
Vino merasa seakan-akan jantungnya berhenti berdetak ia mengurungkan niatnya itu ketika melihat seorang laki-laki duduk di tempat tidur Zea. Bisa dipastikan bahwa laki-laki itu adalah Pangeran, Pacar Zea
Vino menghela nafas dengan berat hati ia berbalik. Pergi meninggalkan Pintu UKS dan berjalan ke arah kantin, mencoba untuk menenangkan diri sendiri.
Vino tertawa miris, ia lupa akan sesuatu
Bukankan Pangeran jauh lebih baik daripadanya ? itu fakta yang tidak bisa di bantah
Pangeran lebih tampan, Pintar maskulin, kaya dan dalam berbagai hal lainnya Pangeran tetap mengungguli Vino
jus jeruk yang di Pesannya hanya diaduknya Tidak karuan. Pikirannya tetap terfokus kepada satu-satunya Cewek yang bisa membuat Vino jatuh cinta. Zea ah, ia jadi ingat Pertemuan Pertamanya dengan cewek cantik itu. Kejadian di masa kecilnya itu sangat berkesan bagi Vino
...°°°...
Vino Kecil menangis keras. lututnya lecet dan berdarah karena jatuh didorong oleh laki-laki yang bertubuh jauh besar daripadanya
" Dasar lemah ! laki-laki itu harus jantan Begitu saja sudah menangis ! Dasar Banci
Teman-teman laki-laki yang mendorong Vino tertawa merasa senang ketika mereka bisa membuat Orang lain menangis
" Ayo teman-teman ! lebih baik kita lempari saja dia dengan batu!"
Seakan mendengar Perintah lima anak lain mulai mengambil kerikil-kerikil kecil dan melemparkannya ke arah Vino
Vino sendiri tidak bisa melawan,selain kalah jumlah kekuatannya sama sekali tidak sebanding. ia hanya bisa menangis lebih keras
Tetapi teriakan melengking seorang Perempuan kecil menghentikan kegiatan bocah-bocah nakal itu
" MENGAPA KALIAN MELEMPARI ANAK INI DENGAN BATU ! PERGI SANA PERGI"
Bocah yang bertubuh besar menyahut " Bukankah ini anak Perempuan bernama Zea ? beraninya kau melawan anak laki-laki
Tapi Zea kecil tidak gentar mendengar Pertanyaan dengan nada yang mengancam itu, ia malah memelototi mereka balik
" Aku akan membuat kalian Pergi dari sini," Zea kecil celingak-celinguk ke sekitarnya. kemudian ia berteriak
" TOLONG - TOLONG DIA MAU MENCULIK KU, "
Sontak lawan Vino membulatkan mata mereka, lalu berlari Pergi Karena ada beberapa orang dewasa yang mulai datang
" Apa kau tidak apa-apa, Dik, " seseorang Perempuan dewasa menghampiri Zea dan Vino. ia melihat dengan Pandangan khawatir
" Tidak apa-apa, aku temannya. aku akan mengobatinya terima kasih telah membantu kami, " Zea tersenyum dan mengangguk sopan
" Apa kau yakin, "
__ADS_1
Zea kecil menggaguk
Setelah orang dewasa itu Pergi, Zea menghampiri Vino dan menatapnya khawatir
Vino berhenti menangis, menatap anak seusianya di hadapannya dengan takjub
Zea memapah tubuh Vino dengan hati-hati. Tubuh Zea memang kecil tetapi jangan remehkan kekuatannya
" Duduk, di sini ya "
Vino menatap Zea yang berlari ke dalam sebuah rumah berwarna abu-abu yang tidak terlalu besar. Tak lama kemudian ia keluar sambil membawa sebuah kotak Putih
Vino kecil meringis kesakitan ketika Zea mengobatinya
" Terima kasih ya, " Ucap Vino kecil sambil menatap Zea dengan Pandangan terima kasih
" sama-sama, " Zea kecil Tersenyum manis
" Hmm ... siapa namamu, " Tanya Vino gugup
" Aku Zea, nama kamu siapa, " Zea menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan
Vino menatapnya dengan bingung tetapi ia berpikir nama Zea sangat bagus
" aku Vino, "
" iya, " Vino tersenyum senang
...°°°...
Vino kembali tersenyum ketika mengingat kejadian masa kecilnya itu. Matanya menyelidik seluruh Penjuru kantin, berharap Zea ada di sana. Tetapi tentu saja ia tidak ada Zea sekarang sedang bersama Pangeran di UKS
Vino lagi-lagi merasakan nyeri di dadanya Berhakkah ia merasa sakit hati ? Berhakkah ia merasa Cemburu ketika melihat Zea, Perempuan yang dicintainya, bersama orang lain ?
Ah ia memang lemah. Memikirkan hal itu saja ia merasa matanya memanas dan akan meneteskan Untungnya ia masih bisa menahannya
" ngomong-ngomong sekarang Zea dan Pangeran Udah baikan apa belum,ya," Rani mengernyitkan dahinya
" Semoga aja mereka baikan terus, "
" Kalo kayak gitu berarti mereka bisa mesra-mesraan dong,ya"
Vino mengepalkan tangannya kesal. Lagi dan lagi Mengapa mereka membahas Pangeran dan Zea ? Ia jadi kesal setengah, mati
Vino bangkit, berjalan dengan cepat keluar dari daerah kantin. Ketika ia sampai di salah satu sudut Parkiran ia menendang dinding dengan amarah
__ADS_1
" kenapa harus Cowok itu, Zea, ? Harusnya aku yang jadi Pacar kamu bukan Pangeran, " Vino mengembuskan napasnya
" Kenapa Lo, "
Pertanyaan itu membuat Vino terkesiap. Ketika berbalik, Ternyata sepupunya, sedang berdiri sambil mengisap Rokok
Vino menghela nafas, " Gue nggak apa-apa ,"
" Cerita sama gue, Masalah Cewek,"
Mau tak mau Vino menggaguk mengiyakan
" Si Ceweknya udah Punya Pacar,"
" Udah, "
" Emangnya siapa Ceweknya,"
" Zea,"
Cowok itu menaikkan alisnya, " Berati Pacarnya Pangeran, "
Vino menggaguk
" Lo mau Gue bantu, " Mumpung gue benci banget sama Pangeran"
Vino menaikkan sebelah alisnya, " Maksud Lo ,"
" Ya Gue bisa ngehajar, Cowoknya, Lo bisa dapetin Ceweknya sama-sama untung kan ,"
Vino menatap sepupunya itu tidak Percaya, " Lo benci banget sama Pangeran,"
Cowok itu berdecih, " Banget. Gue benci banget sama itu Cowok berengsek itu Sok keren, sok berkuasa, Padahal Cuma manfaatin kekayaan bapaknya. Gimana ? Terima tawaran Gue enggak, "
" Tapi, dit ... "
" Enggak Usah sok Polos deh Vino. Gue tau elo juga benci sama Pangeran.Dia udah ngerebut Zea dari elo, kan ? Udah terima aja Tawaran gue. Toh kita sama-sama Untung,"
Vino memikirkannya selama beberapa saat. Bukankan itu sama saja bertindak Curang ? Tetapi ego Vino mengalahkan Pikiran bersihnya
" Oke, gue terima, "
" Bagus Vino, Rencana gue sih dalam seminggu ini gue mau ngehajar Pangeran"
" Tapi enggak bakalan sampe, Parah kan Adit,"
__ADS_1
" Gue enggak janji, " Adit tersenyum sinis
Vino menghela nafas, " Ya Udahlah. Pokoknya Gue bisa dapetin Zea,"