
Zea turun dari mobil dengan sedikit was-was. Apakah teman-temannya sudah selesai mengerjakan apa yang mereka rencanakan ? ia khawatir kejutan yang mereka siapkan belum selesai.
" Kamu kok bengong, Zea," ayo masuk," ajak Pangeran dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku Celananya
" Eh bentar, Pangeran Aku nyari Ponselku dulu, " sahut Zea sambil membuka tasnya. ia sengaja melakukan itu dengan lambat agar bisa mengulur waktu
" Emang mau apa ,"
Zea mengacuhkan Ponselnya, " Mau ngabarin teman-teman kalo kamu udah keluar dari rumah sakit, "
" Pantes, "
" Hah, " tanya Zea tanpa mengangkat kepalanya. ia sibuk mengirim pesan kepada Marissa
" Ya Pantes mereka enggak dateng ke rumah sakit, "
Zea mendongak sambil tersenyum karena mendapat balasan dari Marissa cepat. Mereka sudah siap
" Emang kenapa, ? Kamu suka dijenguk atau gimana , " tanya Zea
Pangeran Tersenyum sebentar karena Poni Cewek di hadapannya bergoyang tertiup angin yang cukup kencang
" Ya gini-gini juga aku suka dapet temen,"
" Orang yang Paling tertutup dan Penyendiri Pun membutuhkan kehangatan seorang teman, " Zea nyengir
" Bahasanya berat banget, Udah masuk yuk," Pangeran mendahului Zea untuk masuk ke dalam rumah
Matanya tajamnya membelalak melihat balon-balon dan Pita menghiasi ruang tengah rumahnya. Bahkan ada beberapa orang temannya dan Zea yang memegang banner bertuliskan Congratulations on the healing Pangeran
Kalua boleh jujur, Pangeran tidak Pernah berpikir akan ada orang yang akan melakukan hal untuknya. seumur hidupnya baru kali ini ia mendapatkan kejutan seperti itu. Tentu saja membuatnya senang
Teman-Teman Zea dan Pangeran saling berpandangan melihat reaksi Pangeran. Cowok itu hanya diam mematung dan melihat mereka dengan pandangan tidak bisa diartikan saat Canggung
" Eh gimana nih, " bisik Marrisa sambil mencolek lengan Rani, Cewek itu refleks mengeluarkan suara
" Selamat atas kesembuhan ya , kak semoga Kakak Cepat pulih,"
" Congrast ya Pangeran," timpal Daniel sambil mendekati cowok yang masih mematung itu dan menjabat tangannya
" Pangeran, ngomong dong, " bujuk Zea dengan tangan tak henti-hentinya mencolek lengan Pangeran
" Selamat atas kesembuhan kamu ya, Pangeran Maaf Papi enggak bisa dateng setiap hari, "
Pangeran menoleh dan mendapati Ayahnya tersenyum ke arahnya
Dunia terasa terbalik, tetapi dalam artian yang Positif. Selama ini ia selalu sendirian dan tidak Punya teman, juga Ayahnya sangat dingin kepadanya. Tetapi sekarang keadaan telah berubah. banyak orang yang peduli padanya dan hubungannya dengan ayahnya membaik
" Thanks, " Ucapnya dengan suara bergetar sebagai ucapan terima kasih
" Akhirnya ngomong juga, " gumam Rani
" sekali lagi makasih, " ulang Pangeran dengan senyuman tulus di wajahnya
" iya sama-sama,"
" Woles aja, Pangeran, "
" kayak yang ke siapa aja,"
" Enggak usah canggung gitu,"
karena mendengar beberapa orang yang berbicara sekaligus membuat Pangeran meringis karena merasa Pusing
" Lo baik-baik aja kan, Pangeran, " tanya fito dengan iseng menyentuh Pundak Cowok itu
" Enggak, gue baik, "
" Karena tadi kita udah nyiapin buat pesta barbeque, ayo kita ke kolam renang, " ajakan Sheila itu langsung disambut antusias oleh yang lain
" hmm ... Zea, boleh Pangeran-nya di sini dulu biar Om bisa bicara sama dia,"
Zea menaikkan sebelah alisnya lalu tertawa, " Silahkan aja Om Yuk kita ke belakang," Zea Mendorong teman-temannya dengan bersemangat Setelah beberapa saat, mereka tidak terlihat lagi setelah berbelok dekat dapur
Ayah Pangeran yang masih mengenakan setelan kerjanya mengusap tengkuknya. lalu tersenyum kikuk
" Pangeran, Papi mau minta maaf sama kamu Maaf kalo selama ini Perbuatan Papi ke kamu enggak adil. Tapi kamu perlu tau, Papi sangat sayang sama Mama kamu jadi maaf kamu jadi perlampisan Papi saat Mama meninggal,"
Pangeran mengangguk, " Pangeran Ngerti kok Pi,"
" Di samping itu Papi seneng, sekarang kamu Punya teman baik seperti mereka Dan ... kehadirannya Zea tentunya Dia Pasti setia sama kamu Sejak awal Pacaran,"
Mendengar itu Pangeran tersenyum," Sebenernya Pangeran yang maksa dia jadi Pacar Pangeran. awalnya dia enggak mau Tapi ya aku berusaha dan dia akhirnya luluh,"
Hardi menaikkan sebelah alisnya
" Loh kok Sama ? Dulu Papi maksa Mama kamu buat jadi Pacar Papi dan akhirnya dia mau jadi Pacar Papi dan sampai akhirnya kita menikah,"
Buah memang jatuh tidak jauh dari Pohonnya
" Yaudah, kamu gabung sama temen-temen kamu Mumpung sekarang udah Menjelang malam Pas buat kegiatan kalian,"
" Oke, Pi,"
Hardi menepuk bahu anaknya dua kali lalu berbalik dan naik ke lantai dua
__ADS_1
Pangeran berjalan mendekati teman-temannya dengan langkah ringan. Rasanya ia sangat bahagia hari ini
Tetapi wajahnya segera mengeras ketika melihat Zea sedang memanggang sosis ada di sebelahnya ada Daniel. Sifat Posesifnya kembali keluar dan membuat kepalanya terasa berdenyut-denyut
" Pangeran, Kok malah diem ? Ke sini !" ajak Zea riang dengan tangan melambai
Daniel yang menyadari tatapan tajam yang diberikan Pangeran kepadanya segera bergeser dan memilih berdiri di samping Jenny
" Tatapan sih Pangeran serem gila, Gue enggak ngebayangin dulu dia sama si Vino gimana," bisik Daniel ke jenny, yang langsung disambut tawa kecilnya
" Lagian udah tau Pangeran super Posesif ngapain Lo berdiri deket-deket Zea, "
" Gue enggak nyadar tadi, "
Pangeran menghampiri Zea dan berdiri di sebelah Cewek itu Zea mendongak dan mengangkat sosis yang dipegangnya
" Mau, "
Pangeran mengangguk, " Boleh Tapi makannya di sana, " Pangeran menunjuk kursi gantung dekat Pintu dengan dagunya
" Iya bentar, Dea bagi Piring dong, "
Setelahnya Pangeran menyeret Zea menjauhi yang lain. Diam-diam mereka mengembuskan napas lega
" Untung Pergi, " Celetuk Miko menggigit daging bakarnya
" Lo kenapa, " tanya Marissa sambil mengikat tali rambutnya
" Lo tadi nyadar gak tadi Pangeran ngeliatin Cowok-cowok tajem banget ? kayak yang ngasih Peringatan kalo kita jangan ngeliatin,"
" Tadi aja gue dipelototin," Celetuk Daniel
" Segitunya, ya "
" Si Zeanya ngeh, enggak, " tanya Sheila
" Si Zea lagi PMS kan Saraf dia kalo lagi PMS enggak berfungsi, " Celetuk Rani yang langsung di sambut tawa lain
Di sisi lain,Pangeran tampak mengunyah dengan mata yang menatap ke air kolam renang yang tenang
" Enak, "
Pangeran menoleh dan mengangguk," Enak,"
" Eh, Pangeran aku jadi inget waktu kita renang dulu,"
" kenapa, "
" Ya, sekarang kan kita makan sosis, Terus makannya deket kolam renang lagi, "
" Zea,"
" Ya,"
" Sekarang aku seneng banget, "
" kenapa, "
" Ya sekarang aku Punya tiga hal yang selalu aku inginkan "
" Teman, keluarga, dan kamu, "
Zea berdecak, " Yang terakhir kedengaran lebay,"
" Lebay gini kan kamu juga sayang sama aku,"
" Apaan sih, " balas Zea dengan senyuman geli tercetak di wajahnya
" kamu ujian besok, ya"
Pangeran mendengus, " iya,"
" Sekarang belajar yang rajin,"
" Siap Nyonya Zea Sebastian Alvaro, "
Zea menoleh dengan dahi mengernyit, " Lebay lagi kan"
Pangeran menyengir
" kamu malem ini istirahat ya Cukup ya, Pangeran " lanjut Zea kemudian, " Aku doain kamu, Fito, Daniel, Miko, Adit dan kelas dua belas lainnya semoga lancar ujiannya, "
Mendengar itu Pangeran malah merenggut tidak suka, " Kok doa kamu enggak buat aku doang sih,"
Zea berdecak, " iya, iya aku doain Pangeran Sebastian Alvaro doang lancar ujiannya, "
" Nah, gitu dong, " kekeh Pangeran senang
Andai saja setiap hari seperti ini. Rasanya hidupnya akan terasa indah terus-menerus••
" Pangeran makanya yang bener dong. Masa Cuma roti tawar doang Cuma Pake Selai aja,"
Pangeran meletakkan kembali roti yang hendak disuapkan ia mengerucut bibirnya, " Terus aku makan apa ,"
Zea mendengus lalu membuka lemari Pendingin diambilnya sebutir telur, Fillet daging sapi,tomat dan selada yang yang tampak segar
__ADS_1
" Bentar, aku goreng telur sama dagingnya dulu, kamu enggak bakal telat, kan, " tanya Zea sambil menatap jam tangan Putihnya yang masih jam setengah enam
" Enggak, " Pangeran memperhatikan Zea yang sedang menggoreng telur dan daging dengan senang. Rasanya ia jadi lebih bersemangat Pergi ujian. Ya Sejak Pagi Zea sudah berada di rumah Pangeran
Setelah selesai Zea menyiapkan sandwich dengan irisan daging dan telur, lengkap dengan selada dan irisan tomat. ia menyajikannya Pada Pangeran yang kini menopang dagu
" Nih Makan, "
" Thanks, "
Pangeran memakan rotinya dengan lahap, meskipun Pikirannya entah sedang di mana. Terus saja melompat, kadang ia memikirkan ujiannya nanti kadang ia memikirkan kuliahnya di luar negeri
ia menghela nafas. Sebenernya ia tidak ingin jauh-jauh dari Zea. Bagaimana jika Perempuan ini berpaling darinya ? Bagaimana jika Vino kembali ? Bagaimana jika banyak laki-laki yang berinteraksi dengannya Memikirkan semua itu membuat kepalanya berdenyut nyeri
" Pangeran, "
Pangeran menoleh ketika Zea memanggilnya, " Apa,"
" kamu nanti jangan terlalu maksain otak kamu buat mikir nanti takutnya nanti malah kepala kamu yang sakit, "
Pangeran malah tersenyum lebar, " Kamu khawatir sama aku ,"
Zea mendengus. kadang-kadang ia ingin sekali melempar Pangeran dengan sepatu
" Enggak, " balasnya ketus
" Aku tau kamu khawatir. Masa sama Pacar sendiri datar-datar aja. kemarin aja sampe nangis terus teriak-teriak di rumah sakit,"
Zea terbelalak, " Kok kamu tau, "
" kemarin temen-temen Cowok ngomongin itu. katanya kamu sampe nangis, ingus keluar, teriak-teriak di rumah sakit duduk di lantai sambil mewek, ih malu-maluin,"
Wajah Zea sudah memerah. ia merasa sangat malu Awas aja kalua nanti ia bertemu Cowok-cowok itu Akan ia tendang satu persatu
" iya kan ? Buktinya sekarang kamu diem,"
" Ya itu karena aku khawatir sama kamu. Gimana aku enggak mewek Pas dokter bilang kamu bonyok terus bilang kamu gegar otak, " Sungut Zea
Melihat itu Pangeran malah Tertawa tetapi ia meringis kemudian karena merasa Pusing. Ternyata jika emosinya naik kepalanya juga akan berdenyut
" Ya udah Zea aku berangkat dulu, " Pangeran berdiri setelah Rotinya habis. ia menarik nafas dalam-dalam sebelum mengambil tasnya yang tergeletak di atas kursi
" Pangeran yang rapi bajunya, " seru Zea ketika baru menyadari Pakaian Pangeran masih seperti biasanya
kemeja tidak dimasukkan, dasi awut-awutan, sepatu biru kelakuan Pangeran benar-benar membuatnya geleng-geleng kepala karena heran
" Bajunya di masukkin "
" Nanti di sekolah aja ,"
" Dasinya benerin, " Zea mendekati Pangeran dan membenarkan simpul dari Cowok jangkung itu, Pangeran diam-diam merasa geli. Rasanya seperti ia adalah laki-laki dewasa yang hendak bekerja dan dihadapannya ada istri yang sedang mempersiapkan Penampilan untuk Pergi bekerja
" Zea , " Panggil Pangeran Setelah dasinya sudah dirapikan
" Apa,"
" Tadi kita kayak Pengantin baru ya, suami mau kerja dan istri ngebatuin suaminya,"
Zea segera memasang wajah jijik, " Pangeran ih Sumpah geli dengernya, "
Pangeran kembali tertawa meskipun rasa Pusing kembali menyerang
" kamu nanti Pulangnya gimana, " Pangeran berjalan ke arah garasi, diikuti Zea yang mengekor di belakangnya
" Aku di sini bawa motor kok,"
Pangeran menoleh ketika Zea menunjuk kendaraan beroda dua itu
" Hati-hati ya Pangeran, "
Pangeran mengganguk,masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya tak lupa kaca jendela ia turunkan agar masih bisa berbicara dengan Zea
" kamu juga hati-hati ya. jangan sampai lirik-lirik satpam di depan kompleks, ya "
" iya, Bucin ku berisik amat ,"
Pangeran tertawa
" Pangeran semangat, "
Pangeran mengikuti gestur Zea yang mengepalkan kedua tangannya dan mengangkatnya , " Thanks, Zea,"
...••••...
Pangeran mengerang entah untuk kesekian kalinya Rasa Pusing yang mendera kepadanya rasa sesak di dadanya. Rasanya ia tidak kuat lagi mengerjakan soal Padahal jawabannya sangat mudah
Pangeran mencengkram rambutnya Pelan, mencoba menetralisir rasa sakit yang ia rasakan dan untungnya, berhasil walaupun tidak sampai hilang sama sekali, yang penting ia bisa menjawab cepat-cepat keluar dari sana. Daripada kepalanya meledak nanti
ia tersenyum ketika semua soal sudah ia jawab, walau waktu masih tersisa tiga puluh menit lagi. ia memilih untuk memejamkan matanya sebentar, mencoba berpikir dan menanamkan tekad dalam hati untuk berlaku serius kedepannya tidak lagi bermalas-malasan seperti yang ia biasa lakukan
kemarin ia mendapatkan dukungan dari ayahnya laki-laki itu berkata, ia Percaya akan kemampuan Pangeran nanti ketika dewasa nanti
selain itu ia juga tidak ingin mengecewakan Zea. ia ingin Cewek itu sekali saja merasa bangga padanya. Pangeran membuka matanya dan kembali tersenyum
Perubahan itu datang setelah tekad tertanam Begitu kuat bukan hanya karena angan yang bersifat sementara.
__ADS_1