My Handsome Lecturer

My Handsome Lecturer
Mengancam


__ADS_3

kalo ada typo, cek!


Happy Readingā¤


****


"Kania!!" sebuah sahutan cempreng dari kejauhan, mengagetkan sang pemilik nama. Yg baru saja selesai memarkirkan motornya di parkiran kampus.


"Hai!" sahut Kania. Sambil tersenyum manis ke arah Vanya.


"eh? lo ke kampus bawa motor? kan jarak kosan lo ke kampus deket? hamburin bensin aja lo!" cerocos Vanya, saat tubuh keduanya sudah berhadapan.


"kemarin gue gak pulang ke kosan. gue pulang ke rumah, Vany!" jawab Kania.


Vanya nampak ber oh-ria saja, sebagai balasan. "tumben lo datang ke kampus gak kesiangan?" sahut Kania. Vanya nampak menoleh sekilas.


"hah? apa? lo ledekin gue?" sambar Vanya, mendelik.


Kania terkekeh pelan. "ya elah? sensian amat lo pagi ini? PMS ya?" celetuk Kania.


Vanya kembali mendelik. "Enak aja! Mood gue lagi gak baik nih!" kata Vanya, menjelaskan.


"Gue gak nanya!" ketus Kania


"Ck. Nyebelin banget sih lo jadi temen!" Vanya mendengkus kesal. Pasalnya, sahabatnya yg satu ini susah sekali di ajak curhat.


"Haha, sorry! Gue becanda kali, Vany!"


Vanya berdecak. "Serah! Pokoknya, hari ini gue lagi gak mau debat sama lo! Mending kita langsung ke kelas! Bentar lagi pelajarannya Kak Raka di mulai!" cerocos Vanya tiada henti.


Kania nampak memberengut kesal, saat sebuah nama yg tidak ingin ia dengar pun melintasi pendengarannya.


Raka...

__ADS_1


Orang tampan. Menyebalkan. Narsistik. Dan si penebar pesona itu, sungguh membuat Kania terperangah keheranan.


Apa sih kelebihan Raka? Orang nyebelin kayak gitu di idolakan? Noh, Aliando Syarif! Idola in! Udah ganteng. Alim. Keren lagi. Gak kayak Raka!


Udah nyebelin. Sok akrab lagi. Kan ngenes jadinya!


Kania dan Vanya memasuki ruang kelas, dengan keadaan kelas yg sangat ramai. Seakan ini bukanlah sebuah ruang kelas, melainkan pasar malam.


Vanya berdecih jijik. Saat melihat seorang mahasiswi terlihat sibuk berkutat dengan alat make-up nya. Di mulai dari bedak yg di poleskan setebal mungkin. Bibir yg sengaja di beri polesan lipstik merah merona. Dan satu hal yg Vanya benci. Yaitu, aroma parfum yg menyengat melintasi lubang hidungnya.


Kania dan Vanya menahan nafas mereka. Seolah satu pemikiran, kedua nya saling tatap muka. Dengan kedua alis yg sama-sama bertaut.


"Ya elah. Ngapain sih kalian sibuk dandan kek gitu?" sebuah suara sindiran terdengar sangat nyaring di ambang pintu masuk kelas.


Seluruh mahasiswa yg berada duduk diam di bangku mereka masing-masing pun menoleh ke arah sumber suara.


Keyla. Seorang mahasiwi yg sempat bertanya pada Raka, pada saat pertemuan pertama bersama para mahasiswa. Untuk menyambut kedatangan dirinya sebagai dosen baru plus dosen pengganti.


Keyla berjalan perlahan memasuki ruang kelas. Dengan langkah yg anggun. Dan jangan lupa, wajah angkuhnya ia perlihatkan dengan sangat jelas.


"Heh. Muka kayak ondel-ondel gini, pengen ngerayu Kak Raka?" celetuk Keyla. Yg di akhiri dengan tawa menyeleneh.


Semua mahasiswa di dalam kelas tertawa terbahak-bahak. Menertawakan mahasiswi tersebut dengan tampilan wajah yg menor. Bak seorang tante-tante di club malam.


"Lo itu gak pantes ngerayu Kak Raka, okey? Udah muka putih, leher item, bibir merah. Sumpah deh! Kayak nenek lampir aja tahu gak!?"


Raut wajah mahasiwi yg terkena celetukan Keyla pun terlihat masam dan terus menaik turunkan dadanya. Terlihat jelas, bahwa dirinya merasa tersinggung dengan cibiran pedas yg keluar dari mulut Keyla.


"Terserah gue dong!" teriak mahasiwi yg sedari tadi diam tidak berkutik. Saat dirinya di permalukan oleh Keyla.


"Lo pikir, dengan tampang sok polos dan sok lugu yg lo punya ini. Bisa bikin Kak Raka jatuh hati sama lo? Heh, mikir! Kak Raka itu suka cewek yg berbeda! Gak seksi kayak lo!" teriak mahasiswi tersebut. Merasa tidak terima jika dirinya di perlakukan seperti barusan.


Seluruh mahasiswa di dalam kelas bersorak. Menantikan pertengkaran kedua mahasiswi, yg sebentar lagi akan segera terjadi.

__ADS_1


Kania panik. Melihat kedua mahasiswi itu kini tengah berdiri saling berhadapan.


"Woy. Woy. Woy. Udah dong! Bentar lagi kelas kita di mulai nih! Jangan ribut dong!" teriak Kania. Mencoba melerai pertengkaran yg akan segera terjadi diantara mereka.


"Gak usah sok care deh lo, Kan! Mendingan lo balapan aja sana di jalan. Gak usah ngurusin gue!" Kania mendelik. Mendengar celetukan pedas yg baru saja keluar dari mulut Keyla.


"Maksud lo apa, hah?" Kania meraih baju Keyla dengan kasar menghadap ke arahnya. Keyla yg merasakan bahwa Kania tengah terpancing emosi pun langsung panik.


"Lo nyinggung gue?" desak Kania. Keyla nampak panik sekaligus ketakutan.


Baru kali ini, Keyla mendapat perlakuan seperti ini. Dan inilah kenapa, tak ada mahasiswi atau pun mahasiswa yg berani menyinggung Kania.


Toh, Kania ini nyali nya besar. Gaya melabraknya pun, sangat mirip dengan laki-laki.


"Lo emang suka balapan motor kan? Kenapa? Lo gak suka, gue nyebutin soal 'balapan'?" tanya Keyla, setenang mungkin. Dengan nada bicara yg seakan tengah menantang Kania.


"Ya. Gue gak suka! Sama aja, kalo lo ini sedang merendahkan seseorang."


"Gue emang terlahir menjadi cewek yg tomboy. Gue emang jago balapan. Apalagi kalo berantem. Ada yg nantang gue buat berantem, gue jabanin."


"Dan lo!" ujar Kania sambil menunjuk-nunjuk ke arah Keyla.


"Lo berani nantangin gue. Gimana kalo kita adu balapan aja? Atau... Taekwondo? Hm? Gimana?" tanya Kania. Terlihat raut wajah terkejut yg Keyla perlihatkan.


Dari sisi lain, Vanya nampak kebingungan. Dirinya juga takut dengan Kania, jika amarah nya sedang meledak begini. Tapi, Vanya harus memisahkan Keyla dan Kania sebelum---


"Pagi semua!"


Dan yg di takutkan Vanya pun tiba. Seorang dosen muda yg tak lain adalah Raka pun, memasuki ruang kelas.


Kania menoleh sekilas ke arah sumber suara. Ia pun melepas cengkraman keras di pakaian Keyla.


Kania pun berjalan melewati Keyla. Namun, saat tubuhnya saling bersejajaran. Kania membisikkan sesuatu pada telinga Keyla.

__ADS_1


"Lo nyinggung gue sekali lagi, gue kasih lo pelajaran yg bakal lo ingat seumur hidup lo!" ancam Kania, tidak main-main


To be continue...


__ADS_2