My Husband, My Teacher

My Husband, My Teacher
Sayang..


__ADS_3

Happy Reading sayang..


🌸


🌸


Akhirnya mereka bertiga tiba disekolah, Dika meminta izin untuk memasukan mobilnya kearea stand agar mempermudah membawa barang barang yang cukup banyak dan alhamdulillah diizinin oleh Pak Pengawas.


"Biar gue aja yang angkut.. Na, lo nata di stand aja biar Bunga yang jaga mobil gue.. Lo yang paling bisa soal ngerapihin.. " Ucap Dika saat membuka kap belakang mobilnya.


"Oke deh.. Sekalian aku bawa ini ya.. " Jawab Hana membawa beberapa paper bag.


"Heh.. Lo secara tidak langsung ngatain gue gak rapih apa??" Pekik Bunga yang merasa tersinggung.


"Apa sih lo.. Sensi amat masih pagi.. " Sahut Dika menggelengkan kepalanya.


Dika mengangkut box satu persatu ke depan standnya dan Hana menyusun dengan semenarik mungkin karena ingin mendapatkan juara, tapi gak dapat juara juga tidak masalah untuk hasil sebagus ini cukup memuaskan.


"Aduhh gue rasanya mau mandi lagi nih.. Gerah banget.. " Ucap Dika selonjoran di dalam stand setelah semuanya selesai dipindahkan.


"Mandi aja sono.. Sekalian ikutan sama eskul berenang.. " Timbal Bunga.


Hana yang mendengar itu menegang namun dengan cepat berekspresi biasa lagi, Hana lupa jika semua eskul berpartisipasi acara ini otomatis eskul berenang juga ada dan disana ada.. Melisa.


Semoga Hana tidak bertemu atau orang itu menghampirinya.


Setelah selesai menata semuanya mengganti kostum dengan pakaian adat sesuai tema masing masing, Dika memarkirkan mobilnya kembali di khusus parkiran murid lalu kembali lagi.


Sebentar lagi acara akan dimulai setelah ketua osis mengumumkan diatas panggung, bahkan sepertinya semua murid kelas sepulih dan sebelas sudah hadir disekolah sangat terlihat banyaknya orang berlalu lalang dilapangan.


"Halooo gaisss...!!" Sapa Caca penuh semangat.


"Lo pake baku ini?? Gila.. Lo cocok banget, Ca.. " Puji Bunga melihat Caca memakai kostum cheersnya.


"Seriusan??" Tanya Caca yang berbinar karena dipuji.


Bahkan Hana pun mengangguk, "Iya.. Cantik banget loh.. " Ucap Hana sambil mengacungkan jempolnya.


"Ahh.. Kalian aku terharu.. " Caca memeluk Bunga dan Hana bersamaan.


"Mau peyuukkk jugaa..." Tiba tiba Dika merentangkan tangannya biar bisa ikutan. "Adaaww.. " Namun tangannya langsung ditepis oleh Bunga dan mendapati pelototannya juga.


"Diem lo.. " Ketus Bunga membuat Dika cemberut.

__ADS_1


"Kalo gitu gue kumpul dulu ya.. Oh, ini buat kalian.. Dimakan ya sayang sayangku.." Setelah Caca memberikan paper bag yang berisi makanan langsung pamit pergi.


"Wahhh.. Pas banget gue laper lagi." Ucap Dika yang langsung memakannya disusul oleh Hana dan Bunga.


Sambil menunggu ketua osis dan kepala sekolah selesai sambutan, mereka semua memakan yang diberi oleh Caca, untung saja kali ini mereka membawa minum untuk berjaga jaga.


Setelah sambutan yang panjang lebar akhirnya acara diresmikan, semua murid berkerumun pada ke setiap stand termasuk milik Hana, mereka bertiga menjadi sibuk bahkan berisik karena Dika dan Bunga.


Tidak hanya murid saja semua guru pun mulai mengunjungi setiap stand bazzar dan di sana tentu saja ada Farzan, dengan diam diam saat mata mereka saling bertatapan, Farzan memberikan semangat untuk Hana.


Tentu saja hal itu membuat Hana berdebar, tidak menyangka dengan apa yang Farzan lakukan di tempat banyak orang ini. Bazzar ini hanya berselang sampai jam 10 pagi dan di lanjutkan dengan acara lainnya, seperti penampilan dari setiap eskul dan pengumuman penampilan yang menarik dan stand bazzar yang unik akan di umumkan nanti malam.


Dan ternyata sebelum jam sepuluh pun setiap stand sudah habis apa yang mereka jual termasuk kelompok Hana, mereka pun membereskannya dan kembali menyimpan di dalam mobil Dika.


Setelah selesai Hana di beritahukan untuk ke ruangan Farzan oleh seorang siswi seangkatannya, Hana lupa namanya.


"Tok.. Tok.. " Hana mengetuk pintu setelah tiba di depan ruangan Farzan.


Ya, Hana langsung pergi ke sini setelah bilang pada Bunga dan Dika agar mereka tidak khawatir mencarinya.


"Masuk.. " Sahut Farzan dari dalam. "Langsung kunci sayang.. " Lanjut Farzan setelah Hana masuk.


Hana menurut dan mengunci pintunya, "Sini.." Farzan menepuk sofa disebelahnya. "Cape ya?" Farzan mengusal kepala Hana setelah sang istri duduk dan bersandar di bahunya.


"Ohhya??" Hana mengangguk.


"Mas habis ini ngapain?" Tanya Hana mendongak.


"Habis ini ke arena in door.. Kamu mau liat kesana??"


"Gak tau.. Kalo sama Bunga mau sih- Kyaaamph.." Hana langsung membekap mulutnya dan melotot pada Farzan yang sekarang dirinya harus menunduk.


Hana tiba tiba ditarik dan didudukan diatas pangkuan Farzan, siapa yang tidak akan teriak?? Farzan ini benar benar.


"Mas ngapain?" Hana merasa tidak nyaman duduk dengan posisi seperti ini.


Farzan lalu memeluknya, "Kamu jangan banyak gerak sayang.. " Lirih Farzan.


Hana langsung diam dan membiarkam Farzan seperti ini, Hana yakin Farzan pasti mendengar suara detak jantungnya yang kencang.


"Kamu makan belum?" Tanya Hana menghilangkan keheningan sambil mengusap rambut Farzan.


Farzan mengangguk, "Kenyang banget malah dari tadi makan mulu.. Kamu tau Pak Nugroho terus menyuruh aku mencicipi setiap makanan saat bazzar tadi?" Lanjut Farzan membuat Hana terkekeh.

__ADS_1


"Kamu ketawain aku sayang??" Farzan mendongak dengan kening yang mengkerut, Hana menutup mulutnya untuk menahan tawa. "Ohh.. Kamu gitu ya.. Hemm!" Farzan mengeratkan kedua tangannya yang melingkar di pinggang Hana.


"Heii.. " Hana memekik karena ini terlalu kencang, "Haha.. Mas ampun, hahah.. " Hana sekuat tenaga ingin melepaskan tangan Farzan agar tidak menggelitikinya namun susah.


"Ampun Mas geli.. " Wajah Hana sampai memerah menahan agar tidak berteriak.


"Gak akan ngetawain aku lagi?" Tanya Farzan dan Hana langsung mengangguk mantap. "Oke baiklah.. " Farzan mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Hah.. Cape.. " Hana menyandarkan kepalanya dibahu Farzan.


Cup.


Farzan mengecup pipi Hana, dan mendapati pelototan dari si empu.


Cup.


Cup.


Cup.


Farzan dengan sengaja melakukannya lagi dan lagi, pipi Hana memerah lalu Farzan memeluk istri kecilnya yang selalu menggemaskan dan rasanya tidak ingin waktu berlalu begitu saja.


"Aku sayang kamu Aqila Hanannia Darma.. "


Triiiiinnnngggg...


Ah, bunyi bel ini sangat mengganggu kedua insan yang sedang dimabuk asmara, karena keduanya menghela nafas tidak mau semua ini berakhir.


"Kita lanjut di rumah sayang.. " Ucap Farzan berbisik di telinga Hana.


Hana menegang bahkan merinding, ulah Farzan benar membuatnya memiliki komplikasi.


Cup.


"Aku sayang kamu.. " Ucap Farzan setelah mencuri ciuman dibibir mungil Hana dan mengambil stopwatch di atas mejanya.


Farzan membiarkan Hana keluar terlebih dahulu dan tersenyum penuh arti membuat Hana langsung berlari dari sana. Hana di huat mati kutu oleh Farzan bahkan untuk mengelak saja tidak bisa.


Aaaaarggghhh.. Mas Farzaann bikin aku prustasi....


Teriak batin Hana.


.TBC

__ADS_1


__ADS_2