
Semua berkumpul di meja makan dan para pelayan menyajikan makanan. Mereka duduk saling berpasangan terkecuali Dika dan alhasil cowok itu duduk sendiri dikursi awal.
Dika mendengus kesal melihat pemandangan tiga pasang makluk halus ini, eh maksudnya makhluk tuhan. Cowok ini menopang dagu.
Kapan gue gak jomblo..
"Gini amat nasib gue.. Kalian tega baget sih." Mereka mengalihkan pandangannya pada Dika, "Kenapa gue yang jomblo sendirian sih?" Tanyanya dan mereka hanya mengangkat bahu. "Tega~~ Kalian ~~" T_T
"Hahaha.." Bunga tertawa paling keras, cewek itu memang tidak bisa jaim meskipun sekarang sudah memiliki Bima.
"Hehe.. Ya sudah kita makan dulu nanti di lanjut sama acara malam.." Sahut Caca.
"Acara malam?" Beo Hana yang di angguki Caca.
Pasalnya dicatatan saat berencana liburan tidak ada acara untuk malam harinya, Hana bingung dan berpikir apa dirinya terlewatkan sesuatu, mungkin.
"Ya udah selamat makan semuanya.." Mereka semua menikmati makan malam bersama dengan candaan ringan, makan malam ini tidak seformal biasanya. Maka dari itu tidak mereka makan berisik sekali.
Setelah selesai dengan makan malam, lalu mereka kembali berkumpul diruang tengah seperti biasanya.
"Sayang pake jaketnya.." Farzan menyampirkan jaket dirinya yang nampak kebesaran di tubuh Hana.
"Makasih.." Sahut Hana dan dapat usapat lembut di keningnya.
"Jadi.. Apa yang sekarang kita lakukan?" Tanya Dika.
"Kita bikin game malam ini.. Yang tabur bedak terus harus gendong satu orang sambil muter lima kali." Ucap Bunga.
"Wihh mantap itu yang kalah bakal encok noh pinggang hahha.." Sahut Dika ngakak.
"Game nya simpel cuma nebak kata yang ada di lawan kalian.. Gue udah siapin gamenya.. Taraa..." Bunga mengeluarkan banyak kertas yang tertutup sengaja agar mereka semua tidak melihat.
"Niat amat lo.." Ucap Vino menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Jelas dong.. Liburan kali ini harus niat.. Kapan lagi kita bisa kaya gini kan?? Bentar lagi juga lulus terus nerusin urusan masing masing kan? Gue harap sih rencana yang Dika usulin waktu itu terlaksana, biar kita bisa kumpul tiap hari disana.." Lanjut Bunga.
Mereka mengangguk membenarkan yang dikatakan oleh Bunga, "Ya semoga saja terkabul.." Sahut Hana.
"Amiiinnnnn...." Jqwab mereka semua dan diakhiri kekehan.
Dasar mereka.
"Untuk Pak Farzan hanya boleh menggendong Hana.. Lalu Kak Bima juga cuma boleh gendong gue, Oke?"
"Lah kok begitu?" Heran Dika.
"Iya lah.. Kan gue udah jadian sama Kak Bima.." Jawab Bunga senang jika ini cerota weebnovel mungkin akan di gambarkan hidung Bunga memanjang.
Hahaha..
__ADS_1
"Anjriitt.. Gak nyanka lo bisa pacaran juga.. Gue kira lo sama sama cowo.. Hahaha.."
Bugh..
"Woyy sakit tau.." Pekik Dika karena kena timpukan bantal dari Bunga.
"Makanya kalo punya mulut pake penyaring.. Pantes aja jomblo mulu lo.." Sahut Bunga tak kalah emosi.
"Udah dong debat mulu kalian.. Yuk mulai yuk.. Gak sabar nih.." Ucap Bunga melerai mereka yang mungkin entah akan selesainya kapan.
"Ya udah lo sama Pak Farzan dulu aja mainnya.. Gue dan Caca di tim lo dan Vino, Dika, Kak Bima di tim Pak Farzan.." Lanjut Bunga lagi.
Bunga menempelkan kertas di kening Farzan dan Hana meragakan dari tulisan itu dan Farzan harus menebaknya.
"Siap?? Satu.. Dua.. Tiga.. Mulaii..."
Belum apa apa para tim bersorak sorak membuat pemain pada gugup dan jadi bingung, Hana pun serba salah menggerakan tubuhnya agar sesuai dengan clue nya.
"Makanan??" Hana menggeleng, "Peralatan mandi?" Hana menggeleng lagi dan menggaruk kepalanya susah menjelaskan, sedangkan Bunga dan Caca menertawakannya.
Farzan pun kebingungan karena salah mulu saat menjawab, "Perlengkapan dapur?" Hana menganggukkan kepalanya membuat Farzan bernafas lega, " Pisau?" Hana menggeleng lagi, "Panci? Wajan? Aduhh apa dong sayang??" Farzan pun frutasi menggarukan kepalanya.
"Ayo waktunya dikit lagi.." Sahut Bunga membuat mereka panik.
Sayangnya Hana disini tidak di bolehkam untuk bicara.
"Yeeee benar.." Ucap para cewek dan Hana langsung memeluk Farzan.
"Hahh.. Kita menang.." Farzan menggendong Hana dan memberi beberapa kecupan dipipinya.
"Heiii.. Disini banyak anak SMA.." Sahut Dika dengan wajah serius membuat semua malah terbahak.
"Hahah sirik lo.." Timbal Bunga. "Lanjut Caca dan Vino.." Bunga menempekan kertas yang lainnya di kening Vino. "Caca siap?" Caca mengangguk, "Mulai..".
Caca mulai meragakan clue yang ada di kening Vino, wajah Vino saat ini benar benar lucu. Ekspresi bingungnya membuat mereka malah menertawakan cowok ini.
"Diem dong gue gak konsen nih.." Keluh Vino menatap mereka yang menertawakannya, "Perlengkapan sekolah?" Caca menggeleng, "Olahraga?" Caca menggeleng lagi, "Rumah? Dapur? Halaman? Kamar? Ihhh apa dong jangan geleng geleng mulu.."
"Lah.. Kok gitu jawabnya. Hahah.." Hana tertawa melihat Vino yang tidak akan tau jawabannya apa.
"Udah nyerah aja.. Kali kali muka ganteng lo pake bedak.. Lo waktu bayi aja pake bedak sama Bunda.. Hahaha.." Sahut Bunga sambil mengejek.
"Seneng banget lo." Ketus Vino dan Bunga semakin ngakak, Bima yang melihat itu ikut tersenyum dan mengusap rambut Bunga.
"Hehe.. Maaf ya Bunga emang begini.." Ucap cewek itu menampilkan deretan giginya. Bima hanya menganggukndan tersenyum.
Dan ternyata Vino kalah kesempatan untu Bunga dan Dika menaburkan banyak bedak di wajah tampan Vino.
"Uhuk.. Uhuk.. Kalian jahat sumpah.. Uhuk.. Hatciihhh.. " Vino tak henti hentinya terbatuk bahkan sampai bersin.
__ADS_1
"Hahah.. Lo lebih ganteng kaya gini, Vin." Celetuk Bunga dan kembali ruang tengah ini menjadi riuh. "Ca, Lo di gendong Vino ya lima puteran.." Lanjut Bunga.
Caca dan Vino saling pandang, rasanya canggung setelah sepakat untuk menjalon hubungan. Namun sayangnya mereka belum memberitahukan hubungannya.
Vino berjongkok di hadapan Caca dengan berbalik, dan Caca pun naik ke punggung Vino. "Gue muter kemana nih?" Ucap Vino setelah berdiri dan menggendong Caca.
"Keliling kolam renang.." Jawab Bunga, lalu semuanya ikut ke tempat kolam renang itu berada.
Vino mulai berlari mengelilingi kolam, Caca memeluk leher Vino kencang karena takut terjatuh.
"Vin, hati hati.. Ini licin.." Ucap Caca.
"Hmm.. Tenang aja kan ada gue.." Jawab Vino.
Namun saat putaran terakhir kaki Vino terpeleset dan membuat mereka berdua terjatuh kedalam kolam renang.
Kyaaaa..
Caca teriak bersamaan dengan orang orang yang melihatnya, Bunga dan yang lainnya berlari menghampiri mereka berdua.
"Caca.. Vino.. Kalian denger suara gue?" Teriak Bunga.
"Caca.." Hana pun berteriak khawatir.
Bfuahh...
Vino dan Caca muncul dari air, mereka saling pandang lalu memandang teman teman yang berada di pinggir kolam dengan ekspresi cemas.
"Hahahahah...." Vino malah tertawa terbahak dan Caca hanya terkekeh sambil menutupi raut merah diwajahnya oleh tangannya sendiri.
"Buset.. Gue panik ogeb.." Kesal Dika mencipratkan air ke wajah Vino.
Hana pun ikut mencipratkan air dengan di pegangi oleh Farzan karena takut hal seperti saat itu terjadi lagi, "Kalian nyebelin banget sih.." Sahut Hana dengan wajah memerah akibat tadi menahan rasa khawatir.
"Hahaha.. Sorry tadi licin jadi gue milih jatoh ke air lah.." Ucap Vino mengacak rambutnya yang basah lalu tangan yang satunya yang masih didalam air memegang tangan Caca yang juga berada didalam air.
Mereka saling pandang dan Vino tersenyum kearah Caca dengan menampilkan lesung pipi yang jarang sekali diperlihatkan.
Jantung Caca berdegup semakin kencang, hal yang tadi saja masih membuatnya berdebar. Lalu sekarang Vino membuatnya berdebar lagi.
Hal tadi saat mereka terjatuh tanpa sengaja bibir Caca mengenai pipi Vino, itu lah yang membuat Vino tertawa mengalihkan rasa canggung dan senangnya. Sedangkan Caca menyembunyikan raut merah dan rasa malunya untuk ikut tertawa.
.
.
.
TBC.
__ADS_1