
Aku up 2 eps sekaligus! semoga tidak mengecewakan ya😉
periksa kalo ada typo guys😘
HAPPY READING❤
****
Papa Hendra berjalan gontai memasuki ruang keluarga. Sesampainya dirinya disana, terlihat Mama Andin yg tengah terduduk santai dengan layar tv yg menyala di hadapannya.
"Kamu apakan Kania?" sahut Papa Hendra, membuyarkan lamunan Mama Andin.
"Mas, kamu udah—"
"Kamu apakan Kania, jawab!" sela Papa Hendra sebelum Mama Andin menyelesaikan ucapannya. Dada bidang milik Papa Hendra bergerak baik turun. Menandakan bahwa dirinya tengah memendam amarah.
"Aku cuma bilang, supaya—"
"Supaya berubah?" sela Papa Hendra lagi dengan nada suara yg meninggi.
"Kamu tahu kan, anak kita itu memang sudah seperti itu! Dia bertingkah seperti laki-laki karena dia tidak mendapat kasih sayang yg lebih dari mamanya!" tambah Papa Hendra panjang lebar.
Mama Andin terlihat diam. Deru nafasnya mulai tidak teratur. Setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.
"Aku gak sengaja bikin dia pergi... Aku cuma mau dia berubah, mas! Walau aku tahu, dia itu bukan anak kandung aku" ujar Mama Andin dengan nada suara yg serak. Ia juga mulai menangis, air mata tak henti-hentinya membasahi wajah cantiknya.
Papa Hendra mengerang frustasi. Ia mulai mengacak rambutnya dengan kasar.
"Dia anak aku!" racau Papa Hendra dengan nada suara pelan. Namun masih bisa di dengar oleh pendengaran Mama Andin.
"Iya. Dia anak kamu, tapi bukan anak aku!" seru Mama Andin. Papa Hendra terlihat mengalihkan pandangan nya menuju manik mata Mama Andin.
"Jadi selama ini, kamu gak pernah anggap Kania sebagai anak kamu?"
Mama Andin hanya bisa diam. Tidak menanggapi ucapan dari suaminya.
__ADS_1
"Aku udah bilang berapa kali sama kamu. Dia itu gak salah, oke aku yg salah karena—"
"Ya. Kamu yg salah! Kamu salah karena di masa lalu kamu berani selingkuh sama wanita lain! Bahkan hasil perselingkuhan mu pun membuahkan seorang anak yg kamu bawa pulang sendiri! Kamu gak tahu, betapa hancur hati aku ini saat pertama kali anak itu belajar bicara dan mengatakan kata mama!? Aku kesal saat mendengar anak itu mengatakan aku adalah mamanya! Tapi aku bukan mamanya! Ya. Aku memang menyayanginya, tapi jika aku melihat raut wajahnya yg sangat mirip dengan wanita jal*ng itu. Aku muak! Puas kamu, hah!!!" potong Mama Andin dengan suara meninggi.
Mama Andin terisak. Hingga ia pun tersungkur ke lantai yg dingin.
Papa Hendra nampak diam. Ia tidak menyangkal apapun. Memang benar, Kania adalah hasil dari perselingkuhan nya di masa lalu. Tapi, itu adalah suatu kesalahan yg tidak disengaja. Setelah wanita itu melahirkan Kania, ia meninggal membuat Papa Hendra mau tidak mau mengurusnya. Apalagi, itu adalah darah dagingnya sendiri.
Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah memperhatikan perdebatan mereka.
Kesha. Lelaki itu terpaku mendengar semua pengakuan dari mamanya sendiri. Dan terlihat bahwa papanya bahkan tidak mencoba menyangkalnya.
Kini Kesha tahu. Mengapa waktu kecil dirinya lah yg selalu di manjakan oleh Mama Andin. Itu karena, hanya Kesha yg benar-benar anak kandungnya.
"Kalian semua gila!" teriak Kesha di ambang pintu masuk. Membuat kedua orang tua itu pun melirik shock ke arahnya.
"Kesha!?"
****
"Mama... Kania mau di peluk sama mama" lirih seorang gadis kecil berusia lima tahun tengah memohon pada seorang wanita yg di ketahui adalah mamanya.
Gadis kecil itu hanya menunduk. Ia tidak menangis, hanya menyunggingkan senyum getirnya yg mampu membuat siapa saja merasa terenyuh.
Gadis kecil itu mengambil boneka beruang cokelat yg berada di atas rumput, kemudian memeluknya erat.
"Kayaknya... Mama gak sayang ya sama Kania? Tapi salah Kania apa? Teddy, kamu tahu gak salah Kania apa?" gumam gadis kecil itu, sembari menatap lekat ke arah boneka beruang yg ia angkat bersejajaran dengan wajahnya.
"Kania sayang. Kamu ngapain sendirian disini? Kok gak sama mama?" sahut seorang lelaki yg berjalan mendekat ke arah gadis kecil itu.
"PAPAA!!" teriak gadis kecil itu, kemudian berhamburan ke arah papanya.
"Kania mau di temenin main sama papa!" ucap gadis kecil itu, saat dirinya tengah berada di pelukan papanya.
"Kenapa gak sama mama?" tanya sang papa. Kemudian melepaskan pelukan tersebut dan beralih menggendong putrinya.
__ADS_1
"Mama bilang, dia lagi sibuk! Jadi Kania di suruh main nya sama papa aja. Papa mau kan nemenin Kania main?"
Papa Hendra menghembuskan nafasnya. Sebuah senyum simpul ia terbitkan di wajahnya. Kemudian, ia mengangguk. Tanda bahwa dirinya menyetujui apa yg di inginkan putri kecilnya.
"Yeey!! Papa baik!!" gadis kecil itu bersorak. Tak lama kemudian ia meminta turun dari gendongan sang papa dan beralih untuk meraih pergelangan tangan papanya dan menariknya ke suatu tempat.
Langkah gadis kecil itu terhenti. Membuat Papa Hendra mengerutkan keringnya heran.
"Kenapa berhenti?"
"Pa... Apa mama udah gak sayang lagi ya sama Kania? Kok mama selalu jauhin Kania? Salah Kania apa?" racau gadis kecil itu dengan nada suara yg menyayat hati.
Papa Hendra tidak menjawab apa pun pertanyaan putrinya. Ia hanya bisa menyeka air matanya tanpa gadis kecil itu ketahui.
"Mama kayaknya lebih suka sama Kak Kesha! Apa karena Kak Kesha itu anak cowok ya? Makanya mama suka? Gitu ya pa?" racau gadis kecil itu lagi. Namun kali ini, ia menatap lekat ke arah papanya.
"Kalo misalnya... Kania berubah jadi anak cowok, mama bakal tambah sayang gak sama Kania? Kalo misalnya mama jadi sayang sama Kania, karena Kania jadi anak cowok. Ya udah, Kania mau berubah! Boleh ya pa?"
****
Kania menyeka air matanya, saat dirinya kembali mengingat kejadian masa lalu yg begitu menyakitkan. Waktu itu, Kania hanya ingin di temani bermain oleh sang mama. Tapi mamanya menolak, entah apa alasannya.
Dari situ, Kania bertekad untuk merubah penampilannya. Berharap sang mama memperhatikan dirinya.
Dan ternyata berhasil! Mama Andin memperhatikan dirinya, walau berbagai ucapan pedas sudah menyinggung perasaan nya.
Biarlah! Asal bisa di perhatikan, Kania senang! Namun tidak untuk kali ini, ia merasa sudah sangat lelah berpura-pura.
Kania hanya ingin di perhatikan. Itu saja! Mengapa rasanya susah sekali?
Kania kembali menyeka air matanya. Tanpa ia sadari, sebuah mobil dari arah berlawanan berjalan cepat ke arahnya.
Kania tidak terlalu memperhatikan. Ia sibuk dengan kekacauan nya sampai-sampai,
KIIK KIIK...
__ADS_1
"Aghhhh"
To be continue...