MY BOYFRIEND POSESIF

MY BOYFRIEND POSESIF
EPISODE 42


__ADS_3

" Hmmm ... nanti aja ngomongnyheningan terjadi setelah keduanya enggan membuka mulut. Pangeran dengan Pikirannya yang kalut Zea yang mencoba menebak-nebak apa yang ingin diucapkan Pangeran setelah beberapa m


" kalian bebas memilih makanan di restoran ini karena Pangeran yang traktir kita semua," katanyakan dari mereka memilih untuk Pergi ke langeran duduk di Pojok dengan Ponsel yang ia genggam erat. ia bimbang Zea ada di meja sebelahnya sedang tertawa bersama ketiga temannya. Apakah harus sekarang ia memberitahu Zea ? Rasanya tidak tega angeran, kamu enggak makan, " tanya Zea Pangernggak aku enggak laper, kamu di sini aja ya akuangeran turuengernyitkan dahin


" Dia kenapa sih, " gu


" kenapa, nggak tau. Pangeran dari tadi kayak kebingungan gitu. katanya mau ngasih tau sesuatu tapi enggak jadi"


" Mendin sekarang, daripada penasaatanya kemudian menangkap Pangeran yang sedang menelepon di dekat Pintu masuk


" Iya Pi, enggak bisa diundur ya,"


Zea memilih diam di belakang Pangeran dan mendengarkan Pembicaraannya. Memang tidak sopan, tetapi rasa ingin tahu Zea sudah terlalu tinggi


" aku urus di sana,"


" Enggak bisa diundur ya ? tanya Zea dengan air mata yang mulai mengalir


Pangeran akan terbang tertiup angin keduanya berjalan dengan air muka yang sama-sama keruh


" kamu enggak ganti baju dulu,"


Pangeran tersenyum Tipis, tangan kirinya mengusap genggaman Zea, " Enggak,"


" Pangeran, " Cicitnya lagi


" Apa, Zea "


" kamu beberapa menit lagi harus masuk,"


Pangeran melirik jam tangan mahalnya sebentar


" Dua puluh menitan lagi,"


" kalo gitu kita masih ada waktu untuk ngobrol sebentar kan ?


" iya "


" kamu kuliah di mana "


" Stanford university, "

__ADS_1


" Barang-Barang kamu ke mana, "


" Udah diurus,"


Mereka kini berdiri di depan pintu pemberangkatan dengan tujuan Amerika serikat


Keduanya menoleh ketika melihat Hardi menghampiri mereka dengan senyuman tipis yang tercetak di wajahnya. Di sebelahnya ada pria berpakaian seperti sopir yang membawa kotak besar berwarna merah


" Hati-hati di sana ya Pangeran, belajar yang baik,"


Zea menatap Pangeran dan ayahnya yang kini sedang berpelukan tanpa berkedip


" semuanya Udah Papi urus. Baik-baik sama orang suruhan Papi di sana. Maafin sikap Papi selama ini, ya,"


" Iya, Pi, "


Hardi melepaskan Pelukannya. ia kemudian menatap Zea sambil tersenyum, " kamu tunggu Pangeran, ya, "


" Zea mengangguk. " Pasti Om ,"


" Ya udah Om tinggal dulu, " Hardi menepuk Pundak Pangeran lalu berjalan menjauh


Si sopir itu menyerahkan kotak dibawanya kepada Pangeran


Pangeran menerimanya dengan tangan gemetar, " Makasih ,"


Zea menaikkan sebelah alisnya Ketika Pangeran menyodorkan kotak itu


" ini buat kamu, "


" Buat aku, "


Pangeran mengganguk, " Bukannya nanti di rumah aja "


Zea menatap Pangeran


" Zea jaga diri kamu baik-baik ya di sini Dan Jangan bosen buat nunggu aku,"


" Kamu juga, Pangeran, "


" jangan berinteraksi sama Cowok lain jangan Deket-deket sama mereka, karena kamu itu milik aku,"

__ADS_1


Zea tersenyum tanpa sadar, " kamu juga,"


" Aku harap isi kotak itu kamu terus inget aku terus, "


Zea menatap kotak itu, " Emang ini apa, "


" Liat aja nanti kamu juga tau, "


Zea mengembuskan napasnya ketika terdengar Pengumuman Panggilan untuk keberangkatan Pangeran. ia tak sadar air matanya saking kesalnya. kesal karena tidak berlama lama lagi bersama Pangeran


" Zea Please jangan nangis, lagi iya aku sedih lihat nya " Pangeran mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata Zea, " Aku pasti bakal kembali ke Indonesia Secepatnya setelah aku lulus. Kamu jangan khawatir Aku pasti kembali buat kamu, "


Zea menghapus air matanya kasar


" Hubungi aku kalo kamu kangen jangan di pendam kalo kata tokoh Cowok di salah satu novel, rindu itu berat,"


Zea meletakkan kotak di kursi lalu memeluk Pangeran


" kamu baik-baik di sana jangan lupain aku,"


Pangeran membeku sesaat, lalu mengusap puncak kepala Zea, " Enggak akan Zea, "


Zea melepaskan pelukannya lalu tersenyum tipis, " kamu juga jangan lupain aku,"


Pangeran mengerang kesal ketika Pengumuman terdengar sekali lagi. Rasanya waktu berlalu begitu cepat


" Aku berangkat ya, "


Zea Memaksakan Senyumannya, " iya ,"


Pangeran berbalik dan mencoba melangkah, tetapi rasanya berat sekali. seolah tubuhnya tertarik oleh magnet dan selalu mengarah pada Zea yang kini sedang menatapnya dengan sendu. ia ragu untuk melangkah Langkah kakinya dan malah kembali memeluk Zea yang mulai terisak


" Lima tahun Zea, Aku mohon kamu bersabar nunggu aku,"


Pangeran melepaskan Pelukannya, meraih sesuatu di lehernya lalu mencopot. Ternyata itu Kalung perak dengan liaotin berbentuk bulan sabit ia memakaikan benda itu di leher Zea


" ini kalung dari mendiang Mama ku Tolong kamu Pakai,ya "


Zea menggenggam kalung itu erat. ia mengganguk


" Aku berangkat sekarang ya kamu hati hati Zea jaga diri kamu baik-baik,"ucap Pangeran pelan tetapi ia sempat mengelus Puncak kepala Zea sebentar

__ADS_1


Pangeran berbalik lalu masuk kembali menoleh berkali-kali. ia melangkah dengan berat Zea menunduk mengangkat kotak besar merah itu dan memeluknya


ia harus bersabar jika ia memang harus menunggu Pangeran kembali selama Lima tahun ia akan melakukan itu ia yakin penantiannya tidak akan sia-sia ia percaya pada PangeraPangeran pun gundah. ia meninggalkan Indonesia dan meninggalkan perempuan yang berhasil menarik perhatian Hanya dengan satu senyuman saja. ia berharap Zea akan setia menunggunya dan ia akan berusaha sebaik mungkin untuk lulus secepat


__ADS_2