MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 46


__ADS_3

" Stanford university "


" Hah, " Zea berharap telinganya salah mendengar


" Dia lulusan Stanford," ulang Zea sambil memakai helmnya


Bima menelan ludahnya, " Lo yakin ? Enggak bohong kan,"


Zea memutar bola matanya malas,"Ngapain gue bohong Udah ah gue duluan,"


Cewek itu melajukan motornya dan meninggalkan Bima yang masih terdiam


Zea menarik nafasnya dalam-dalam. ia jadi memikirkan Pangeran. Bagaimana keadaan Cowok Pembohong itu. ? Oke, Zea kini mulai kesal dengan sikap Pangeran akhir-akhir ini. sudah setahun ini mereka sangat jarang komunikasi bahkan dalam dua bulan ini Pangeran tidak menghubunginya sama sekali


Apakah Cowok itu masih menganggapnya ? Sejenak Zea merasa ragu. sepertinya Sudah ada orang yang menggantikan Posisinya. ia kemudian tersenyum Pahit


Tetapi ia akan berusaha tetap berusaha untuk Percaya dan menunggu walaupun ia tahu Cowok itu bisa melanggar janjinya Pangeran mengatakan ia akan Pulang ke Indonesia sesegera mungkin setelah lulus tetapi nyatanya tidak. kalau di hitung mungkin sudah hampir satu tahun tidak ada tanda-tanda Pangeran akan Pulang


Zea menepi Tanpa sadar ia melalui jalur kenangan dan berhenti di depan kafe milik Pangeran. apakah Pikiran dan Perasaannya yang membawa kemari


Zea memilih Turun dan masuk, hitung-hitung makan siang di sana. siapa tahu Pangeran ada di sana Memang harapan yang terlalu mustahil, tetapi tidak ada salahnya untuk datang dan melihat-lihat, bukan ?


" ini buku menunya Mbak, " Ucap Pelayan Perempuan ramah ketika Zea sudah duduk Paling ujung


" apa aja yang ada udangnya, Mbak ? balas yang Zea malas melihat-lihat


" kalau begitu mi Udang saja, Mbak ? ini menu andalan kami, "


Zea mengganguk Cepat


Setelah Pelayan itu Pergi, Zea bersandar ke kursi memandang ke luar jendela ia merindukan Pangeran. sungguh lima tahun ini ia tidak bertemu dengan Cowok Posesif itu. apa cowok itu sangat sibuk ?


Tiba-tiba Ponselnya bergetar. Ponsel yang sama selama lima tahun ini. sekarang kondisinya sudah tidak mulus dengan goresan sana-sini, Dulu Ponsel ini benda Paling Canggih,kini sudah ketinggalan zaman Teman-temannya sudah memiliki Ponsel yang lebih canggih, Tapi Zea tak mau menggantinya


Dengan Penuh harap, Zea membuka benda Pipih itu Tapi bukan Pangeran yang menghubunginya melainkan Rani


" Woi nyong, Kumpul, nyok, "


Zea tersenyum tanpa sadar, " sekarang, "


" iya lah, "


" Ayo tapi ajak yang lain, Mau kumpul di Kafe Terserah Gue lagi di situ soalnya, "


" Oke sip emangnya Pangeran udah balik,"


" Belum,." Zea menggelengkan kepalanya


" kirain udah Pulang Ya udah tunggu ya Gue sama yang lain ke sana dua puluh menitan, "


" iya Cepetan, " Zea menutup telepon itu lalu tersenyum melihat Pelayan tadi meletakkan Pesanannya


selama beberapa menit Zea Fokus untuk memakan hidangan itu. tepat ketika habis Rani dan Dea datang secara bersamaan


" Zea ya ampun gue kangen !" Dea yang baru datang langsung memeluk Zea dengan erat


" Gue juga Dea, "


" Eh makanan Lo udah abis, " Tanya Rani setelah melihat Piring di meja Zea sudah bersih


" iya kenapa, Rani ,"


Rani malah menyengir, " Tadinya gue mau minta, "


" Dasar Tukang makan, " geretu Zea dengan nada bercanda, " Eh Marissa mana"


" Dia kayaknya masih di jalan, "


" Duh kita udah lama nggak banget enggak kumpul kayak gini, Pada sibuk semua sih," Celetuk Dea


" apalagi beda jurusan semua, jadi susah ngatur waktu, "


" Gimana kuliah kalian lancar kan, " tanya Zea basa-basi


" Lancar-lancar aja sih , "


" Oh iya Zea Pangeran belum Pulang,"


Zea menggeleng mendengar Pertanyaan Rani, " belum kayaknya dia udah enggak ada niat buat balik deh. Ngehubungin gue aja dia enggak pernah, "


" jangan ngomong kayak gitu ah, " sahut Dea tidak setuju


" Mungkin dia lagi sibuk-sibuknya, jadi enggak sempet, "


Zea hendak membalas ketika satu orang lagi datang dan duduk di kursi


" Hai Marissa, "


Marissa tersenyum tipis, " Hai, "


" Cuma berempat ini nggak ngundang yang lain juga biar agak ramean sedikit, "


" Sheila nggak bisa datang karena ada acara keluarga katanya dan Jenny enggak bisa juga katanya dia mau ngerjain tugas kuliah,"


" Oh, " balas Marissa Cepat


" Eh, Marissa elo kenapa ? kok lemes gitu,"


" Ya nih soalnya gue habis kerjain skripsi gue biar cepat selesai jadi gue enggak Capek gitu,"


Semua saling menyuarakan Suaranya kecuali Zea. Cewek itu tampak menatap Ponselnya dengan bingung. seseorang meneleponnya tetapi ia tidak mengenali nomornya


" Kalian bisa diem sebentar enggak, ada yang nelpon ke hp gue, " Pinta Zea


" Siapa Zea, " Dea mengintip Ponsel Zea


" Enggak tau, makanya kalian diem dulu,"


Zea lalu menggeser layar untuk menerima Panggilan itu, " Halo, "


Si Penelepon itu tidak menyahut itu membuat Zea jengkel


" Halo, " ulang Zea


" Zea, "


Panggilan itu membuat Zea terdiam.Tubuhnya seakan membeku tetapi jantungnya berdebar lebih kencang. ia tidak salah dengar ? Suara ini ... "


" Zea ini aku Pangeran,"


Zea menunduk dengan air mata yang tiba-tiba menetes di Pipinya Teman-temannya saling menatap dengan karena bingung


" kamu Pikir aku enggak kangen,hah ? ke mana aja kamu selama dua bulan ini, " sembur Zea


melihat ekspresi wajah Zea yang memerah Karena senang sekaligus marah teman-temannya mengerti


" Maaf, " hanya satu kata itu yang terucap dari seberang sana


" Enggak guna kamu minta maaf, "


Ucapan Pedas Zea sempat membuat si penelpon tertegun sesaat. ia Sangat merasa menyesal dan merasa dirinya sangatlah bodoh


" Zea, aku mau ketemu sama kamu, "


Zea mengeryitkan dahinya, " Apa, "


" aku mau ketemu sama kamu Zea I Miss you voice I Miss your face I, I Miss every little thing about you, I really do," suara Pangeran bergetar. ia memang sangat merindukan Zeanya segala kekhawatiran dan segala Perasaan lainnya sudah ia tahan dengan kuat selama lima tahun ini

__ADS_1


sebenarnya Pangeran sudah dua bulan Pulang ke Indonesia, tetapi sialnya Ponselnya hilang dan rutinitas Pekerjaan sebagai Pewaris kerajaan Ayahnya segera menyambutnya. seolah tanpa henti Pekerjaan itu datang secara bersamaan, hingga membuat Pangeran Sempat jatuh sakit. Mungkin karena efek kejadian saat SMA-nya dahulu


ia tidak menghubungi Zea karena tubuhnya merasa lemah tetapi hatinya terus berteriak ingin bertemu Perempuan itu. Pangeran sempat mengutuk segala kesibukan yang ia terima Tetapi akhirnya ia berpikir ia harus menyelesaikan urusannya secepat mungkin agar bisa bertemu dengan Zea


" kamu bisa kan ? Aku ada di Jakarta,"


Refleks Zea mengganguk Cepat


" kenapa kamu baru ngehubungin aku sekarang, " tuntut Zea meminta Penjelasan


" Maaf aku terlalu sibuk Tapi kamu jangan salah sangka aku enggak Peduli sama kamu Zea ,"


" kamu itu nyebelin banget sih, "


Sebuah isakan lolos dari mulut Zea, yang membuat Pangeran Panik bukan main


" Zea ? Tolong jangan nangis, Aku tau aku ini berengsek atau apa pun itu Tapi tolong jangan sampe kamu nangis. Maki aku aja,"


" Dasar Cowok berengsek"


Pekikan Zea berhasil membuat Pengunjung lain mengalihkan Perhatian mereka Padanya


" Aku mau Ketemu sama kamu,"


" kalo gitu kita ketemuan jangan ngomong doang Pangeran, "


" kafe Classirose, Jam setengah sembilan setelah Pekerjaan aku selesai "


" Oke, "


" See you, "


" See you,"


" Tadi Pangeran ya, Zea ? seru Rani sedikit setelah Zea menutup teleponnya


" iya, "


" kalian mau ketemuan,"


Zea menggaguk, Tetapi wajahnya kalut, " Gue harus gimana, "


" Kok gimana ? Ya tinggal Ketemu apa susah sih,"


" Maksudnya gue gimana nanti kalau kita sama-sama Canggung ? atau Penampilan gue pas ketemu nanti malah enggak pas ? gimana dong


" Tenang aja Zea akan ada gue sama Dea yang bisa make over Lo Biar Lo Tambah Cantik, "


Zea tersenyum lebar, " Makasih ya "


" Iya sama-sama, "


Di sisi lain Pangeran tersenyum menatap Ponselnya sebenarnya ada alasan lain mengapa ia tidak menghubungi Zea lebih awal, karena ia ingin memberi kejutan pada Perempuan yang sangat ia cintai


tiba-tiba terdengar ketukan pintu Pangeran menoleh dengan agak sebal seorang Perempuan berusia tiga puluh tahun masuk dengan map di tangannya


" Maaf Pak, ada berkas yang harus anda tanda tangani


Pangeran menghela nafas, lalu melontarkan pertanyaan yang tidak nyambung dengan perempuan itu, " Kapan aku bisa Pulang,"


Yang ditanya menaikkan sebelah alisnya, " Mungkin satu atau dua jam lagi, "


Pangeran berdecak, " aku ingin secepatnya"


mendengar nada bicara Pangeran yang terdengar menuntut sang sekretaris hanya tersenyum tipis, " Anda bisa Pulang jika Urusan ini sudah selesai,"


Pangeran menatap Ponselnya lagi. ia akan melakukan yang terbaik agar bisa Cepat Pulang dan menemui Zea di tempat itu


" ini. beneran Tempatnya ? Rani memandang takjub ke arah bangunan du lantai itu, " Gede banget, Zea Dari luar aja udah keliatan mewah"


Zea hanya menelan ludah karena gugup. apa yang akan terjadi jika ia bertemu dengan Pangeran nanti sekian lama ? Rasanya suasana akan terasa sangat canggung. ia juga takut tidak bisa menahan emosinya nanti. jika ia tiba-tiba menangis dan terharu dan riasannya luntur kan tidak lucu malah memalukan


Zea mengikuti arahan Dea dan mengangkat jempolnya


" Terima kasih banget ya kalian udah ngeluangin waktu buat bantuin gue, "


" sama-sama , " ucap Marissa dan Rani kompak


" iya dan inget kalo jadi di lamar jangan lupa traktirannya ya, " Celetuk Rani


" iya Pasti, Ya Udah gue masuk, "


Zea turun dengan jantung berdebar kencang. Dengan langkah lambat ia masuk ke dalam gedung itu. Tetapi yang membuatnya heran adalah meja kosong, tidak ada satu pun pengunjung di sana. Apa tempat ini sudah tutup ?


" Apakah anda tamu Pangeran Sebastian Alvero, "


Zea menoleh cepat karena Pertanyaan itu membuatnya terkejut. Seorang Pelayan berdiri di tempat yang tadi dilaluinya sejenak ia mengusap dadanya Pelan," iya"


" Silahkan lewat sini, " Pelayan itu menunjuk tangga yang mengarah ke lantai dua


Zea Celingak-celinguk bingung


" Apa restorannya tutup ? Tidak ada siapa Pun di sini, "


Si Pelayan Perempuan itu hanya tersenyum, " Tempat ini sudah di Pesan Pribadi ,"


Zea mengganguk Paham. Pangeran menyewa tempat semewah ini hanya untuk menemui dirinya ? Mau tak mau ia merasa terharu


Zea kemudian duduk di tempat yang di tunjuk si Pelayan sepertinya meja ini khusus di pesan lilin yang menyala di tengah meja dan hiasan-hiasan bungan mawar yang tertata rapi


Pemandangan dari tempat duduk pun bukan main bagusnya, walaupun berada di Pusat Jakarta yang Padat. sinar lampu di kejauhan tampak seperti bintang di langit yang berkelap-kelip


Zea sepertinya masih harus menunggu, karena tidak ada tanda-tanda ada Pangeran ia hendak menghubunginya tetapi segera ia urungkan niat itu. siapa tahu Pangeran masih sibuk dengan berbagai Pekerjaan yang menyita waktu


ia menyentuh kalungnya dan memainkan liontinnya itu jadi kebiasaan kala menunggu sesuatu kalung Pemberian Pangeran itu masih ia Pakai


Pangeran melirik arlojinya berulang kali. ini hampir setengah sembilan tapi pekerjaannya belum selesai. Belum lagi Perjalanan di tempat itu ia yakin lalu lintas malam ini tidak terlalu lancar


ia memilih mengemudikan mobilnya sendiri. jasnya di buka sehingga ia tinggal memakai kemejanya Dengan kecepatan sedang mobil Pangeran melaju. sesekali ia mencengkram kemudi karena gugup


Setelah sampai Pangeran menghela nafas Pelan untuk mencoba menetralisir rasa gugupnya. ia berharap Zea tidak marah karena membuatnya menunggu Dengan langkah mantap ia masuk ke dalam restoran.


Pangeran melangkahkan kakinya menuju lantai dua. matanya yang tajam menangkap sosok Perempuan yang selama ini ia rindukan. Perempuan itu sedang duduk sambil melihat Pemandangan di hadapannya Zea sangat Cantik dengan rambut pirang-cokelat yang di gerai begitu saja dan dan gaun putih itu, ia tampak manis


Zea mengerjapkan matanya Pelan lalu menoleh ketika ia mendengar suara langkah kaki mendekat. keheningan itu membuatnya merinding, tetapi matanya segera membelalak sempurna begitu ia melihat seorang laki-laki jangkung yang melangkah mendekat ia masih tampak rapi walaupun hanya mengenakan kemeja jasnya hanya disampirkan di lengannya


Zea merasa nyalinya menciut. Apalagi ketika laki-laki itu Tersenyum manis padanya.


Pangeran yang menyadari keterkejutan Zea hanya tersenyum ia menghela nafas sebelum duduk di hadapan Zea


" Long time no see, mine, "


Semburat merah segera mewarnai Pipinya, Zea hanya ingin sekali menangis terharu. Benarkah Pangeran yang kini duduk di hadapannya ? Benarkah Pangeran yang kini duduk yang tersenyum sangat manis ? ini bukan khayalan atau mimpinya


Zea yang bingung harus menjawab apa hanya tersenyum kikuk


" How are you, mine "


Zea menggaguk dengan gerakan kaku, " I,m fine, " jawabannya dengan suara bergetar


Pangeran tertawa, " Enggak Perlu gugup kayak gitu, Zea aku masih sama kayak Pangeran yang kamu kenal dulu,"


mau tak mau Zea ikut tersenyum


" kamu Cantik Zea malem ini,"Puji Pangeran dengan mata tak berkedip


" kamu juga, "

__ADS_1


Pangeran mengeryitkan mendengar balasan itu ia terkekeh Pelan "Maksudnya aku juga Cantik gitu ,"


" Ya enggaklah maksud aku bukan itu, " balas Zea


" Makanannya belum datang, " Pangeran mengangkat tangannya ke arah Pelayan wanita yang setia menunggu di dekat tangga


" Ada yang Perlu saya bantu, Pak, "


" Pesanan, " jawab Pangeran singkat


Si Pelayan mengangguk dan segera berlalu


" Zea, lama ya kita enggak ketemu,"


Tanpa sadar Zea mendengus, " Sebentar kok, lima tahun itu sebentar banget. Enggak Sekalian kamu ke sini Pas sepuluh tahun,"


Nada suara Zea naik karena emosi Tapi bukannya tersinggung pangeran Hanya Terkekeh Pelan


" Maaf ,"


" Maaf, Maaf Gampang banget, "


" Zea, aku benar-benar minta maaf, "


Zea merasa darahnya berdesir ketika Pangeran menggenggam tangannya


" Tapi kamu harus tahu Zea just I because I am busy, doesn't mean I stop loving you,"


Tanpa sadar Zea memejamkan matanya. ia bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri Mengapa Pangeran dapat dengan mudah membuatnya berbunga-bunga seperti ini ?


" jangan Pernah Ragu Tentang rasaku. karena aku tidak pernah berubah sampai kapan pun itu,"


" Pangeran, "


Pangeran tersenyum kecil ketika Zea akhirnya berbicara, " iya, Zea "


" Hubungan ini ... bisa dilanjut, kan "


Pangeran mengganguk, " Tentu Perasaan kita enggak berubah, kan"


Zea menggeleng


" Enggak, usah Canggung kita masih pribadi yang sama seperti dulu. Anggap aja tidak apa pun yang terjadi"


Zea mengganguk, " Oke,"


Zea makanan yang dipesan datang Di mulai dengan makanan Pembuka yang menggugah selera


Keduanya kemudian makan, meksipun sesekali Zea harus menunduk salah tingkah karena terus-menerus di Perhatikan Pangeran


" jangan diliatin aku Kayak gitu, Pangeran"


" Tapi aku suka "


Zea tertegun sesaat. setidaknya laki-laki dihadapannya ini masih Pribadi yang sama. keras kepala


Setelah makanan Pembuka selesai. mereka menikmati hidangan utama. Ketika Pelayan selesai menghidangkan makanan Penutup, saat itulah Zea mulai memberanikan diri untuk membuka suara


" Aku sebenarnya Pengen nanya banyak hal sama kamu"


" Aku juga Punya banyak Pertanyaan, Tapi kamu duluan deh, "


" kenapa kamu duluan bisa milih aku yang bukan siapa-siapa"


" Entah tapi Senyuman kamu yang membuat aku jadi suka sama kamu "


" kenapa bukan Orang lain aja,"


" Aku enggak tau Mungkin Tuhan udah memilih seseorang Zea Carista untuk Pangeran,"


" Sekarang giliran aku yang mau tanya sama kamu"


" Yang Pertama, selama ini kamu setia sama aku ? Enggak ada Cowok lain


Zea menggeleng cepat , " Enggak ada "


" Yang kedua kamu kenapa masih Ponsel yang Pernah aku kasih dulu ke kamu, " tanya Pangeran yang melihat Ponsel Zea di atas di meja


" Aku Cuma ngerasa ... ini benda saat istimewa bagi aku "


Pangeran tersenyum kecil, " Yang ketiga . ."


" Banyak banget nanyanya ? Protes Zea dengan kening berkerut


" Tugas kamu sekarang hanya menjawab Pertanyaan aku bukannya malah Protes "


Zea mengerucutkan bibirnya, " iya "


" Yang ketiga kamu sayang sama aku enggak"


" iya lah kalo aku enggak Sayang sama kamu ngapain juga aku nungguin kamu selama Lima tahun ini dan dateng di sini"


" Yang keempat,kamu suka Cokelat kan "


Zea mengerutkan keningnya ketika mendengar Pertanyaan Pangeran yang agak di luar dugaan


" kok kamu nanya gitu sih "


Bukannya menjawab. Pangeran malah mengulurkan tangannya dan mengangkat toples kaca mungil yang dalamnya terdapat cupcake cokelat. Tetapi bukan itu yang menarik perhatian Zea, melainkan benda kecil yang bertengger di atas mangkuk itu. Benda itu berhasil membuat Zea terkejut bukan main dan menutup mulutnya dengan tangannya


" Pangeran ini apa "


Pangeran pun mengambil cincin itu laki-laki itu berlutut di hadapan Cewek yang sangat ia cintai


" Zea Carista maukah kamu jadi istriku Menjadi ibu dari anak-anakku pendamping setia di saat aku memejamkan mata indahku memejamkan mata jadilah satu-satunya senyum yang aku lihat di saat aku lelah dan izinkan aku menjadi satu-satunya lelaki yang bisa membuat kamu tersenyum di sepanjang hidupku, jadilah matahari dan bulan ku maukah kamu menikah sama aku"


Air mata Zea mulai mengalir di Pipi nya


" Zea kamu nangis dong kamu belum jawab Pertanyaan ku lho kamu mau kan jadi istri dari Pangeran Sebastian Alvaro yang Posesif ini, "


" iya Pangeran aku mau jadi istri kamu, "


Pangeran tersenyum dan meraih tangan Zea ia menyelipkanya di jari manisnya, " Cocok buat kamu Zea Thanks my Girl, "


ia kemudian menarik Zea ke balkon Di Sana mereka menikmati kedip lampu di kejauhan


Entah apa yang merasuki Pangeran ketika ia tiba-tiba berteriak" She is my girl now she is mine"


Zea Terkekeh merasa Pangeran agak kekanak-kanakan " Pangeran malu "


" Mau kenapa ? Enggak ada siapa-siapa di sini"


Pangeran mengusap puncak kepala perempuan yang ada dihadapannya dengan wajah berseri-seri


" You are you, you are my mile, you are so"


" Dari dulu kamu selalu bilang itu "


" Tapi sekarang beda now you are a candidate for my wife who is not a girlfriend again"


keduanya saling bertatapan dalam waktu lama, dengan jantung yang sama- sama berdebar kencang dengan Perasaan menghangat


mereka Pun sama-sama merasa sangat bahagia malam itu


Siapa pun akan melihat mereka saling memiliki satu sama lain hanya dengan melihat tatapan yang di layangkan Pangeran ataupun sebaliknya


keduanya tersenyum secara bersamaan kemudian, dan membisikkan Kalimat terdengar jelas di telinga masing-masing

__ADS_1


" I love you "


__ADS_2