MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 2


__ADS_3

jijik


ini satu lagi lelaki kurdus


" ini ada keributan lain. Lagi Pula ia tidak bisa mengingat dengan jelas siapa saja mengganggunya


" Enggak Perlu, keluar "


" Nggak mau "


" keluar "


" Enggak "


" Pangeran lepasin !"


" Enggak bakalan ! kamu harus istirahat"


" Ya enggak gini juga ! Ya elah mau Lo gue tendang,hah Gue Pernah ikut ekskul taekwondo,Lo !" ancam Zea sambil berusaha melepaskan pelukan itu walaupun sangat sulit. Tak lupa dihadiahkannya Pelototan gratis kepada Pangeran yang menurutnya sangat menyebalkan


" Engga, Nanya, " balas Pangeran singkat


Amarah Zea terasa semakin mendidih Gue bilangin satu sekolah kalo elo macem-macem sama gue ! lepasin nggak ? ancam Zea


" Enggak bakalan ada yang berani ngelawan aku. Aku jamin " balas Pangeran mantap


" DASAR LO YA COWOK SIALAN ! LEPASIN GUE !" Teriakan Zea begitu keras hingga membuat Pangeran meringis sebentar, tetapi ia tidak berniat untuk Pergi. bukan Pangeran namanya kalau mengenai suatu hal begitu saja


" Assalamualaikum, " Sheila yang masuk UKS dikuti Rani dan Marissa Pun terbelalak kaget ketika mendapati Pangeran sedang menahan tangan Zea di atas tempat tidur

__ADS_1


Dengan sigap, Sheila menarik Marissa dan Rani masuk UKS dan secepat mungkin menutup pintunya sebelum ada yang melihat Bahaya.


Melihat Rani yang akan berteriak Sheila dengan segera menjejalkan roti yang belum di buka bungkusannya ke mulut Rani yang kontan membuat Perempuan itu tersedak dan terbatuk hebat. Zea yang terkejut dan tidak bisa menduga siapa itu dengan refleks menendang Pangeran


yang membuat Cowok itu terjatuh dari tempat tidur Pangeran lalu mengaduh kesakitan


" Rasain ! Eh, Maaf enggak sengaja " Zea menatap Pangeran yang terbaring di lantai dengan wajah mengernyit


" Zea ! Lo Tadi apa-apaan Peluk Pelukan di UKS sama Pangeran ? iya gue tahu Lo baru jadian sama Pangeran tapi jangan kayak gitu juga kali " Ucap Marissa dengar suara Pelan


" Ya Tuhan gue kira Siapa ! Bukan, gue yang meluk, kok Tapi Pangeran duluan yang meluk gue "


Pangeran yang sudah bangkit pun menatap Rani, Sheila dan Marissa yang masih terbatuk dengan tatapan yang tidak bisa diartikan


" Siapa Kalian,hah ? Ngapain kalian ke sini"


Marissa menelan ludahnya, sedangkan Sheila dan Rani hanya menatap Pangeran takut


Pangeran menoleh " aku nggak tau, Maaf ? Pangeran mendekati Zea lalu berbisik " aku pergi dulu, tapi jangan harap kalo kamu mau Putus dari aku Aku Sayang sama kamu "


Anak laki-laki itu berlalu Pergi, Tetapi sempat melayangkan tatapan tidak suka ke arah tiga sahabat Zea


" He, Zea Lo enggak kenapa-kenapa kan ? Marissa memandang Zea yang kini bangkit dan Duduk di ujung tempat tidur


" Enggak Parah, Enggak sampe dioperasi kok"


Rani mendengus


" Eh, katanya elo digendong Pangeran ke, sini ya ? Enak enggak !" Sheila bertanya dan memasang telinganya baik-baik

__ADS_1


" Lo Pikir makanan enak !" iya gue digendong Pangeran ke sini," sungut Zea kesal ia masih menyesal tidak menendang Pangeran sekeras mungkin saja tadi


" Tapi Lo nggak apa-apa kan Katanya elo dikerjain fans-nya Pangeran "


Zea mengganguk


" Gila, ya " Ucap Rani sambil memdecakkan lidahnya


" Emang ! Gue enggak habis Pikir mereka Kayak Orang kesurupan gitu "


" Lagian kenapa kalian enggak ikut Coba ? kan kalo berempat kan mereka nggak bakalan seberani ini Lagian ada si Rani yang bisa teriak kenceng kayak speaker sekolah "


" Ejek aja gue terus " geretu Rani dengan kesal


" Maaf," Respons Sheila dan Marrisa serentak


" Gue enggak tau kalau fans Pangeran bisa segila itu " Marissa menggelengkan kepalanya


" Gue juga, " timpal Sheila


" Eh,Lo jadi enggak mutusin Pangeran ? tanya Rani penasaran


" Enggak " Zea menggeleng


" Gimana dong "


" Enggak tau "


" Yaudah nikmati aja dulu " Ucapan Rani dikuti anggukan Sheila dan Marissa

__ADS_1


" Tapi gue enggak mau "


" Pangeran itu nggak bisa di tentang, Zea inget "


__ADS_2