My Husband, My Teacher

My Husband, My Teacher
Menunggu Kamu Pulang..


__ADS_3

Makasih banyak buat semuanya yang selalu setia disini ❤❤❤


Jangan lupa like and komen ya sayangku..


Happy Reading..


🌸


🌸


Suasana M Property sekarang ini semuanya sibuk, Farzan menghubungi salah satu temannya yang juga berpengaruh dengan dunia ini.


J-Crop. Masih ingat dengan perusahaan Jay? Jay memiliki ratusan anak buah yang mampu diandalkan. Berbagai kasus bisa diatasi dalam waktu cepat dan rahasia.


Farzan adalah teman Rudi suami dari Sonya anak pertama keluarga Bree.


Setelah bertemu dengan Hana diruangannya, Farzan harus pamit ke kantor karena ada janji dengan Rudi. Hana mengiyakan dan membiarkan Farzan pergi lalu gadis itu menyusul temannya di kantin.


Farzan dan Rudi ada diruangan khusus miliknya, mereka fokus dengan layar laptop. Bima pun ada di samping Farzan untuk mengawasi karena kondisi Farzan dan juga perintah dari tuan Mahardika.


"Ketemu." Ucap Rudi dan memperlihatkan layar leptopnya.


Farzan dan Bima memperhatikan, "Lo kenal orang ini?" Tanya Rudi.


Farzan meneliti wajah yang ada di layar, "Gue gak pernah pasang cctv diarea ini." Jawab Farzan yang tidak nyambung.


"Hahh.." Rudi menghela nafas, "Itu anak buah mertua gue yang nempelin cctv semut."


"Cctv semut?" Beo Farzan dengan kening mengkerut.


"Ya lo tau sendiri kan mereka punya alat aneh aneh?? Lo masih inget kasus adik ipar gue yang ceweknya pernah ilang?" Farzan mengangguk. "Bahkan mereka nyimpen alat pelacak di kalung cewek adik ipar gue."


Farzan mengangguk, memang tidak salah lagi dirinya meminta bantuan pada Rudi. Semua orang yang di kerahkan Rudi bisa di andalkan.


"Sekali lagi gue nanya.. Lo kenal orang ini?" Tunjuk Rudi pada layar leptopnya.


"Itu karyawan magang tim prosuksi." Jawab Bima menyahut. "Dan itu salah satu orang suruhan juga, datanya ada di berkas yang kemarin saya kasih ke Pak Farzan." Sekarang Farzan mengerti.


"Lo bisa pasang cctv semut di baju bagian depan orang itu kan?"Tanya Farzan.


Rudi terlihat berpikir, "Bisa sih.. Tapi, gimana cara gue interaksi sama dia?" Benar juga, Sekarang Farzan pun bingung.


"Biar saya saja Pak.. Saya sering ke divisi ini." Usul Bima.


"Boleh, Saya mengandalkanmu Bim!" Ucap Farzan sambil menepuk bahu Bima. "Tapi kalo bisa cctv itu menangkap wajahnya." Lanjut Farzan.


"Oke gampang soal itu.. Bim, gue percayain sama lo besok pagi gue kasih cctv semutnya ke elo, tapi bukan gue yang anterin ada orang yang bakal gue suruh." Bima mengangguk mengerti.


"Dan lo gak usah khawatir.. Gue bakal bantu lo sampai tuntas dengan anak buah mertua gue yang sangat handal." Rudi beralih bicara pada Farzan.


Ya, Rudi tau kalo Farzan sampai jatuh sakit untuk menangani masalah ini, jadi Rudi berkata seperti itu agar Farzan tidak terlalu memikirkannya.

__ADS_1


"Iya Pak, saya juga ada disini untuk membantu." Sahut Bima.


Bima ini sebenarnya 3 Tahun lebih tua darinya tapi karena posisi Farzan adalah atasan jadi Bima mengharagi hal itu.


Bahkan Bima banyak berterimakasih pada keluarga Mahardika yang mempercayai skil kerjanya, dan membuatnya menjadi mampu seperti sekarang. Maka dari itu apapun yang terjadi dengan Mahardika, Bima akan menjadi nomor satu membantu.


"Sudah larut Pak, lebih baik kita selesai sampai sini dulu."


"Ahh benar, Gue juga harus pulang kasian Sonya dia lagi banyak maunya karena hamil." Sahut Rudi.


"Wahh.. Akhirnya, selamat ya bro!" Ucap Farzan.


"Ya makasih.. Lo juga cepet cepet aja, gak papa kali kan istri lo bentar lagi lulus." Jawab Rudi, Farzan hanya mengangguk sambil tersenyum.


Hubungannya dengan Hana belum sejauh itu, selama ini juga Farzan bersyukur dan senang karena hubungannya sudah banyak kemajuan. Mungkin soal itu bisa lain kali dia bicarakan dengan Hana.


"Ya udah gue pamit duluan.. Selamat malam!" Pamiy Rudi.


"Selamat malam!" Jawan Farzan dan Bima.


"Pak mau pakai supir?" Tanya Bima.


"Hemmm, iya boleh.. Tolong ya Bima." Jawab Farzan.


"Baik Pak." Bima pun segera keluar ruangan untuk menghubungi Pak Toni.


Farzan pun sudah bersiap pulang, "Kamu juga pulang dan istirahatlah." Ucap Farzan saat keluar ruangan.


🌸


🌸


Setelah makan malam sendiri karena Farzan pulang larut Hana kembali ke kamarnya, membereskan buku pelajaran yang masih berserakan di atas meja belajarnya.


Hana mengambil sweater hitam dan memakainya lalu kembali turun ke bawah. Membawa camilan dari kulkan dan duduk di sofa sambil menonton tv.


Hana memilih menunggu Farzan pulang di sofa, menonton siaran acak apa saja agar tidak bosan.


"Udah jam sembilan malam." Gumam Hana saat melirik jam di dinding ruangan itu. Namun mobil Farzan belum juga terlihat.


Hana merasa ngantuk dan memilih rebahan, tak terasa matanya terpejam dan masuk kedalam mimpi.


Tiga puluh menit kemudian mobil Farzan sudah memasuki gerbang, Farzan keluar dari mobil dan membiarkan Pak Toni memarkirkannya.


"Terimakasih Pak." Ucap Farzan.


"Assalamualaikum.." Farzan membuka pintu ternyata tidak di kunci, lalu matanya menatap tv yang menyala dan melihat Hana sedang tertidur di sofa.


"Apa kamu nunggu aku pulang?" Tanya Farzan pada dirinya sendiri.


Farzan menghampiri Hana memperhatikan istri kecilnya yang sedang tertidur tetap terliah cantik. Farzan berjongkok dan mengusap kening Hana.

__ADS_1


"Engh.." Hana melenguh karena merasakan sentuhan di keningnya dan membuka matanya.


"Ahh.. Apa aku membangunkanmu?" Farzan kini duduk bersila di bawah dengan alas karpet bulu.


"Mas.. Mas sudah pulang?? Maaf aku ketiduran." Hana langsung duduk. Farzan pun kini duduk di samping Hana.


"Kenapa gak tidur di kamar?" Farzan mengusap kepala Hana.


"Hemmm.. Aku cemas, boleh kan?" Ucap Hana pelan.


"Boleh kok.. Tapi aku gak papa kok beneran." Jawab Farzan memberikan senyumnya. "Kita ke kamar aja ya! Matiin tvnya." Hana mengangguk dan mematikan tv yang sedari tadi memperhatikan Hana tidur.


"Ayo.." Ajak Farzan, dan Hana mengikuti Farzan ke lantai dua.


"Gimana di kantor tadi?" Tanya Hana, mereka sekarang menaiki anak tangga.


"Ya.. Alhamdulillah karena ada temen aku yang bisa bantu." Jawab Farzan lalu membuka pintu kamar mereka.


"Alhamdulillah kalo gitu.. Tapi, kenapa Mas pulang larut?" Tanya Hana meletakan tas kerja Farzan di tempat khusus.


"Iya tadi ada rapat khusus tentang masalah di kantor.. Maaf ya membuatmu menunggu.." Farzan menghampiri Hana dan mengusap kepalanya. "Aku usahakan besok pulang tepat waktu." Lanjutnya.


Cup.


Farzan mencium kening Hana, "Tidur lagi gih.. Aku mau mandi dulu." Hana selalu saja terkejut jika Farzan melakukan ini padahal bukan yang pertama kali.


Bahkan jantungnya selalu berdebar lebih kencang dengan hal yang tak terduga dari Farzan.


Pria itu sudah masuk ke kamar mandi, dan Hana menyiapkan pakaian ganti untuk Farzan lalu naik ke atas kasur. Memilih memejamkan mata duluan karena tidak ingin mendapatkan serangan dadakan dari Farzan.


Namun nyatanya rasa ngantuk itu tak kunjung datang sampai Farzan selesai mandi.


"Loh kamu belum tidur?" Tanya Farzan yang melihatnya, dan Hana menggeleng sebagai jawaban.


Farzan mengambil pakaian gantinya lalu berganti di kamar mandi.


"Ya udah yu tidur udah larut." Farzan pun naik menyusul Hana ke atas kasur."


Posisi Hana pun menjadi menyamping menghadap Farzan, "Selamat tidur, Hana." Ucap Farzan mengusap kening Hana.


"Selamat tidur, Mas." Ucap Hana juga.


Mereka pun memejamkan matanya dan berkelana di dalam mimpi, mimpi yang indah dengan bertebaran bunga bunga.


.


.


.


.TBC.

__ADS_1


__ADS_2