
Entah sadar atau tidak sekarang Hana mengikuti Bunga untuk menyusul Dika ke area olahraga in door, tangan gadis itu terus ditarik oleh Bunga sampai kimi mereka sudah berada di tengah tengah.
Menyaksikan beberapa penampilan dari ekstrakurikuler yang sangat menarik, sampai orang orang mulai berkerumun dan memenuhi ruangan ini, Hana sampai tergeser geser bersama Bunga ke samping.
Sampai tatapannya bertemu dengan Farzan yang berada didepan sana tengah tersenyum kearahnya, begitu pun Hana membalas senyuman untuk Farzan.
"Gak usah cari perhatian lo!! Gue udah ingetin lo kalo Pak Farzan punya gue!!" Tubuh Hana menegang karena bisikan Melisa.
Hana tidak menyadari jika Melisa berada disekitarnya dan melihat apa yang barusan dia lakukan.
"Lo tau gue gak bakalan nyerah... " Ucap Melisa lalu menubruk tubuh Hana kencang dengan sengaja hingga Hana terhuyung dan-
"HANA..!"
Byuurrr...
Suara orang yang jatuh ke kolam bersamaan dengan teriakan Farzan membuat semua mengalihkan pandangannya, Farzan melihat semuanya yang di lakukan Melisa.
Pria itu langsung berlari dari tempat pertandingan bola basket indoor, semua orang hanya memandang Hana terkejut dan tidak ada yang menolong.
Farzan langsung melompat kedalam kolam dan menggendong Hana, "Hana.. " Farzan menepuk nepuk pipi Hana namun tidak ada reaksi apa pun.
Panik..
Itu yang Farzan rasakan, pria itu membawa Hana ke atas dan membaringkan di tepi kolam, Farzan memberikan nafas buatan untuk Hana hal itu sontak membuat seisi tempat ini tambah terkejut termasuk Melisa yang semakin kesal melihat itu.
Uhukk..
Uhukkk..
Hana terbatuk dan mengeluarkan air yang terminum cukup banyak, "Hiks.. Hiks.." Hana menangis namun tidak membuka matanya.
Farzan langsung menggendong Hana dengan bridal style dan berlari keluar ruangan menuju mobilnya yang terparkir.
"Hanaa... " Bunga dan Dika berlari menyusul Farzan dan ternyata Caca juga Vino ikut berlari dari beda arah menyusul Farzan juga.
"Pak tunggu.. "Teriak Bunga.
Farzan berhenti lalu melempar kunci mobilnya ke arah Dika, "Tolong bantu saya.. " Suara Farzan terdengar bergetar dengan cepat Dika membuka pintu mobilnya.
Bunga pun ikut dan duduk di kursi penumpang belakang, lalu Dika melajukan mobil milik Farzan keluar sekolah.
"Rumah sakit Mahardika.. " Ucap Farzan yang diangguki Dika.
__ADS_1
Caca memandang sedih saat mobil Farzan melewatinya begitu saja, bahkan sekarang cewek imut ini sudah menangis, "Hana.. Hiks.. " Caca berjongkok di tengah tengah lapang yang saat ini matahari tepat di atasnya.
"Lo ngapain?" Caca mendongak saat mengenal suara ini dan ternyata indra pendengarannya tidak salah, Vino berdiri disampingnya.
"Banguk! Kita susul mereka.. " Caca menghapus air matanya asal lalu berdiri dan menyusul Vino untuk menyamakan langkahnya.
Pria itu menaiki motor tingginya lalu mrmbantu Caca, "Lo gak bakal ganti baju dulu apa?" Tanya Vino yang sadar jika baju Caca masih memakai kaos cheersnya.
Caca menggelengkan kepalanya, "Baju ganti gue di kelas.. " Jawab Caca.
Vino kembali turun, " Ehh, mau kemana??" Caca dibiarkan duduk diatas motornya.
Terlihat Vino menghampiri seseorang lalu membawa jaket yang setau Caca itu jaket kelas Vino.
"Pake!" Suruh Vino yang sudah berada di samping motor menyerahkan jaket yang tadi.
"Makasih.. " Cicit Caca dan memakai jaketnya.
Vino pun kembali menaiki motornya, "Pegangan.. Gue ngebut.. " Ucap Vino.
"Emang tau mereka kemana?" Tanya Caca yang selesai memakai jaketnya lalu memegang pinggang Vino ragu ragu.
Vino tidak menjawab pertanyaannya Caca dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Caca terkejut langsung memeluk perut Vino, pria ini tidak main main dengan perkataannya. Vino benar benar ngebut.
Rasanya ada seseatu yang mencubit jantungnya saat melihat wajah Vino yang begitu mengkhawatirkan Hana.
🌸
🌸
Mobil mewah Farzan yang di kendarai Dika sekarang sudah tiba di rumah sakit yang tadi Farzan minta, sedari tadi di perjalanan Farzan terus berusaha membangunkan Hana namun tidak ada jawaban dari sang istri.
Farzan bergegas keluar dari mobil dan berlari kedalam,
"Farzan.. "
Farzan menoleh, "Kak.. Tolong.. Tolong istri gue.. " Ucap Farzan yang sudah tidak tidak berdaya.
Farzan benar benar ketakutan.
"Lo tenang dulu.. Suster siapin ruangan UGD.. " Dokter Reza, Kaka sepupu Farzan yang kebetulan ada disana langsung membantu.
__ADS_1
Hana pun di baringkan di atas brankar dan di bawa masuk ke ruangan oleh suster, "Lo tunggu disini biar gue yang periksa.. Kalo bisa lo ke ruangan gue dan ganti baju lo.. Jangan sampe lo juga sakit.. "Reza pun masuk untuk memeriksa Hana.
Farzan frustrasi mengusap wajahnya kasar, "Pak Farzan.. " Panggil Dika dan Bunga.
Dika menyerahkan kunci mobilnya, untuk pertama kalinya kedua murid ini melihat sosok lain dari Farzan, hilang sudah sikap Farsan yang selalu angkuh jika disekolah.
Bunga duduk dikursi tunggu disusul Dika, tidak banyak bicara hanya terdnegar suara segukan dari Bunga sedari tadi di mobil, bahkan saat memarkirkan mobil tadi cukup lama Bunga tidak banyak mengomel dan menunggu Dika.
Farzan menelpon kedua orangtuanya dan mertuanya setelah itu duduk dilantai samping pintu tempat istri kecilnya diperiksa,
Matanya terus meonel kearah pintu dan berharap Reza segera keluar namun sayang sudah tiga puluh menit berlalu Reza masih didalam.
Sampai Caca dan Vino sudah hadir diantara mereka, bisa Vino rasakan apa yang dirasakan Farzan karena dirinya pun sama, sama sama takut.
"Farzan.. " Dinda berlari dengan air mata berlinang lalu memeluk Farzan yang duduk dilantai.
"Kamu basah sayang.. Kamu ganti baju dulu ya, Mama bawa ganti baju.. Kamu juga jangan sakit, oke!" Penampilan Farzan benar kacau.
Farzan pun menurut dan menuju toilet, Bunga dan Dika menyalimi Dinda dan Bram lalu tak lama Laras dan Darma datang.
Laras langsung memeluk Dinda saling menenangkan satu sama lain.
"T-tante.. " Ucap Bunga yang juga menangis, lalu memeluk Laras yang di ikuti Caca.
Suara pintu dibuka terdengar dan Reza keluar, "Nak Reza bagimana kondisi menantu Tante??" Tanya Dinda.
"Tante.." Awalnya Reza terkejut saat membuka pintu karena sudah banyak orang saja dan disana juga ada paman dan tantenya. "Hana tidak apa apa.. Dia terlalu banyak minum air kolam tapi sepertinya sudah keluar sebagian.. " Ucapan Reza di angguki teman teman Hana. "Hana pingsan dan mungkin tidak akan lama lagi dia akan bangun.. "
"Alhamdulillah.. "
"Tidak ada yang terluka kan Dok?" Tanya Laras diangguki Darma.
Dokter Reza tersenyum, "Alhamdulillah tidak ada.. Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruangan rawat.. Kalo begitu saya permisi.. Tante, Om.. " Pamit Reza.
"Kak.. " Farzan ternyata sudah selesai berganti saat Reza akan pergi.
Reza hanya tersenyum dan menepuk bahu Farzan dua kali lalu berlalu dari sana.
"Kak..!" Panggil Farzan yang ingin tau kondisi sang istri, namun saat melihat sang ibu yang tersenyum Farzan merasa lega jika Hana tidak terluka parah.
"F-farzan mau masuk?" Ucapnya melihat sekeliling, Dinda mengangguk dan membiarkan Farzan masuk sendirian.
"Sayang... " Panggil Farzan setelah masuk dan melihat sang istri berbaring dengan wajah pucatnya.
__ADS_1