
Apakah ia rindu ? Tentu, Tetapi rasanya ia tidak enak untuk menghubungi Pangeran lebih dulu karena takut mengganggu Apalagi Zea tidak tahu Pasti Perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika serikat
Untungnya Pangeran masih menghubunginya, mulai dari bertanya hal sepele sampai cerita bagaimana kehidupannya di seberang sana. Pesan yang akan selalu membuat Zea tersenyum adalah ketika Pangeran bersikap Posesif lewat Pesan singkat, seperti melarang Zea ini-itu, mengatakan lebih baik ini-itu. Memang menyebalkan tetapi ia mencoba berpikir positif. itu adalah Pertanda bahwa Pangeran menyayanginya
Zea memandang dua boneka beruang Raksasa di kamarnya dengan senyum yang mengembang ia jadi ingat Pangeran pernah, berkata, jika ia merindukannya Peluk aja boneka yang Pangeran berikan. Cara itu agak berhasil Zea selalu merasa lebih tenang jika melakukan itu
Ditatapnya kotak merah Pemberian Pangeran dengan dahi mengernyit. Apakah ia harus membuka benda itu sekarang Mungkin sebaiknya begitu
Zea tersenyum tanpa sadar. Banyak sekali benda dalam kotak itu. ia tidak habis Pikir mengapa Pangeran menyiapkan ini semua untuknya. Benda pertama yang ia keluarkan adalah Case Ponsel berwarna hitam dengan tulisan Pangeran' Sebastian Zea dibuat tertawa Karenanya. Dasar
Tetapi ia agak heran ketika Case Ponsel itu tidak cocok untuk Ponselnya. Lalu untuk apa Pangeran memberikan benda itu untuknya ? Membingungkan ?
Benda kedua adalah dua botol Parfum yang ia yakin sangat mahal harganya. Botolnya Kokoh tetapi tidak terlalu berat, sedangkan aromanya harum tetapi tidak menyengat
Kemudian sebuah jam tangan Feminim berwarna Putih gading yang sangat Pas di pergelangan tangan Zea. kemudian ada jaket berwarna biru tua yang lagi-lagi bertuliskan Pangeran Sebastian di bagian Dada. di sampingnya ada sebuah bingkai Foto terdapat Foto Pangeran yang sedang memegang gitar
Zea terdiam ketika melihat benda terakhir yang berada di dasar kotak. ia tidak salah lihat, kan ?
Benda itu adalah kotak Ponsel Pintar terbaru. Apa Pangeran sedang mengerjainya atau isinya memang Ponsel baru ? Zea memutuskan membuka kotak kecil memanjang untuk memastikannya
Ternyata benar isinya sebuah Ponsel Pintar berlayar Besar keluaran terbaru. Dengan jantung berdebar keras Zea menyalahkan Ponsel tipis itu. Setelah beberapa saat menunggu Ponselnya menampilkan home screen dengan wallpaper Pangeran yang sedang tersenyum
Rasanya ia ingin menangis Untuk apa. Pangeran menghadiahkan segala benda ini ?Apa tidak membuatnya terbebani
Zea mengambil Ponsel lamanya yang tergeletak di atas nakas dan mencari perbedaan antara Jakarta dan California. setelah mendapat hasilnya ia melirik jam dinding Sekarang Pukul tujuh Pagi, sedangkan perbedaan waktu antara Jakarta dan California empat belas jam, jadi di sana Pukul Lima sore
Dengan tekad bulat, Zea mengirimkan Pesan pada Pangeran
" Pangeran, " Zea tertegun ketika melihat Pangeran membalas begitu cepat
...Pangeran...
...Kamu udah bangun, Zea...
...Zea...
...iya, Di Sana masih sore...
...Pangeran...
...iya di sini udah jam Lima sore...
...Zea...
...aku enggak ganggu...
__ADS_1
...Pangeran...
...enggak Zea kamu enggak ganggu aku malah seneng aku kangen sama kamu Zea...
Zea tersenyum tanpa sadar
...Zea...
...aku juga Kangen sama kamu Pangeran...
...Pangeran...
...kamu Udah liat kotak merah itu...
...Zea...
...Udah Pangeran Apa hadiah itu enggak berlebihan buat aku...
...Pangeran...
...Enggak Zea...
...Zea...
...Makasih iya Pangeran...
...Pangeran...
...Zea...
...kamu udah terima di kampus itu...
...Pangeran...
...kemungkinan besar iya...
...Zea...
...Yaudah, bye Pangeran...
...Pangeran...
...Bye, Zea have a nice day Love you...
Zea tersenyum, lalu memasukkan kembali benda-benda itu ke dalam kotak, kecuali Ponsel yang segera ia charger agar baterainya Penuh
__ADS_1
Pangeran juga Tersenyum lalu bangkit menuju lemarinya ia senang karena Zea menghubunginya duluan. itu berarti Zea merindukannya, bukan ? kekhawatiran Pangeran mengenai Zea Perasaan berubah sama sekali tidak terbukti
kemudian ia memandang Ponselnya Sebentar dan membalik benda Pipih itu Di sana ada tulisan berwarna Putih
Zea Carista
" Hai, Zea !" sapa Rani ketika turun dari tangga dengan tas Punggungnya. Pagi itu berencana jalan-jalan untuk mengisi waktu liburan
" Hai Rani, yang lain mana, "
Rani melirik ke dapur sebentar, melihat apakah ada sesuatu yang bisa ia minta untuk makan
" Ada di depan, Eh Jaket Lo baru, Zea ,"
Zea menggaguk lalu tersenyum lebar, Gimana ? Bagus, enggak,"
" Warnanya Pas di elo sih, Tapi bentar ini tulisan apaan ? Rani memperhatikan bagian depan jaket di dada kiri dengan seksama, Pangeran Sebastian
Zea hanya terkekeh geli melihat ekspresi aneh Rani
" iya, nih dari Pangeran , Inget kotak yang gue bawa waktu di bandara, kan ? ini salah satu barang yang ada didalamnya
" Salah satu Berarti banyak dong ya Bagi satu dong ya Bagi satu, lah, "
Mata Zea melotot seketika, " Enak aja , "
" Bercanda gue, "
Rani menarik tangan Zea ke ruang tamu Di sana ada Dea, sheila dan Marissa
" Sekarang kita mau ke mana ? tanya Zea ketika mereka semua sudah keluar dari rumah
" ke mana ya ? ke Cafe bosen , " gumam Dea tak jelas
" Gimana kalau kita ke Ragunan aja, " usul Marrisa sambil membuka Pintu mobil
" Mau ngapain ke Ragunan ? tanya Rani sambil menyalakan mesin mobil
" Mau berkunjung ke saudara elo, Ran orang utan, " Celutukan Sheila itu berhasil membuat yang lainnya tertawa terbahak-bahak
Rani mendengus sebal
" Ih yang bener, sekarang kita mau ke mana,"
" Gue setuju sama Marissa deh, " Ucap Zea
__ADS_1
" jadi nih ke Ragunan ? Oke, "