My Husband, My Teacher

My Husband, My Teacher
Farzan yang malang..


__ADS_3

"ASSALAMUALAIKUM.. SAYAANGGG..." Farzan langsung berteriak mencari sang istri, karena sedari tadi di kantor Farzan sudah tidak bisa menaham dirinya.


"Walaikumsalam.. Kenapa teriak sih Mas?" Hana muncul dari dapur sambil membawa buah kelapa yang tadi minta tolong di kupas sama pak Toni.


Farzan berlari lalu memeluk Hana, "Astagfirullah Mas, gimana kalo kelapa nya jatoh kena kaki?" Pekik Hana yang terhuyung kebelakang.


"Suruh siapa yang jailin aku di kantor?" Suara Farzam tertahan karena wajahnua disembunyikan di leher Hana yang terhalang jilbab.


"Aku mau makan ini dulu Mas," Hana sekuat tenaga mendorong Farzan agar melepaskan pelukannya.


"Gak mau." Tegas Farzan membuat Hana menghela nafasnya.


"Kasian loh dedenya sesak papa.." Wajah Farzan merah dan cara ini benar-benar ampuh, Farzan langsung melepaskan pelukannya.


"Nah gini gak sesak ya sayang.." Ucap Hana mengusap perutnya, berbicara dengan sikembar.


Hana pun meninggalkan Farzan yang bengong ke ruang tengah, pria itu mengusap wajahnya.


Kena usil lagi deh..


Batinnya.


Farzan berjalan gontay menghampiri Hana dan duduk disampingnya.


"Sayang jangan gitu dong.." Sungguh rasanya sulit untuk dijelaskan, hanya pria yang tau soal itu.


"Mas, aku mau makan ini dulu loh, Mas mau? Seger tau," Hana memberikan kelapa yang di serok sama sendok ke mulut Farzan.


Farzan pun hanya bisa menerima dengan wajah menyedihkan.


Hingga Hana menghabiskan satu buah kelapa, Farzan masih setia menemaninya disana dengan kemeja yang sudah berantakan.


Pria ini belum mengganti bajunya setelah pulang kerja, masih terus membujuk sang istri yang selalu mengusilinya.


"Mas, ganti baju dulu gih, aku laper.. Kita makan bareng," Hana mengabaikan segala bujuk rayu Farzan, dan malah mengajak suaminya makan.


Farzan sudah tal terhitung berapa kali menghela nafasnya, Farzan mengecup kening Hana lalu beranjak dan naik ke kamarnya untuk mandi dan berganti.


Hana yang menatap Farzan di sofa hanya terkekeh, lalu mengusap perutnya yang sedikit-sedikit selalu lapar.


Namun Hana menyusul Farzan ke kamar, tenyata Farzan baru selesai memaka baju dengan rambut yang masih basah.


"Sini, aku keringin," Farzan menurut menghampiri Hana, membiarkan istri kecilnya melakukan tugasnya.


Istri kecil tapi dapat mengandung dua bayi..

__ADS_1


"Sayang.."


"Iya, kenapa?" Jawab Hana menunduk untuk melihat wajah Farzan yang masih saja terlihat muda dan tampan.


Hana tidak bisa membohongi perasaannya sekarang, jika dirinya benar-benar sudah jatuh cinta dengan guru yang sekarang sudah menjadi mantan guru dan menjadi suaminya.


"Hmmm, engga.. Aku terkadang selalu memikirkanmu jika sedang bekerja, dan selalu ingin bersama.. Rasanya aku bisa gila jika tidak melihatmu sedetik saja.."


"Kok, Mas jadi lebay begini?" Hana bukannya terharu tapi malah bertanya dengan wajah kebingungan.


Farzan tercengang dengan jawaban yang diberikan sang istri, lalu mengubah posisinya menjadi menghadap Hana.


"Sayang, aku bukan lebay.. Aku serius loh ini, kok kamu begitu," Farzan menggengam kedua tangan Hana.


Hana tersenyum lalu mengecup rambut Farzan yang sudah dikeringkannya, "Hehe, maaf papa.. Yuk makan,"


Saat ini Hana benar-benar terlihat seperti anak kecil yang membujuk ayahnya untuk bermain.


Menggemaskan.


Farzan ingin melahap Hana dan bukan makan malam.


Argghhhhh..


Farzan pun menggandeng tangan Hana dan keluar kamar, ternyata makan malam sudah disiapkan disana. Mungkin bibi yang menyiapkannya.


Ya, semenjak kehamilan Hana di beritahu di kediaman Mahardika. Mama mengirim satu maid yang sangat dipercaya untuk menjaga Hana di sini.


Awalnya Hana menolak namun para orang tua memaksa, itu juga demi menjaga kesehatan Hana dan bayi mereka. Mau tak mau Hana pun menyetujuinya, untuk membantu dalam pekerjaan rumah.


Farzan pun menyetujuinya, agar Hana tidak terlalu lelah dan fokus dengan kehamilannya.


🌸


🌸


Setelah meminum susu dan makan malam yang mengenyangkan, Hana tiduran dipangkuan Farzan dengan perut yang di usap oleh suami tercinta.


Rasanya... Nyaman...


"Disekolah bagaimana? Apa tidak merasakan kesulitan?" Tanya Farzan.


Hana membuka matanya, "Hmmm, tidak. Hanya saja mungkin terus-menerus berpikir jadi sering lapar, hehe." Hana menggaruk pelipisnya.


"Baby papa lapar ya, kalo momy nya belajar, hemm?" Farzan bertanya pada bayi mereka dan mengecup perut Hana.

__ADS_1


Hana merasa geli dengan tingkah Farzan ini, Farzan khawatir jika Hana akan merasa kesulitan karena kehamilan pertama ini yang sekaligus dua bayi.


Farzan sering mengirim pesan pada Hana saat disekolah, menanyakan apa yang dirasakannya. Farzan juga khawatir karena setiap malam Hana selalu muntah-muntah.


Farzan tidak bisa melakukan apapun selain memberikan perhatian lebih untuk sang istri.


"Ya sudah, sekarang tidur ya, besok masih ujian kan?" Hana menganggukkan kepalanya dan mengubah posisi tidur.


Hana merasa kesulitan jika malam hari, merasakan perut yang tidak nyaman dan terkadang sering mual hingga dirinya harus bangun tengah malam.


Mengganggu Farzan yang sedang tertidur, Hana merasa bersalah.


"Selamat tidur Mas," Hana memeluk Farzan.


"Selamat tidur sayang, selamat tidur juga baby papa.. " Farzan mengecup perut Hana, lalu mengecup kening dan bibir Hana.


Farzan menutupi tubuh mereka dengan selimut lalu memeluk Hana, memberikan kehangatan dan kenyamanan untuk sang istri.


Farzan selalu berdo'a yang terbaik untuk istri dan anaknya, agar dijauhi dari marabahaya apapun. Farzan jadi tidak sabar untuk bertemu dengan twins babynya ini.


Apa anaknya ini laki-laki atau perempuan?


Apapun jenis kelaminnya, yang penting mereka selalu sehat.


Hingga hari-hari ujian pum sudah terlewati, semua murid kelas dua belas bernafas lega. Mereka seperti terlepas atau keluar dari gua yang gelap dan pengap.


Hana pun melewati masa ujian dan kehamilan awal dengan baik, teman-teman yang juga selalu ada membantunya. Begitu juga dengan Farzan yang selalu siaga untuknya.


Hana bersyukur memiliki orang-orang terdekat yang menyayanginya dan peduli padanya.


Setelah selesai ujian ini, murid kelas dua belas diliburkan atau dibebas mau kesekolah atau tidak sampai pengumuman kelulusan diberitahukan.


Kecuali bagi murid yang harus memperbaiki nilai, atau membutuhkan nilai tambahan harus kesekolah.


Hana mengundang teman-temannya ke rumah untuk mengadakan syukuran kehamilannya dengan benar, karena pada saat itu Hana hanya memberitahukannya saat di cafe.


Tentu saja mereka senang sekali karena makan gratis dirumah Hana.


Tapi kasian Dika, tidak ada pasangan di acara nanti..


Vino tentu saja dengan Caca, apa lagi Bunga pasti dengan Bima. Bahkan Bunga membuat nama panggilannya sendiri dengan double B.


Hah..


Ada-ada aja..

__ADS_1


__ADS_2