
mengganguk kala itu dan tersenyum menanggapi Permintaan Rani.
Sekarang ia sibuk bolak-balik ruang klub dance dan ruang sarana Mengambil Pin ini mengambil gelang itu, dan berbagai Perlengkapan yang lainnya. Pangeran yang melihat itu mengomel ia tidak suka Zea yang bolak-balik sehingga sempat bertemu dengan siswa lain. selain itu juga ia tidak suka jika Zea akan merasa kelelahan Karenanya
" Zea , " Panggil Pangeran ketika Cewek itu membungkuk memungut peniti yang Jatuh
" Apa , " jawabannya kemudian
" kamu kok gerak terus ? kalo Capek terus sakit gimana, "
Zea menghela nafas, " Aku kan ketua tapi Latihane enggak, tampil juga enggak Ya wajib bantuin, "
" Tapi kamu jangan maksain diri kamu sendiri,"
" iya kamu di sini enggak apa-apa aku tinggal terus, "
Pangeran menggelengkan kepalanya dan memperbaiki Posisi duduknya agar lebih nyaman
" Enggak, asal kamu enggak lirik-lirik cowok lain aja ,"
Zea berdecak, lalu keluar dari ruangan dengan jaket yang kancingnya copot kadang hal-hal tak terduga dan tidak diinginkan terjadi saat pelaksanaan. Menyebalkan kejadian itu sering menjadi Pekerjaan ekstra
Pangeran memejamkan matanya sebentar. Beberapa orang yang berbicara sekaligus mondar-mandir membuatnya Pusing apalagi Udara pengap membuatnya agak sesak
Tetapi sedetik kemudian, matanya terbuka karena Ponsel disaku celananya bergetar menandakan ada yang menghubunginya lewat telepon Ternyata Daniel
" Hallo, "
" Eh, Pangeran lo jadi Perform ,"
Zea mengembuskan napasnya lalu kembali duduk. Benar juga sebenarnya Ke mana Pangeran sekarang ? Sejak ia tinggalkan ke ruang dance ia tidak bertemu dengannya lagi. Apa dia sedang membaca buku di taman belakang sekolah ? Atau mungkin tidur di UKS karena kepalanya Pusing ? Perasaannya menjadi khawatir ketika ia lebih condong kemungkinan ketiga
Masih setengah jam lagi untuk Penampilan ekskulnya. lebih baik ia cari Pangeran
" Eh, Rani gue mau cari Pangeran Sebentar,ya"
" Iya, "
Tempat yang pertama didatangi Zea adalah UKS, tetapi tidak ada Pangeran di sana. jangankan Pangeran di sana bahkan tidak ada siapa-siapa. Zea mengembuskan napasnya lega, kekhawatirannya tentang Pangeran kembali drop tidak terbukti
Kemudian ia berjalan ke arah kantin. suasana di sana cukup ramai sehingga Zea harus berdesakan dengan beberapa orang Matanya kini malah menangkap sosok Vino yang tampak duduk melamun dengan minuman yang tak tersentuh. terbukti dari gelasnya yang masih Penuh
__ADS_1
Zea mengerutkan dahinya Apa yang dilakukan Vino di sini Bukankah ia sudah pindah sekolah
Zea ragu untuk menghampiri Vino atau tidak, tetapi kemudian ia memutuskan untuk mendekati Cowok itu ?
" Eh, Zea, " gumam Vino saat melihat Zea datang ke arahnya, " Lo heran gue ada di sini ? Gue cuma mau nonton aja, enggak maksud yang lain kok ,"
Zea tersenyum kikuk lalu mengedarkan pandangannya ia masih belum menemukan Pangeran
" Lo nyari Pangeran, ya ,"
Zea refleks mengangguk
" Tadi dia sempet ketemu gue, "
" Di mana ? Potong Zea cepat
" Di lorong dekat taman belakang sekolah,"
Zea menoleh ketika Vino mengatakan kata terakhir. Cowok itu menunjuk ujung bibirnya yang sedikit berdarah
" Lo kenapa, "
" Di hajar Pangeran tapi ya maklum sih. ini belum seberapa kalo dibandingin sama kejadian dulu, "
Zea menghela nafas
Vino memandang Zea yang berlalu dari dengan Pandangan sendu. ia bangkit berdiri dan meninggalkan area sekolah
Bohong jika tujuannya ke sana adalah menonton pertunjukan ia hanya ingin melihat keadaan Zea. Apakah Cewek itu baik-baik aja ? jawabannya adalah iya Vino merutuki dirinya sendiri yang Bodoh karena sempat berpikir bahwa Zea akan memikirkannya ia tertawa sinis. Salahnya sendiri terlalu Berlebihan dalam mengharapkan sesuatu
Zea sudah ke taman belakang sekolah, tetapi Pangeran tidak ada sana. Bahkan keadaannya sama seperti UKS sepi karena tidak ada siapapun
ke mana sih Pangeran ?
ia pun memutuskan untuk kembali
" Pangeranya ketemu, " tanya Rani ketika bertemu dengan wajah lesu
" Enggak, ke mana sih dia Bikin khawatir aja,"
" Mungkin Pangeran lagi kumpul sama Cowok-cowok kali. Dia kan udah Akrab sama mereka
__ADS_1
" Mungkin ,"
" Eh, Zea, gue ke belakang Panggung dulu ya sebentar lagi ekskul kita mau tampil,"
Zea mengganguk, " Gue ikut, "
" Ih enggak boleh ikut ,"
Zea mengernyitkan dahinya " kenapa tidak boleh ?
" Lo di sini aja nanti gimana Pangeran nyariin elo ,"
Zea mengganguk tanpa sadar. Benar juga
" Ya udah gue di sini aja, ya "
Rani mengacuhkan jempolnya dan berjalan ke arah belakang Panggung.
" Pemberitahuan kepada Zea Carista di tunggu di belakang Panggung,"
Sontak semua orang menoleh ke arahnya Zea meringis Mengapa harus lewat pengeras suara ? Ia agak malu di perhatikan seperti itu
ketika sampai di sana, Zea menaikkan sebelah alisnya bingung ia kira alasan ia di Panggil adalah esklul dance. tetapi tidak ada satu pun dari mereka ada di sana
" Kok gue di Panggil ? Tuntut Zea kepada Surya anggota OSIS yang memegang Pengeras suara
Bukannya menjawab Surya malah kembali berbicara mikrofon
Sebelum Penampilan selanjutnya saya ingin bertanya kepada siswi di sini. siapa Cogan ganteng alias Cowok ganteng
" Baiklah Mari kita saksikan Penampilan dari most wanted-nya SMA Sangjaya yang sayangnya sudah Pacar, Pangeran Sebastian Alvaro,"
Teriakan alay alias berlebihan kembali terdengar
Zea terpaku sebentar. Apa ia tidak salah dengar ? Pangeran katanya
Tiba-tiba merasa ada yang merangkul Pundaknya dan menuntunnya ke atas Panggung, Zea menoleh dan ternyata Orang itu adalah Pangeran
" kamu duduk di sini, ya, " Pangeran menunjuk ke salah satu kursi yang tersedia di tengah Panggung
Zea menurut tanpa perlawanan berarti, tetapi ia yakin bahwa Pipinya sudah memerah. Telinganya juga agak panas karena Teriakan yang tidak berhenti terdengar
__ADS_1
Pangeran ikut duduk di kursi lain' Zea baru menyadari bahwa di atas Panggung itu ada Piano apakah ia akan bernyanyi ?
"lll