My Husband, My Teacher

My Husband, My Teacher
Liburan Part II


__ADS_3

"Gak nyangka Kakak bakal bilang gitu.. Aku kira bakalan cinta sepihak kaya di drakor.. Hhaha." Bunga memandang laut di balik jendela kamar Bima.


"Tau gak Kak??" Tanya Bunga dan Bima menggelengkan kepalanya, "Jantung Bunga dari tadi degdegan banget loh.. Pengen teriak tapi nanti pada masuk ke kamar sini.." Bunga cemberut membuat Bima terkekeh.


Ya, salah satu alasan kenapa hatinya memilih Bunga. Karena cewek bar bar ini mampu membuatnya selalu tersenyum berkali kali.


Bima menghampiri Bunga dan mengusap rambutnya, "Sama saya juga kok.." Sahut Bima, jujur sebelum mengatakan perasaannya cowok ini sudah berdebar saat melihat Bunga didepan kamarnya.


"Kakak kalo ketauan yang lain gimana?" Bima menatap kedua netra Bunga yang berwarna coklat ini.


"Tidak apa apa.. Lebih baik mereka tau atau semua orang tau kalo sekarang kamu milik saya.." Jawab Bima.


"Enak saja milik kakak.. Belum sah ya.." Bunga menepuk nepuk dada Bima membuat pria ini terkekeh kembali.


"Kamu gak istrahat dikamar?" Bima memandang laut disamping Bunga.


"Ohh iya.. Bunga lupa tadi ke sini gak bilang Caca.. Pasti tuh orang nyariin deh.." Ucao Bunga menepuk keningnya.


Bima kembali terkekeh,"Ya udah balik kamar dulu.. Nanti kita ketemu lagi juga kan." Sahutnya mengusap kepala Bunga membuat cewek ini tersipu.


"Baik Pak Bos laksanakan.." Jawab Bunga sambil hormat, " Kalo begitu pacarnya Mas Bima mau keluar dulu ya.. Masnya baik baik,daahh.. I love you.." Bunga langsung berlari keluar kamar.


Lagi lagi cewek bar bar itu membuatnya tersenyum, cocok dengan namanya 'Bunga', mampu membuatnya berbunga bunga.


"CACA..." Teriak Bunga saat membuka kamar dirinya dan Caca.


Caca yang sedang menyimpan bajunya dilemari terlonjak kaget, "Bunga ih.. Kaget gue.." Ketus Caca dan melanjutkan menyimpan bajunya yang tinggal beberapa lagi.


"Gue lagi seneng ihh.. Mau tau gak lo?" Gadis ini langsung loncat ke atas kasur dan duduk bersila memparhatikan Caca yang duduk dibawah.


"Hemm.. Lagi seneng kenapa tuh?" Caca berdiri lalu duduk bersama Bunga dan ikut bersila.


"Lo gak bakal nyangka.. Gue gak jomblo lagi.. Aaaaaa!" Gadis itu berteriak saking senengnya dan gak nyangka juga.


"Seriusan lo?" Cengo Caca yang syok. "Siapa??" Lanjut Caca.


"Kak Bima.." Bisik Bunga.


"OMG!! SERIUSAN??" Caca menutup mulutnya bener bener syok.

__ADS_1


Bunga menganggukkan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya dan menutup wajahnya oleh bantal.


Gak kuat seneng baget...


🌸


🌸


Sekarang waktunya untuk berkumpul sesuai yang tadi di rencanakan meskipun lewat sepuluh menit karena keenakan istirahat.


"Sayang bangun.." Farzan mengecup kening sang istri, dan Hana menggeliat merasakan sentuhan.


"Ehmmm.." Hana mengubah posisinya jadi menyamping menghadap Farzan tapi matanya masih terpejam.


"Ayo sayang.. Temen temen kamu udah nunggu.." Farzan mengusap pipi Hana dan kembuatnya membuka mata. "Kamu pusing sayang?" Tanya Farzan.


"Hmmm, engga kok Mas." Jawab Hana dengan suara serak khas bangun tidur.


"Mau aku gendong ke kamar mandinya?" Namun Hana menggelengkan kepalanya dan perlahan bangun, mengucek matanya sebentar lalu turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.


Farzan yang melihat tingkah istri kecilnya menggelengkan kepalanya, ke unikan Hana saat bangun tidur tuh seperti ini kadang gak sadar ada suaminya di samping.


"Mas.." Panggil Hana yang melihat Farzan bengong saja.


"Sini sayang.." Farzan duduk di tepi ranjang saat Hana menghampirinya langsung saja di peluk dan di kecup kecup lehernya.


"Hmmm.. Mas.. Katanya temenh udah nunggu ihh.." Hana tidak bisa menahan apa yang dilakukan suaminya ini.


"Cium dulu.." Pinta Farzan mengeluarkan jurus jitunya dengan ekspresi wajah yang membuat Hana tidak bisa menolak.


Cup..


Cup..


Hana memberikan dua kali kecupan di bibir tebal Farzan membuat pria itu senyum senyum, "Udah.. Ayo kita kedepan.." Ajak Hana dan Farzan mengangguk lalu melepaskan pelukannya.


Hah.. Mas Farzan..


-_-

__ADS_1


Hana dan Farzan pun keluar kamar dan terlihat semuanya sudab berkumpul di ruang tengah yang tadi Caca tunjuk.


"Lama amat pasutri gaje ini.." Sahut Bunga dan Hana hanya menyengir saja.


"Maaf.." Ucap Farzan membuat mereka tidak bisa banyak komentar lagi.


"Ya udah.. Kita langsung main aja di pantai nanti sore kita makan bareng.. Nanti makanannya disiapin kok.." Ucap Caca.


"Ya udah kalo begitu.. Let's go.." Dika berdiri di ikuti yang lainnya menuju pantai putih yang bersih.


Semua langsung berlarian untuk semakin dekat dengan air laut, dan saling bekejaran. Mereka semua menikmati bermain di pinggir pantai, saling membasahi satu sama lain oleh air laut.


Para cowok bermain bola pantai, gak tau gimana mereka mainnya sedangkan cowoknya hanya ada empat orang saja.


sedangkan para cewek memandangi mereka yang saling rebut bola di pinggir pantai di kursi yang disediakan.


"Na lo tau??" Tiba tiba Caca menyela perhatian mata mereka dari para cowoknya.


"Ada apa?" Tanya Hana.


"Bunga jadian sama Pak Bima.."


"APA??" Teriak Hana syok membuat Farzan menghentikan kegiatannya lalu berlari menghampiri sang istri.


"Kenapa?? Kamu ada apa?" Tanya Farzan dengan nafas memburu.


"Hahaha.." Caca dan Bunga malah menertawakan gurunya itu.


"Loh kok saya di ketawain.." Farzan melihat istri kecilnya yang mengulum bibirnya menahan tawanya membuat Farzan jadi malu.


Farzan duduk di samping Hana lalu memeluk dan menyembunyikan wajahnya di punggung Hana.


"Hahaha.. Pak Farzan malu ya.." Bunga malah semakin meledek.


Lalu ketiga cowok tadi pun menghampiri mereka yang terlihat asik mengobrol, "Ada apa sih kok seru kayanya?" Tanya Dika yang memegang bola.


"Gak ada apa apa kok.." Jawab Hana mengusap lengan Farzan yang melingkar di perutnya.


Cewek itu menempelkan jari telunjuk di bibirnya, mengisyaratkan agar mereka tidak bertanya lebih.

__ADS_1


Hal yang awalnya akan memberitahukan soal hubungan Bunga dan Bima malah gak jadi karena ulah Farzan.


__ADS_2