
Zea menatap Pangeran heran ketika Cowok itu menjemputnya di halaman rumah. Pangeran sekarang memakai kacamata entah matanya memang minus atau sekadar gaya-gayaan
Tetapi intinya tingkat ketampanan Cowok yang sekarang sedang Senyum-senyum tidak jelas di hadapannya ini sudah naik level ke tahap kurang ajar. Pangeran yang menyadari tatapan heran Zea kemudian membuka mulutnya
" Aneh ya liat aku Pake kacamata,"
Zea hanya mengangguk membenarkan
" Masih inget Pas aku nanya Cowok kamu suka itu kayak gimana, "
Dahi Zea mengernyit tentu saja ia tidak lupa. Apalagi karena foto yang Pangeran kirimkan
" Iya, inget, " Ujar Zea
" Aku nyoba jadi Cowok yang kamu suka kamu sukanya Cowok yang Pake kacamata, kan "
Speechless Zea hanya diam saat mendengar Penuturan Pangeran aduh kok segitunya ?
" Kamu ... minus, "
" Enggak gede kok, Cuma 0,75 "
" Terus kenapa enggak dari dulu kamu Pake kacamata, "
" Males, " ucapnya sambil membukakan pintu mobil untuk Zea
" kok gitu ? kan biar sehat lagi matanya"
Pangeran menoleh,lalu tersenyum
" kamu Perhatian sama aku ? Pangeran menahan senyumnya
Zea tiba-tiba jadi salah tingkah Aduh salah ngomong ?
" Eng ... Enggak !" elak Zea
Pangeran malah tertawa kecil " Enggak usah bohong. Aku tau kamu mulai care sama aku, "
Apaan sih ?
" Ger-er ," Cibir Zea Pelan
" Lagian juga aku pakai kacamata kayak gini buat kamu juga kok,"
" Lah,"
__ADS_1
" kan kamu sukanya Cowok yang Pake kacamata. Duh kok kamu pelupa sih, Yang, " Pangeran mengacak-acak rambut Zea
Yang,yang pala Pelu peang ?
" Ih, Pangeran apaan sih ? ucap Zea kesal sambil memperbaiki poinnya yang sudah rusak Pangeran,"
" Hari ini Kamu Cantik,"
" Emang, Gak usah gombal-gombel," jawab Zea seenaknya
...°°°...
Bahagia banget. Siapa sih yang enggak senang kalo dalam satu hari full jam kosong ?
Yap, sekolah Zea memang tidak menerapkan jam Pelajaran pada hari Senin sampai Kamis hari ini. Mereka sedang mempersiapkan Pameran sekolah yang terbuka untuk umum
setiap kelas di wajibkan untuk berpartisipasi dengan menjual beraneka ragam barang yang bisa dijajakan. Mulai dari makanan minuman sampai kerajinan tangan. sedangkan tiap ekstrakurikuler wajib menampilkan pertunjukan untuk menghibur pengunjung
Yang Pertama Cover dance Black Pink, Playing with fire oleh Zea dan ketiga sahabatnya,lalu cover dance SNSD, I Got a boy oleh anggota perempuan, dan cover dance seventeeen, Boom-Boom. Zea bertanggung jawab penuh atas ketiga Penampilan tersebut.
Dengan telaten gadis itu mengajari anggota yang lain untuk menghafal dan mencoba koreografi masing-masing. Pangeran yang hanya duduk di Pojok ruang dance diam-diam takjub melihat kepimpinan Zea. Zea memiliki bakat kepemimpinan.ia telaten dan sabar menghadapi orang-orang yang ada disekitarnya Calon ibu yang baik bukan ?
Pangeran sebenarnya Juga ikut ekstrakurikuler. dua klub bahkan. English Club dan basket Tapi memang dasarnya pemalas, Pangeran jarang sekali aktif Toh ia sudah Pintar di kedua bidang tersebut. Sombong dikit tidak apa-apa lah ya.
" Zea, sini !" seorang guru dengan perawakan kecil memanggil Zea dan langsung keluar ruangan. Zea mengekor di belakangnya
Pangeran hanya diam sambil meminum bersoda tanpa bergeming. Sesekali ia melihat Pintu berharap Zea segera kembali
" Ih, Kak Zea beruntung banget dapet Pacar seganteng Kak Pangeran, "
" Sampe rela nungguin kayak gini lagi,"
" Cocok sih,kan sama-sama Cakep, "
Begitulah bunyi obrolan siswi yang saat itu sedang Cekikan sambil sesekali melirik Pangeran
" Latihan Udah selesai, Dek, ? Tegur salah satu teman Zea yang bermata sipit
Pangeran Mengetahui Cewek itu bernama Marissa
" Be ... Belum Kak istirahat sebentar he, he"
Marissa hanya tersenyum maklum
Ngeliat Cowok ganteng latihan langsung enggak fokus batinnya sedikit kesal. ia berlalu keluar untuk menyusul Zea yang sedang mengurusi masalah kostum bersama Bu Dewi
__ADS_1
Bukannya berhenti, anggota perempuan itu semakin ramai bergosip. Dan topik utama yang mereka bicarakan tetap mengenai Pangeran dan Zea. Mulai dari kejadian saat Zea di tembak oleh Pangeran sampai kejadian saat Vino dipukuli di lapangan basket
Pangeran merasa telinganya Panas. Apalagi ia mulai merasa risi dengan tatapan mereka layangkan Padanya. seperti saat seseorang yang lapar menemukan makanan. Mungkin itulah gambaran bagaimana mereka menatap Pangeran
" Hmmm ... kalian di Panggil sama Bu Dewi Cepet ke ruang sarana gih, " Celetuk Sheila sehingga membuat kumpulan anggota itu bangkit dan segera pergi ke ruang sarana
" Maaf, ya Kak, mereka memang berisik," Ucap Sheila sopan ke arah Pangeran
" Enggak apa-apa kok, " Pangeran membalas dengan senyuman tipis tercetak di wajahnya
Sheila langsung merasa kikuk. Menurutnya Zea sudah seharusnya bersyukur mendapat Pacar bernama Pangeran ini. Zea terlalu jual mahal ? Mungkin. Apalagi Zea kan belum pernah pacaran sebelumnya. Hal itu Pasti membuat keraguan Zea berkali-kali lipat jumlahnya
Pangeran memilih berdiri dan berjalan ke luar ruangan beberapa siswa-siswi tampak memasang wajah kaget Ketika melihat Pangeran keluar dari ruangan klub dance. Tetapi mereka segera maklum Pangeran sekarang kan pacar Zea
ia melangkah kakinya menuju kantin, tetapi belum juga sampai bahunya sudah di tepuk oleh seseorang. Pangeran refleks menoleh dan mendapati Daniel yang tersenyum tidak jelas
" Makasih, Pangeran buat yang kemarin,? Ucapanya dengan merangkul bahu Pangeran
" sama-sama, " balas Pangeran singkat
" Eh, Lo mau ikutan enggak ? Di kantin ada yang lain gabung, " tawar Daniel sebagai ungkapan terima kasih sebenarnya ia merasa tak enak hati. Rasanya tidak sebanding dengan diberikan Pangeran
Daniel tahu Pangeran itu orangnya baik. Hanya saja wajah sedingin es dan sikap acuh tak acuhnya membuat laki-laki itu terlihat kejam
" Boleh "
Daniel tersenyum lebar dan segera berjalan lebih dulu ke arah meja Pojok di kantin. Di sana ada sekitar lima orang siswa yang sedang menyantap makanan masing-masing
" Temen gue boleh gabung nggak,"
kelima Orang itu menoleh dan terbelalak kaget ketika teman dimaksud Daniel adalah Pangeran, orang yang selama ini selalu mereka segani Atau lebih tepatnya ditakuti ?
" Boleh, boleh, "
Pangeran duduk tersenyum tipis, " thanks,"
Beberapa dari mereka merasa kikuk Sendiri. Bayangkan saja orang yang selama ini kalian tahu bersikap seenaknya sekarang mengucapkan terima kasih. mereka tidak tahu harus merespons seperti apa
Melihat itu Pangeran tersenyum kembali. ia sendiri juga merasa risi dengan suasana yang tegang seperti itu, " Tenang aja, gak usah tegang kayak gitu"
" kalian selow aja, dia enggak bakalan bikin meja ini kebalik kok, " timpal Daniel
kelima siswa itu kemudian tersenyum
Pangeran menghela nafasnya dalam-dalam. jadi seperti inikah rasanya ? Sudah lama ia tidak pernah merasa seperti ini Bahagia ketika kita mempunyai teman
__ADS_1
Sudah beberapa lama ya tidak merasakan ini ? Enam tahun mungkin ? ia tidak yakin. Yang pasti Perasaan menyenangkan seperti ini hanya beberapa tahun lalu