran asal sambil memalingkan wajahnya ke arah lain


Bu Ani yang kesabarannya. sudah habis segera merebut Ponsel di tangan Pangeran dan memasukkannya ke dalam saku. Pangeran berdecak


" Sekarang kamu masuk ke kelas atau saya bilangin ke Pacar kamu,"


Pangeran menaikkan sebelah alisnya " Emangnya Bu tahu siapa Pacar saya,"


" Zea Carista. Udah buruan atau saya bilang ke Papi kamu yang Punya sekolah ini, biar dihukum sekalian,"


Pangeran tersenyum sinis


" Bilangin aja ,Bu, toh dia juga enggak akan Peduli Saya mati aja dia enggak bakalan sedih,"


Bu Ani menatap Pangeran yang masih duduk di kursi dengan agak sedikit menyesal. Sepertinya topik keluarga terlalu sensitif bagi Pangeran


" Sekarang mendingan kamu ke kelas Pangeran !" Atau saya bilangin ke Pacar kamu, " ancam Bu Ani sekali lagi


" Enggak usah teriak-teria, Bu saya enggak tuli, " balas Pangeran senaknya dan segera bangkit meninggalkan taman belakang sekolah


" kok Saya ditinggalin ? kamu saya hukum bersihin WC selama seminggu"


" Males, ah Bu "


Pangeran Pergi begitu saja meninggalkan Bu Ani yang hampir melemparkan sepatu hak tingginya yang baru saja ia beli kemarin karena emosi


" Sabar, Sabar, " gumamnya sendiri


Semua siswa kelas XII IPA 3 menatap Pangeran heran ketika Cowok berbadan tinggi itu masuk ke kelas, waluapun dengan wajah yang ditekuk. Mengingat kebiasaannya hal itu merupakan sebuah kemajuan besar


Tidak ada yang berani bertanya. Hingga Karin memberanikan diri mengajukan sebuah pertanyaan kepada Pangeran. kebetulan tempat duduknya di depan Pangeran


" Eh, elo kesurupan ya ? tumben Lo masuk kelas,"


Pangeran mendelik " Ya suka-suka gue lah, masuk salah bolos salah Mau lu apa,hah,"

__ADS_1


Karin menghela nafas. Pangeran masih sama saja ternyata. Dingin dan ketus kepada siapa saja


__ADS_2