My Handsome Lecturer

My Handsome Lecturer
Sedikit Rasa Sakit


__ADS_3

Cek kalo ada Typo!


happy reading❤


****


KRIING!!!


Suara dering jam beker berdering tepat pada pukul lima pagi, di sebuah kamar kost yg di tempati oleh Kania.


Kania yg merasa tidurnya terganggu pun, memutuskan untuk segera bangun dari tidur. Ia meraih jam beker itu dari nakas, lalu mematikan nya. Setelah mematikan jam beker, ia pun beranjak dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi. Kania akan mengawali pagi seperti biasa.


****


Pukul delapan pagi, Kania pergi ke kampus untuk mengikuti kelas pagi yg akan berlangsung dalam lima belas menit lagi. Kania sengaja memilih pukul delapan pagi untuk pergi ke kampus. Letak kost-an nya yg dekat dengan kampus pun memudahkan dirinya untuk berangkat pukul berapa pun.


"KANIA!!!" sebuah suara sahutan di depan gerbang kampus, menghentikan langkah pemilik nama. Kedua matanya menyipit tajam. Tak lama kemudian, sebuah senyuman manis terukir di wajah Kania. Gadis itu pun berjalan mendekati gerbang kampus dengan tergesa-gesa.


Namun, saat dirinya baru beberapa langkah, seseorang menarik pergelangan tangannya. Membuat tubuhnya ikut tertarik ke belakang.


"Awh!" pekik Kania, merasa terkejut.


"Ini, saya!" suara berat yg sangat Kania kenal. Setelah mengetahui siapa pemilik suara itu pun, Kania langsung mendongakan wajahnya.


"Eh? Lo bikin gue kaget aja, tahu gak!" teriak Kania, menepis tangan Raka.


"Heh. Kania yg dulu, ternyata balik lagi. Sia-sia aja dong, aku khawatir sama kamu" Raka menghembuskan nafas berat. Tak lama kemudian, ia pun pergi meninggalkan Kania di tempat.


Kania yg di tinggal kan begitu saja, hanya bisa bengong di tempat. Sedikit merasa kesal, dengan apa yg di katakan Raka padanya barusan.


"Dia bilang apa barusan? Gue yg dulu balik lagi?" tanya Kania pada dirinya sendiri.


Karena tidak ingin memperpanjang masalah, ia pun kembali melangkahkan kakinya untuk menuju seseorang yg sedari tadi masih sibuk menunggunya di ambang pintu gerbang. Yap, siapa lagi kalau bukan Vanya!


"Widihh!! Di apain lo sama Kak Raka?" sahut Vanya, saat keduanya sudah saling berdekatan.


"Enggak di apa-apa in"

__ADS_1


Vanya memanyunkan bibirnya gemas. Ternyata, banyak yg tidak ia ketahui tentang Kania yg semakin hari jadi semakin dekat dengan Raka.


"Eh, Kan!" Vanya beralih menyahuti Kania.


"Apa?"


"Gue mau nanya sesuatu. Boleh gak?" tanya Vanya, ragu.


Kania yg merasakan keraguan dari sahabatnya ini pun, langsung memberhentikan langkah kakinya. Tatapan matanya pun beralih menatap kedua manik mata milik Vanya.


"Kenapa? Lo ngomong aja! Gak usah sungkan." ujar Kania, mencoba meyakinkan Vanya.


Vanya hanya bisa tersenyum simpul menanggapi. "Sebenarnya... Lo ada hubungan apa sama Kak Raka"


Kania membelalakkan kedua bola matanya. "Ma-maksudnya?"


"Yaa... Soalnyaaa. Lo kayak deket gitu sama dia. Padahal pas pertemuan pertama, lo itu kan kayak gak suka gitu sama Kak Raka. Gu-gue cuma nanya, sih. Gak udah di peduli in."


"Eh? Tapi, emangnya kenapa, ya? Lo suka sama tuh dosen?" tanya Kania, tiba-tiba. Raut wajah Vanya pun berubah menjadi tegang dan blushing.


Kania terkekeh pelan. Tak lama kemudian ia tertawa pelan sambil sedikit menepuk bahu Vanya.


"Udah dong, Kaniaaa. Jangan disebut lagi. Gue malu!" Kania tertawa lepas. Manik matanya pun tak henti-henti nya menatap wajah Vanya yg semakin lama semakin terlihat lucu.


"Ahahaa... Iya, iya. Gue diem, deh!" kata Kania, pada akhirnya. Vanya tersenyum menanggapi.


Perbincangan yg awalnya hangat ini pun, berubah menjadi sunyi. Setelah apa yg Vanya katakan pada Kania. Ada sedikit rasa sakit di bagian ulu hatinya, saat pertama mengetahui bahwa sahabatnya—Vanya menyukai Kak Raka. Tapi, Kania tidak tahi rasa sakit apa itu. Karena, ia tidak pernah merasakan itu sebelumnya. Ia juga tidak akan peduli pada rasa itu. Kania memilih untuk melupakannya.


Dari kejauhan, seorang mahasiswi tengah menatap kedekatan Kania dan Vanya yg baru saja memasuki ruang kelas. Dalam hati mahasiswi itu, ia marah sejadi-jadinya. Mendengar pengakuan Vanya yg katanya menyukai Kak Raka, membuat darahnya seakan mendidih. Siapa lagi kalau bukan Keyla.


"Sialan. Si Vanya berani ngerebut cowok pujaan gue? Awas aja lo, Vany! Suatu saat, gue bikin lo kapok. Karena udah berani merebut orang yg gue suka" kecamnya bermonolog. Beberapa sahabat yg berada tepat di belakang tubuhnya pun hanya tertawa kecut menanggapi.


"Heh. Gue kira... Yg naksir sama Kak Raka itu si Kania. Ternyata gue salah perhitungan! Kelihatannya, yg suka sama Kak Raka itu si Vanya, deh" ucap seorang mahasiswi yg mendapat pelototan tajam dari Keyla.


"Kan gue tadi udah ngomong, kalo yg ketahuan naksir sama Kak Raka tuh si Vanya! Bukan Si Kania! Bego lu, Sha!" sentak Keyla, pada temannya yg tak lain bernama Sasha.


"Tahu lo, Sha! Bego lo kebangetan tahu gak!" sentak Veera, mahasiswi lain yg menjadi sahabat Keyla.

__ADS_1


"Yeeh, kok jadi samaan nyentakin gue sih? Gue salah apa coba?" Keyla dan Veera saling menatap satu sama lain, saat mendengar pertanyaan yg menurut mereka sangat bodoh itu.


Ya. Keyla dan Veera harus sabar menghadapi tingkah kebodohan Sasha. Mahasiswi cantik, tapi berotak udang ini sering jadi bahan bulyan keduanya.


"Enggak! Lo gak salah apa-apa. Mendingan kita langsung ke kelas aja. Bentar lagi jam masuknya Kak Raka" ujar Keyla, mengalihkan topik. Terlihat raut wajah lugu yg di perlihatkan oleh Sasha.


Keyla merasa heran. Bagaimana dirinya yg anggun, cantik, dan mengesankan seperti ini harus mempunyai teman sebodoh Sasha?


"Oke. Yuk, ke kelas!" ajak Veera, sambil menarik lengan kedua sahabatnya untuk menuju ruang kelas.


Hari ini adalah hari membahagiakan untuk Keyla. Pagi-pagi begini, sudah bisa melihat raut wajah tampan Raka, yg sebentar lagi akan segera memasuki ruang kelas. Di tambah lagi, ia memiliki sebuah niatan untuk memanas-manasi Vanya nanti di dalam kelas.


Heh, Keyla jadi tidak sabar menunggu kedatangan Raka!


To be continue...


Cast:


Kania



Raka



Vanya



Keyla



Veera


__ADS_1


Sasha



__ADS_2