
" Don't Cry , " bisik Pangeran lagi. Tetapi ia segera mengerang kesakitan. ketika kepalanya terasa sangat Pusing Matanya juga menjadi sensitif ketika membuka dan melihat Cahaya lampu yang dirasa terlalu silau baginya
ia juga merasa kebingungan sesaat saat Dadanya terasa sesak Menambah kesakitannya hingga ia mengerang lebih keras
Zea yang tadinya menunduk kemudian mendongak, mendapati Pangeran yang tengah menutup matanya menahan rasa sakit yang ia rasakan
" Pangeran, "
Zea berdiri menatap Pangeran dengan Pandangan bersyukur sekaligus khawatir. Apa yang harus ia lakukan sekarang ?
" Pangeran, kamu bisa liat aku, kan "
Pangeran membuka sebelah matanya Telinganya juga terasa berdengung
" Zea kamu kenapa nangis,"
Zea mengusap air matanya kasar, meskipun dalam hatinya ingin sekali menimpuk Pangeran dengan sepatunya
Tentu saja ia menangis karena mengkhawatirkan Cowok ini yang kini sedang mengaduh kesakitan itu. Bagaimana kalau tadi Pangeran tidak bangun ? segala kemungkinan yang tadinya ada di otaknya segera ia buang jauh-jauh
" kamu kenapa gini sih, Pangeran Bikin aku khawatir, tau enggak ? sahut Zea tetap sesenggukan
Pangeran meringis sebentar, " Aku enggak bermaksud bikin kamu khawatir Zea. Uhuk !"
Zea menelan ludahnya kasar melihat kondisi Pangeran yang sangat memprihatinkan. ia juga baru menyadari nafas Pangeran berbunyi
"Pangeran ... aku Panggilin dokter dulu," Tapi ia mengurungkan niatnya itu ketika suara memelas Pangeran kembali terdengar
" jangan, Zea,"
" Pangeran, Please aku enggak tega ngeliat kamu kayak gini,"
Pangeran tampak susah Payah tersenyum," Aku bingung Zea, enggak tau kenapa, Aku juga Capek,"
__ADS_1
Zea menggelengkan kepalanya
" Kamu enggak boleh ngomong kayak gituTunggu sebentar, " Zea keluar dari ruangan, yang langsung menarik perhatian semua temannya
" Gimana Zea,"
" Pangeran, udah sadar belum, "
" Lo nyari Siapa, "
" Dokter mana Dokter, " tanya Zea Panik
Temen-temen Zea mematung sebentar, Tetapi Daniel akhirnya bersuara, " Bentar gue Cariin,"
" Tolong Cepet, Kak, " balas Zea yang mencoba menahan tangisnya agar tidak jatuh
" Pangeran gimana, Zea, "
" Dia ngerasa Pusing terus Sesak" Ucapan Zea terpotong ketika mereka mendengar suara seperti orang muntah.ia segera masuk dan mendapati Pangeran yang terkulai lemas dengan mata yang tertutup
kerasnya dan segera menoleh ketika dua orang dokter dan perawat masuk ke ruangan
" Maaf Tapi sebenarnya apa yang terjadi dengan Pangeran," tanya Zea dengan air mata yang tak berhenti
" kami akan memeriksa pasien sekali lagi," jawab salah satu dokter itu cepat. Mereka bersiap mendorong ranjang Pangeran keluar ruangan
" kenapa, "
" kami hanya takut Penggumpalan darah akibat Trauma kepala atau Pukulan benda keras di kepalanya, "
Zea mematung seketika. Apa ia tidak salah dengar ? ia sangat berharap dokter di hadapannya ini sedang bercanda.
" Anda bohong kan ,"
__ADS_1
Dokter itu menggeleng Cepat, " Tentu saja Tidak kami mengatakan apa yang sebenarnya,"
" Lalu, apa maksudnya, "
" kami akan menjalankan serangkaian tes untuk pasien, Karena kami takut jika hal Paling Parah terjadi. Pukulan di kepala itu sangat fatal akibatnya. Patah tulang rusuk juga sangat rentan akan berdampak ke paru-paru,"
" Bukankan tadi Anda bilang bahwa pukulan di bagian kepala Pangeran tidak terlalu Parah, " tanya Zea heran
Dokter itu tampak bersalah, " Maaf Perkiraan kami salah, "
Zea terduduk lemas
" Apakah tadi Pangeran merasa pusing," tanya si Dokter kemudian
Zea mengganguk mengiyakan
" Apa matanya terlihat sangat sensitif terhadap cahaya,"
Zea mengernyitkan dahinya berusaha mengingat-ingat lalu kembali mengganguk
" Apa ia tadi merasa sesak,"
Zea menangis, " Apa akan terjadi hal buruk Pada Pangeran, "
Dokter itu menarik nafanya dalam-dalam sebelum menjawab ia merasa tidak tega. Tetapi tentu saja ia harus memberitahu keadaan Pangeran yang sebenarnya
" Berdasarkan gejala-gejala tadi, sepertinya Pangeran mengalami gegar otak,"
tangis Zea pecah
" Lebih baik Adek menunggu dan terus berdoa semoga semuanya baik-baik aja,"
Zea memandang Pangeran yang menutup matanya menahan sakit. ia terlihat memperihatinkan Cowok itu memuntahkan isi perutnya untuk kedua kalinya
__ADS_1
Para dokter memindahkan tubuh Pangeran ke ruang lain meninggalkan Zea yang tertunduk dan menangis sesenggukan
" Pangeran, "