
erjalan menghampiri kelas Pangeran, tidak memerdulikan Tatapan sinis dan Celaan kakak-kakak kelasnya. sebenarnya telinga Zea terasa Panas Tetapi bukan itu masalahnya. Sekarang ia harus bertemu dengan Pangeran dan meminta maaf untuk kesalahannya Kemaria menarik nafasnya dalam sebelum mendatangi kerumunan siswa yang duduk di depan Kelas XII IPA 3. Saat Zea datang menghampiri, Sontak mereka menoleh kearahnya dengan tatapan bingunPermisi, Kak ... etapi Ucapan Zea itu langsung di Potong oleh siswi yang dulu juga membantu mencari PangeranNyari Pangeran, "ea menggaguk Reaksi beberapa daereka terdengar jelas oleh
" Itu Pacarnya Pangeran ?"
" Pantesan tuh anak kesemsem orang ceweknya aja Cantik kayak gini, " Celetuk salah satu siswa
" Pangeran enggak masuk, " Ucap Kirana
Zea sendiri hanya tersenyum karena terpaksa. jadi Pangeran tidak sekolah Apa ia sengaja untuk menghindarinya
" kalau gitu Makasih, iya Kak, " Zea menggaguk sopan dan berbalik Pergi setelah Kakak kelasnya itu membalas anggukan kepalanya
Saat hendak turun tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh seseorang. Zea mendongak dan mengerutkan dahinya heran. ia merasa pernah melihat laki-laki yang ada di hadapannya ini. tetapi ia tidak bisa mengingat tepatnya bagaimana kejadiannya
" Lo lupa sama gue ? tanya Cowok itu sambil melipat tangannya di dada " Gue Adit, "
Kerutan dahi Zea semakin dalam. Kemudian ia menyadari sesuatu
" Oh, Kakak yang suka ngomen gak jelas di IG saya,kan ? yang dulu Pernah maksa saya ke UKS,"
Adit menggaguk
" Yang dulu di hajar sama Pangeran, "
Rupanya Pertanyaan yang dilontarkannya Zea secara spontan itu segera di sambut oleh Adit dengan emosi. ia langsung meledak
" Alah jangan sok bangga-banggain Pacar Lo deh ! sebentar lagi dia juga bakalan gue ajar sampe habis. Liat aja nanti Dia Pasti bakalan kalah sama gue," katanya sinis Cowok itu melenggang dan sengaja menabrakkan bahunya ke bahu kiri Zea hingga ia terjatuh
Zea mengumpat dalam hatinya karena kesal. kakak kelasnya itu benar-benar menyebalkan
Dengan muram, ia kembali ke kelasnya. Di Perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang sangat ingin dihindarinya
" Dari mana Zea, "
Zea mengembuskan napasnya Pendek
" Dari kelasnya Pangeran," balas Zea seolah berbicara kepada dirinya sendiri
" Eh, Zea, temenin gue ke kantin yuk,"
Zea seketika melotot, " Enggak, Enggak laper "
Vino mengerucutkan bibirnya, " Temenin gue sebentar aja, Zea, "
Zea menggeleng. " Enggak ah, Vino gue takut ,"
" Lo ? takut kenapa,"
Zea mendengus , " kalo Pangeran marah terus mukulin lo lagi gimana, "
" Enggak pa-pa,"
Zea mengernyit dahinya ketika mendengar jawaban dari Vino
" Tapi hubungan gue sama Pangeran yang kenapa-kenapa, " sahut Zea sambil tersenyum miring. ia lalu meninggalkan Vino yang terdiam mematung
...***...
Zea Celingak-celinguk di taman belakang sekolah. Biasanya Pangeran sering di sini tetapi hari itu tidak ada tanda-tanda Pangeran
ia kembali ke Parkiran sekolah dengan langkah gontai. ketiga temannya sudah menunggu di sana
" Gimana Zea ada Enggak, "
Zea menggeleng, " Enggak ada, Gue cari ke mana-mana juga enggak ada, "
" Di Kafenya Coba, " Celetuk Rani yang di sambut anggukan Sheila dan Marissa
Mereka Pun Pergi ke kafe depan sekolah. Zea segera masuk dan mendatangi meja kasir
" Hmm ... Mbak, Pangeran ada enggak, "
Kasir perempuan itu menaikkan sebelah alisnya, " Mbak siapa ya ," tanyanya Dingin
" Saya Pacarnya, "
" Saya baru datang. tanya aja sama Jack, dia ada di lantai atas."
Zea mengucapkan terima kasih dan segera naik ke lantai di atas, sedangkan ketiga temannya lebih memilih duduk untuk menunggu. Mereka tidak memerdulikan tatapan tajam kasir tadi karena mereka tidak memesan apa pun.
Zea menghampiri satu-satunya Pelayan laki-laki yang ada di sana dan sedang menghidangkan sesuatu ke meja pelanggan Saat menyadari ada orang di belakangnya, Jack menoleh
" Ada yang bisa saya bantu, Mbak"
" Hmm ... boleh nanya sesuatu enggak, Mas,"
Jack menggaguk
" Pangeran tadi ke sini enggak ?
" Pagi-Pagi sih ke sini,"
" Kalo boleh tau sekarang dia ke mana ya,"
" Wah kurang tau, Mbak. Tapi tadi Pagi dia Pake seragam terus ngobrol sama temennya, "
" Siapa,"
" Kurang tau, Mbak Tapi kayaknya bukan anak SMA Sangjaya soalnya saya enggak pernah liat, "
Zea menghela nafas
Pangeran memakai seragam tetapi cowok itu tidak datang ke sekolah ke mana sebenarnya ia pergi ? Lalu siapa yang ditemui Pangeran
Kemudian ia khawatir. Apa Pangeran sedang sakit kemarin kan Cowok itu hujan-hujanan
__ADS_1
" Ada lagi, Mbak ? tanya Jack Pada Zea tampak bingung
Zea menggeleng, " Makasih, ya Mas"
ia turun dan menghampiri Teman-temannya
" Anterin gue ke rumah Pangeran,ya "
" Dia ada di rumah,"
" Enggak tau, tapi gue mau coba,"
" Kalua gitu ayo,"
Mereka berempat pun pergi terburu-buru menerjang rintik hujan yang turun
Di Perjalanan, Zea terus-menerus memikirkan segala kemungkinan yang ada. Pangeran menghindarinya ia yakin akan hal itu.
Ketika mereka sampai di depan rumah Pangeran, teman-temannya melongo
" Zea, rumah Pangeran mewah banget, " Celetuk Sheila
" Di dalemnya bagus, enggak, "
" Udah ah, jangan nanya Mulu Lo kayak ibu-ibu pedagang di pasar. Buruan turun Zea," ucap Marissa
Zea turun lalu memencet bel di pagar. teman-temannya menunggu di dalam mobil
Tak lama seorang Petugas muncul di balik Pagar
" Cari siapa ya, Neng ? tanyanya
" Pangeran, ada Pak, "
" Oh ada, sebentar saya bukain dulu gerbangnya, "
Rasa lega sekaligus takut merambati sekujur tubuhnya. ia menoleh ke arah teman-temannya
" Kalian Pulang aja, enggak usah tungguin gue, "
" Terus elo Pulangnya ? Gimana kalau ... " Rani tak kuasa melanjutkan kalimatnya
Zea mengerti. Pasti maksudnya bagaimana kalau hasilnya tidak seperti yang ia harapkan
" Gampang nanti gue Pesen gojek, aja, " kata Zea.
ketiga temannya menggaguk, lalu Pergi
Setelah Pintu gerbang terbuka, ia berjalan masuk dan menghampiri Pintu utama di sana, ia memencet bel lagi
Kali ini Zea lama menunggu agar Pintu terbuka, hingga assiten rumah tangga Pangeran membukakan Pintu
" Ada perlu apa ya, Mbak, "
" Pangeranya ada, Bi "
" Saya Pacarnya,"
Pembantu itu langsung memekik senang ," Neng yang dulu pernah ke sini kan, ya ?
" Iya,Bi,"
Wanita Paruh baya itu mempersilahkan Zea masuk
" Aduh, Neng kalo Neng Pacarnya Aden tolong bilangin, kalo sakit ke dokter,"
Zea Terkejut, " Pangeran sakit,"
" Iya, Neng Panas banget Badannya. Tadi Pagi berangkat sekolah, Tapi enggak lama balik lagi. sekarang malah ketiduran di sofa ruang tengah. Udah Bibi bilangin malah ngambek gitu si Aden, enggak mau pindah ke kamar, Minum obat apalagi, " cerocosnya panjang lebar
Benar, saja Zea mendapati Pangeran yang tertidur di atas sofa dengan masih menggunakan seragam. Cowok itu terlihat menggeliat tidak nyaman Zea menyentuh dahi Pangeran. Benar saja, sepertinya ia demam
" Bi, bisa bawain air hangat buat, ngompres enggak, " Pinta Zea dengan yang suara bergetar. ia sangat khawatir
Pembantu itu segera melangkah ke arah dapur
" Pangeran, bangun Pindah ke kamar yuk," bujuk Zea sambil menepuk-nepuk pipi pangeran pelan
Perlahan Cowok itu membuka matanya. ia memicingkan matanya ketika melihat Zea
" Ngapain kamu ke sini, " tanyanya dengan suara serak
Hati Zea mencelos
" Kamu sakit Pangeran, Pindah ke kamar, yuk "
Pangeran mendengus, " Ngapain kamu Peduli sama aku ? tanyanya sinis
Zea menghela nafas, " Aku Pacar kamu, Aku sayang sama kamu. Ya pasti aku Peduli,"
Pangeran berdecih, " Oh, kamu Peduli sama aku ? kenapa enggak urus aja sama Vino kamu itu, "
Zea menggelengkan kepalanya," Tapi pacar aku itu kamu, bukan Vino, " Ucapannya sambil menahan air matanya agar tidak jatuh
ia mengerti Pangeran cemburu, dan ia sangat ingin meminta maaf
Pembantu Pangeran, Bi Enjum meletakkan semangkuk air hangat beserta lap di atas meja
" Bi, minta tolong sekali lagi enggak ? Bisa Panggilin siapa aja yang bisa bawa Pangeran ke kamar, "
" Bentar, Neng saya Panggilin Pak Beni dulu, "
" Mendingan kamu Pulang, " Ucap Pangeran sambil menutup matanya kembali
" Enggak, " tolak Zea dengan cepat
__ADS_1
" Aku bilang Pulang ya Pulang, " titah Pangeran dengan tegas
" Enggak, bakal, " balas Zea
Bi Enjum datang bersama Satpam yang tadi berjaga di gerbang. Pangeran sempat menolak dipapah di kamarnya,namun ia terlalu lemah untuk memberontak
Setelah Pangeran dibaringkan di tempat tidurnya, Bi Enjum dan Pak Beni meninggalkan mereka. Tinggal Zea menghadapi Pangeran Sendirian
" Ke dokter, yuk, "
Pangeran menggelengkan kepalanya
" Sana Pulang, " usir Pangeran sambil memejamkan matanya karena rasa Pusing yang masih menyerang
" Enggak, aku di sini aja, jagain kamu, " bantah Zea
" Pulang sana, " Pangeran memandang Zea tajam
" Enggak,"
" keras kepala ! Pulang sana,"
" kamu juga keras kepala, Pangeran udah sana tiduran, " Zea membuat Pangeran berbaring dan mengompres dahinya
Pangeran hanya diam karena tenaganya seakan habis untuk melawan
" Maafin aku, ya Pangeran, " bisik Zea lirih
Zea menghela nafas. Pacarnya sedang sakit ini sangat keras kepala. Di suruh makan tidak mau, Di suruh minum juga tidak mau
" Pangeran, makan dulu ya. Nanti minum obat,biar Cepet sembuh, "
Pangeran berdecak. Mengapa Pacarnya ini sangat keras kepala. ia sudah mengusirnya dari tadi Tetapi Zea tetap bergeming
" Udah, kamu Pulang aja sana ! seru Pangeran setengah mati menahan emosinya
" Enggak, " tolak Zea mantap
" kamu itu keras kepala banget sih. Aku enggak suka Cewek yang ngebantah omongan aku, "
Zea menarik nafasnya dalam-dalam
" kamu juga sama keras kepala,Pangeran Alvero aku bilang makan ya makan dong kamu enggak mau kan liat aku khawatir terus gara-gara kamu ? Kamu Pengen liat aku terus-terusan sedih," sanggah Zea
" Sekarang kamu harus makan, "
Pangeran menatap Zea dengan kesal, tetapi ia toh membuka mulutnya
" Nah gitu dong dari tadi, " Ucap Zea sambil tersenyum lebar
Pangeran sempat tertegun melihat senyuman menawan itu tetapi ia segera memasang Wajah datarnya kembali
Zea menatap Pacarnya yang sedang sakit itu dengan seksama. Pangeran sangat tampan bahkan ketika sedang sakit. ingin sekali ia mencubit pipi Pangeran karena gemas
" Enggak usah ngeliatin aku kayak gitu. Aku tahu aku ganteng, "
Zea tertawa seketika mendengar celetukan Pangeran, " Udah bisa bercanda sekarang kamu itu gemesin tau enggak,"
Zea mencubit hidung Pangeran yang mancung dengan gemas Kontan Cowok itu mengaduh kesakitan
" Sakit, Zea, " geretunnya tidak suka
Zea tersenyum, " sekarang buka mulut kamu dulu, ini suapan terakhir, Lo "
Pangeran masih kesal mendengus, Tetapi ia menerima suapan Zea
" Setelah ini kamu pulang, " tegas Pangeran untuk kesekian kalinya
Zea tetap menggeleng, " Enggak, "
Pangeran mendengus kasar
Dengan gemas, menggenggam sendok yang ia pakai untuk menyuapi Pangeran
" kamu Pikir dulu Pas aku sakit enggak kesel,kaget segala macem ada cowok yang ngejagain sampe malem Sampe nginep segala Untung Mama ngerti terus aku enggak dimarahi, " Cerca Zea sambil menunjuk-nunjuk Wajah Pangeran dengan sendok
" Sekarang giliran aku, kamu yang sakit dan aku yang maksa. Masa enggak boleh," lanjutnya
" Sekarang mendingan kamu tidur, istirahat Anggep aja aku enggak ada di sini. Puas , "
Pangeran mengernyitkan dahinya heran. Menjadi jadi Zea yang terlihat marah, ?
Cowok itu menutup wajahnya dengan selimut Tetapi dengan dibuka kembali oleh Zea. Cewek itu melotot padanya
" jangan ditutupi ! Nanti kamu sesak terus makin sakit, "
Pangeran berdecih
" Aneh banget kamu Peduli sama aku. Biasanya kan sama Vino kamu itu," gumam Pangeran dengan suara rendah dan serak
Tanpa diduga malah tertawa. " kamu itu lucu, ya lagi sakit begini masih aja Cemburu,"
Pangeran kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan Zea
" Siapa yang bilang kalo aku Cemburu,"
Zea terkikik geli
" Udahlah jujur aja. Emangnya kamu Pikir aku enggak ngerti sifat Posesif kamu itu,"
Pangeran mendelik sebal
" Udah, mendingan kamu tidur aja,"
Zea berdiri dan merapikan rok seragamnya yang agak kusut, lalu mengambil mangkuk yang diletakkan di nakas
__ADS_1
" Tidur Pangeran, jangan ngeliatin aku terus. Aku tahu aku Cantik, " Celetuk Zea menjiplak kata-kata Pangeran
Cowok yang sedang berbaring itu mendengus