My Handsome Lecturer

My Handsome Lecturer
Kania and Kesha


__ADS_3

"ABAAAANG!!!" pekik Kania, ketika dirinya baru saja membuka password apartemen Kesha.


Dari mana Kania bisa tahu, toh Kesha sendiri yang mengirimi password apartemen nya lewat pesan singkat kemarin.


"Aaaghhh... Berisik, lo! Gue abis gadang, jan ganggu elaah," erang Kesha kesal.


Yah, bagaimana tidak kesal. Ketika kita sedang tidur dalam posisi yang begitu nyaman, tiba-tiba seseorang berteriak nyaring di dalam kamar kita. Dan lebih parahnya, orang itu tidak meminta maaf sama sekali setelah apa yang diperbuatnya.


Ya, seperti gadis itu. Kania Devanya.


"Ah elah, si Abang kok malah molor, sih? Bangun, iih. Gue pengen ngomong!" Kania menarik keras selimut yang digunakan Kesha.


"Nanti aja lah, Dek. Gua masih ngantuk. Kemaren gue maen game ampe subuh," ucapan Kesha sontak menghentikan pergerakan Kania yang terus-menerus menarik selimutnya.


Kania jadi merasa sedikit iba pada abangnya. Lagi ngantuk-ngantuknya, diganggu pake suara teriakannya yang super nyaring itu.


"Bang Kesha udah makan?" pertanyaan lembut dari Kania, sontak membuat Kesha yang masih meringkuk didalam selimut langsung mengubah posisinya menjadi terduduk.


"Kerasukan apa, lu?"


"Iih, adeknya lagi baik malah dituduh yang enggak-enggak. Gimana, sih?"


"Ehehe, sorry dah. Soalnya barusan gaya ngomong lo itu sangat manis alias very sweet," ucapan Kesha dibalas cebikan bibir oleh Kania.


"Sok Inggris lo! Kek bisa aja," ketusnya sembari melipat kedua lengan didepan dada.


"Yeeh. Anda meragukan saya?" tanya Kesha dengan formal.


Dalam hati Kania, gadis itu mulai mual mendengar penuturan dari abangnya yang terdengar sok cool, padahal aslinya gesrek minta ditampol.


"Gaosah sok formal, deh. Kek CEO aja, lo!" cibir Kania. Kesha pun tergelak sendiri.


"Iye-iye. Btw, tawaran lo yang tadi masih berlaku gak nih?" ucap Kesha. Kania nampak berpikir sejenak.


"Yang mana?"


"Yang katanya abang udah sarapan? Yang itu," paparnya menjelaskan.


"Emang, bang Kesha belom sarapan?" pertanyaan polos dari Kania dibalas decakan sebal dari Kesha. Lelaki itu nampak frustasi dengan adiknya yang kadang polos, kadang gak peka, kadang nyeroscos minta ampun, tapi kadang juga ngangenin.


Sabar, Sha. Adek lo emang udah dari sononya ngeselin! Batin Kesha.


"Iya lah. Buatin gue sarapan, gih! Gue laper," perintah Kesha hanya ditanggapi senyuman terpaksa oleh Kania.


Sabar, Kania. Demi mama, iya demi mama. Batin Kania menguatkan.


"Di kulkas lo ada bahan makanan?" tanya Kania. Secara tidak langsung ia menuruti perintah Kesha.


Kesha tersenyum bangga dalam hati. Ternyata Kania begitu penurut setelah beberapa bulan tidak bertemu. Hm, hampir dua tahun, si.


Entah mengapa, Kania tidak pernah menghubunginya. Dan Kesha sendiri juga tidak pernah memberi kabar. Dan lagi, Mama Andin tidak pernah membahas Kesha setelah pertengkaran hebat waktu itu. Waktu beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Back to Kesha and Kania.


Kesha turun dari kasur sembari mengacak rambutnya pelan. Ia berjalan kearah cermin panjang di kamar apartemen nya.


"Wah, muka ganteng gue rusak." Gerutunya. Kania menghela napas lelah.


"Woy! Lo denger gue ngomong gak, sih?" teriak Kania. Kesha hanya bergumam sembari terus menatap pantulan wajahnya dari cermin.


"Lihat sendiri aja, gih. Punya tangan dan kaki 'kan? Mata juga masih bagus," celetuk Kesha. Membuat kesabaran Kania berada diujung tanduk.


Euhhh... Ni orang kalo gak ada, ngangenin. Tapi kalo ada, ngeselin!


"Ya udah, okey. Gue ke dapur dulu!" Kania menyerah. Lebih baik ia segera berjalan menuju dapur untuk mengecek, apakah ada bahan makanan untuk ia masak atau tidak?


Gini-gini Kania bisa masak lho, ya... Walaupun tomboy dikit. Iya, dikit.


"Ah elah. Kulkas aja tampang nya MAHAL, isinya air putih sama minuman doang." Kania kembali menghela napasnya. Isi kulkas di apartemen Kesha benar-benar kosong melompong. Ya, anggap saja begitu. Isinya cuma beberapa botol air putih dalam kemasan dan minuman dingin yang dikemas dalam bentuk kalengan.


"Ya udahlah, pesen Gofood aja." gumam Kania sendiri. Ia mulai membuka ponsel dan memesan makanan lewat aplikasi.


Setelah memesan cukup untuk dirinya dan abangnya, Kania keluar dari dapur lalu mendudukan diri di sofa yang berada di ruang tengah apartemen Kesha.


"Punya duit darimana tuh orang? Apartemen nya lumayan juga," ucap Kania.


Tak lama setelahnya, abangnya, Kesha datang kearahnya dengan setelan fresh dengan rambut yang masih setengah basah.


"Kok gak masak?" Pertanyaan Kesha, dibalas delikan tajam oleh Kania.


"Emang cuman ada itu aja di kulkas?" Tanya Kesha, Kania mengangguk lesu.


"Oh, ya udah." jawabnya cuek.


Setelah menunggu cukup lama, sebuah suara bel di depan pintu apartemen mengalihkan perhatian keduanya.


"Gue bukain dulu," ucap Kania. Kesha hanya mengangguk.


Tak lama setelah kepergian Kania ke pintu depan, gadis itu kembali datang ke hadapannya dengan sekantong besar yang ia bawa ditangannya.


"Lo pesen Gofood?" tanya Kesha. Kania menjawabnya hanya dengan gumaman saja, lalu menduduki sofa di depan lelaki itu.


"Beli apa aja, lo?" tanya Kesha lagi. Ketika Kania mulai membuka kantong plastik tersebut dan mengeluarkan isinya.


"Gue pesen ayam geprek kesukaan lo, nih." jawab Kania sembari menyerahkan kantong plastik kecil pada Kesha.


"Terus yang itu?" tunjuk Kesha pada sebuah kotak berukuran lumayan besar yang Kania keluarkan dari kantong plastik.


"Ini Banana Cake. Punya gue, helloooo." kata Kania. Lalu menjauhkan kotak berisi banana cake pesanannya. Ia takut Kesha akan mengambilnya lalu memakan isinya.


"Ya elah, masih sama aja ternyata makanan kesukaan lo!"


"Iya lah. Favorit gue ini. Udah sana, makan." Kania berucap ketus pada Kesha. Lelaki itu hanya mencebikkan bibirnya sembari melangkah menuju dapur.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan acara makannya, Kesha kembali ke ruang tengah sembari meminum minuman dingin yang dipegangnya.


Ia menduduki sofa yang sempat ia duduki tadi. Ia melihat gelagat adiknya yang terlihat asyik saja melahap banana cake nya.


Duh, Kesha lagi pengen.


"Lo kemari, pasti ada apa-apa nya. Iya 'kan." tuduh Kesha tiba-tiba. Kania pun mengangguk seraya terus memakan banana cake nya.


"Eh, Kan. Gue minta dong, ngiler gue ngeliat lo makan ntu," Kesha yang mulai tidak tahan dengan godaan makanan yang dilahap Kania, ia mulai mencoba meminta dengan cara baik-baik, supaya adiknya ini memberikan kuenya walaupun hanya sepotong.


"Beli aja lah. Ini aja buat gue kurang, bang." ujar Kania. Kesha pun mulai mencebikkan bibirnya.


"Yeeh, punya adek pelitnya luar biasa," gumam Kesha. Lalu meminum minumannya. Berharap, rasa minuman itu dapat menggantikan rasa keinginannya memakan banana cake yang dilahap Kania.


Tapi tetap saja rasanya lain!


"Oh iya, gue gak mau ngomong langsung, gak mau basa-basi. Gue mau langsung ke intinya," kata Kania sembari mengunyah kue.


"Ngomong apaan?"


"Lo mau 'kan ikut gue ke hotel?" pertanyaan Kania, sontak membuat kedua bola mata Kesha membulat.


"Maksud lo? Lo mau ngajakin gue— Astaga, Kania! Kita ini masih sedarah, lo malah—"


"BANG KESHAAAA!!! Lo ngomongnya ngawur, heran gue! Siapa yang mau ngajakin lo gitu!? Otak lo ngeres, sumpah! Cuci, gih! Ngeri gue dengernya! Maksud gue tuh, ikut gue makan malem di hotel. Bukan nginep terus— Aghh... Otak lo ngeselin!!" Kania berucap setengah berteriak. Cerocosannya barusan hanya ditanggapi cengiran kuda oleh Kesha.


Kesha memang benar-benar!


"Hehe, kirain. Btw, ngapain lo ngajakin gue makan malem? Pake di hotel segala! Punya duit dari mana lo?" pertanyaan beruntun dari Kesha, membuat Kania sedikit geram pada lelaki itu.


"Ada lah, kepo lo! Pokoknya, lo harus ikut! Ntar malem, jam tujuh malem di Hotel Rosemary. Buat nomor mejanya, ntar gue kasih tahu lo lagi."


"Gak bisa nolak?" pertanyaan Kesha dibalas gelengan kepala oleh Kania.


Kesha berdecak, namun berikutnya ia mengangguk sebagai jawaban 'iya' dari permintaan adiknya.


"Pake baju apaan?" tanya Kesha. Kania memberhentikan acara mengunyahnya sebentar.


"Pake baju formal. Biar keliatan kek CEO," jawabnya asal. Kesha hanya mengangguk patuh.


"Ya udah. Itu doang 'kan?" tanya Kesha lagi. Kania mengangguk sebagai jawaban.


"Kalo gitu gue mau langsung tidur lagi." ucap Kesha, lalu melengos meninggalkan Kania yang terdiam memaku. Masih mencerna ucapan dari Kesha barusan.


"Gila! Dasar kebo! Baru juga abis tidur terus makan, malah tidur lagi." Gumam Kania sembari mengunyah banana cake di mulutnya.


To be continue....


Duh, maaf baru up! Kuotanya abis huwaa... Ini baru diisi lagi tadi pagi. Maafin yee.


Oya btw, tinggalin jejak juga yee, hehee. See u in the next chapter:*

__ADS_1


__ADS_2