MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 37


__ADS_3

Begitulah, setiap hari Zea Pasti akan Pergi ke rumah sakit setelah Pulang sekolah. Baik sendiri saja atau bersama teman-temannya Entahlah, Tapi ia merasa senang melakukannya meskipun saat ia datang seringkali Pangeran tidur, Zea mengerti dan memaklumi itu Berada di dekatnya saja Zea sudah bahagia


Zea berpikir. Setelah sembuh nanti apakah akan ada sikap Pangeran yang berubah ? Di internet, ia membaca bahwa ada beberapa yang kadang linglung atau sering berbicara ceplas-ceplos. ia berharap itu tidak akan terjadi kepada Pangeran


Zea juga kadang suka sebal dengan sifat Posesif Pangeran yang terlalu berlebihan, Tetapi di sisi lain sifat itu Pasti dirindukannya suatu saat nanti jika Pangeran meneruskan kuliahnya di luar negeri


" Pangeran kamu jadi kuliah di sana, " tanya Zea


" Jadi, " balasnya


" kamu kan lagi sakit, "


" Aku ke sana kan masih beberapa Minggu lagi. semoga aja Cepet sembuh,"


" Oh, gitu ya ,"


Zea kembali bacaannya yang belum selesai ia baca dari seminggu kemarin. Dalam waktu itu Pula, Pangeran menjalani Perawatan di rumah sakit, agar cepat sembuh tentunya


" Aku bosen, Zea, "


" kamu enggak boleh ngomong kayak gitu,"


Pangeran mengernyitkan dahinya," maksudnya aku bosen tiduran terus di sini,"


" Kirain,"


" Nonton atau baca gitu enggak boleh,ya"


" Enggak,kamu enggak boleh ngelakuin sesuatu yang bikin otak kamu mikir,"


" Tapi aku bosen di sini terus, " Protes Pangeran dengan wajah kesal


" Terus kamu maunya apa ,"


" Apa aja asal enggak bosen,"


" Aku bingung Pangeran ... "


Belum selesai Zea berbicara terdengar suara keributan di kamar. Pangeran meringis memikirkan apa yang terjadi


Zea menghampiri Pintu hendak melihat

__ADS_1


" Jangan, Zea kalo ada apa-apa gimana"


Zea memalingkan wajahnya sebentar, " Tapi itu yang ribut suaranya kayak Cewek ya,"


" Jangan Peduliin orang lain. kamu diem aja di sini,"


Zea menghela nafas dan kembali duduk. Tetapi keributan di luar belum mereda juga


" Udah jangan di Pikirin, "


Lima detik berselang dan Pangeran meringis kembali, tetapi Wajahnya tampak memendam kemarahannya


" Berisik, " gumamnya


Zea memilih menghampiri Pintu dan mengintip keluar ternyata sumber keributan itu adalah sekelompok siswi SMA Sangjaya dengan berbagai bingkisan di tangan mereka


" Eh, itu Pintunya kebuka sedikit,"


" Biarkan kami masuk, suster kita enggak bakalan ribut kok, "


" Sebenarnya kalian ini siapa, " tanya suster dengan wajah mulai kesal


" kami teman-temannya Pangeran,"


" Tapi Kalian membuat keributan di sini,"


" Izinkan kami masuk sebentar aja,"


Zea segera berbalik menghampiri Pangeran yang kini menatapnya dengan tajam


" Kamu dengerin omongan aku tadi, enggak kenapa kamu malah membantah omongan aku ,"


Zea menarik napasnya dalam-dalam, " Tadi aku liat kamu ngerasa keganggu, jadi aku tadi ngeliat ada apa sebenarnya di luar sana, "


" Apa ,"


" Mereka Cewek-cewek yang suka sama kamu Pangeran Pada dateng dan kayaknya Pengen jenguk kamu,"


" Oh usir aja kayak gitu,"


" Tapi hargai mereka lah, Pangeran sampe bawa-bawa bingkisan Kayak gitu"

__ADS_1


Pangeran mendelik, " kamu Kok reaksinya kayak gitu Emangnya kamu enggak Cemburu liat mereka ngebet sama aku, "


Zea keki. Terkadang ia merasa Perlu melempar Pangeran dengan sepatu


" Aku Percaya kamu enggak akan berpaling kok. Bukannya dulu kita Pernah janji kamu lupa,"


Pangeran hanya diam dan memalingkan wajahnya Pelan-pelan, " Bilang sama mereka mending Pulang, "


" Mereka enggak akan dengerin kalo aku yang ngomong,"


" kalo gitu rekam suara aku aja,"


Zea mengeluarkan Ponselnya dan merekam Perkataan Pangeran. setelah ia keluar dan menghampiri mereka


" Eh, itu ada Zea, "


" kita boleh masuk ya ,"


" Dia aja boleh masuk masa kita enggak,"


" Hmm ... kalian bisa Tenang enggak ? Pangeran agak tergganggu soalnya," Ucap Zea hati-hati, takut membuat mereka tersinggung " Dan Pangeran mau ngomong sesuatu sama kalian, " Zea memutar rekamannya


Kalian enggak Usah repot-repot dateng. Tapi makasih udah Peduli. saya butuh istirahat


Mendengar hal itu, mereka tampak kecewa


" Ya udah deh, tapi kasih ini ke Kak Pangeran, ya ini dari Melani, " salah seorang dari mereka menyodorkan satu keranjang kecil Penuh buah-buahan


" ini juga Zea dari Kirana, " Cewek di sebelah Melani menyerahkan sebatang cokelat


" Eh, gue ya gue titip buat Pangeran,"


" ini juga, "


" jangan lupa kasih ke Pangeran, ya,"


" jangan lupa makan ya,"


" Makasih banget ya kalian udah mau peduli sama Pangeran Padahal kan Pangeran orangnya cuek, "


" iya enggak apa-apa Zea , Udah ya kita mau balik Dah, "

__ADS_1


Zea menatap kepergian mereka sambil mendengus lalu kembali ke kamar dengan tangan Penuh bingkisan


Sepertinya hari-hari ke depan akan seperti ini. Menunggui Pangeran sampai harus bersikap sabar menghadapi orang-orang seperti itu


__ADS_2