My Husband, My Teacher

My Husband, My Teacher
18+


__ADS_3

18+++


Mohon maaf gak bisa rangkai kata-katanya..


Kalian bayangain aja yee.. :D:D


Bakal melek masih pagi di kasih ini..


Hehehe..


Happy Reading..


Suara Farzan sudah begitu serak pria itu kembali mencium sekitar lehernya.


"M-mash.. " Lirih Hana.


"Iya sayang.. Panggil nama aku.. " Farzan akan terus berusaha tetap sadar agar tidak seperti binatang buas.


"M-mash Farzanh nghh.. " Hana sudah tidak bisa berpikir jernih lagi karena ulah Farzan.


Farzan memundurkan wajahnya dan menatap bola mata istri kecilnya yang semakin sayu, hal itu membuat hasrat dalam tubuhnya semakin sulit untuk di tahan.


Padahal saat ini matahari masih ada namun gara gara obat sialan itu dengan terpaksa Farzan harus menuntaskannya.


"Sayang.." Farzan menyentuh pipi mulus Hana. "Maaf.. " Bisiknya tepat didepan bibir Hana.


Farzan semakin mendekatkan dirinya dengan Hana, gadis itu memejamkan matanya dan mempercayakan semuanya pada Farzan.


Benda kenyal itu menempel pada bibirnya, Farzan memainkan bibir mungil Hana dengan lembut dan mengigit untuk menutup matanya.


Dalam hatinya Farzan merutuki obat sialan, tidak pernah terbayangkan akam terjadi hal seperti ini, sebenarnya Farzan tidak ingin menyakiti Hana namun jika bukan dengan Hana itu lebih berbahaya lagi.

__ADS_1


Kedua tangan Hana mengalung di leher Farzan bahkan memberikan remasan kecil dirambutnya, permainan bibir Farzan semakin meningkat bahkan kini lidahnya sudah menerobos masuk mengabsen setiap gigi yang ada di mulutnya.


"Emmmhhh.. " Hana pasrah saat tubuhnya digendong ala koala, lalu Farzan membawanya ke atas kasur sehingga ciuman mereka terlepas.


Mereka kembali saling menatap dengan nafas memburu seolah mengerti dengan tatapan Farzan dan Hana mengangguk memberikan izin agar Farzan melakukannya.


Farzan kembali mencium Hana dengan satu tangannya mulai membuka kancing kemeja seragamnya, insting seorang prianya bergerak lancar untuk membuka satu persatu kain yang menutup di bagian tubuh atas Hana.


Benda yang sangat berharga yang selama ini tertutupi terlihat jelas oleh matanya, Farzan mulai menciumi bagian leher bahkan memberikan beberapa tanda kepemilikan disana.


"Akh.. " Hana memekik rasanya perih.


Bahkan tidak hanya satu Farzan memberikan tanda itu, "Cantik..." Ucapnya yang membuat wajah Hana memerah.


"M-mash.. " Farzan mengangguk lalu mengecup kening Hana.


"Aku sayang kamu.. " Bisik Farzan lalu kembali mencium bibir Hana, tanggannya mulai menyentuh bagian tubuh indah Hana.


Hana terus mendesahkan nama Farzan saat tangan itu sudah berkelana disekujur tubuhnya, Farzan menepati ucapannya dengan bermain lembut meski agak perih dibagian dadanya.


Sekarang Farzan melepaskan kain yang menutup tubuhnya satu persatu dan sekarang tubuhnya sama dengan sang istri tanpa mengenakan sehelai benang pun.


Hana terpaku dengan pahatan tubuh Farzan meskipun sering melihat Farzan bertelanjang dada namun tetap saja Hana selalu kagum.


Gadis itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh dada Farzan, "Ssttt.. Sayang.. "Lirih Farzan saat tangan mungil itu menyentuhnya.


Farzan memegang tangan Hana lalu kembali menundukan tubuhnya, "Aku sayang kamu.. Lakukan apapun jika merasakan sakitnya.. Gigit bahu aku juga gak papa.. " Ucap Farzan.


Hana hanya menatap sayu dengan nafas yang tidak teratur, "Aku mulai sayang.. Aku sayang kamu.. Hmmmmmmpp.." Farzan mencium Hana lagi dan mulai untuk menyatukan dirinya.


Hana mencengkram kuat tangan Farzan, "Akkhh Masss Farzaann.... " Hana berteriak memanggil namanya saat sesuatu benda asing menerobos masuk ketubuhnya.

__ADS_1


Sakit..


Bahkan Hana mengeluarkan air matanya, Farzan menciumi kedua mata Hana lalu kening dan kedua pipinya terakhir mengecup bibir Hana.


"Terimakasih sayang.. Terimakasih telah menjaganya untukku.. Aku sayang kamu.. " Farzan kembali mencium Hana dengan lembut.


Bahkan Farzan selalu mengungkapkan kata cinta disetiap gerakannya, begitu pun Hana selalu mendedahkan nama Farzan.


Sekarang Hana bukan lagi seorang gadis SMA, namun seorang wanita yang dimiliki oleh pria sejati seperti Farzan.


"Aku cinta sama kamu HANAAAA... " Teriak Farzan dan keluarlah bibit bibit unggul menuju rahim Hana.


Hana memejamkan matanya, tubuhnya sangat lelah namun Hana sudah memberikan sesuatu yang menjadi milik Farzan juga.


Hana tersenyum saat matanya terbuka melihat sosok Farzan yang juga terlihat lelah bahkan peluh saling berucuran.


"Aku juga cinta sama kamu, Mas.. " Ucap Hana pelan lalu Farzan membaringkan tubuhnya disamping Hana, membawa istri kecilnya kedalam pelukannya.


"Terimakasih sayang.. Terimakasih.." Farzan mengecup kening Hana. "Istirahat dulu ya.. " Hana mengangguk dan membalas pelukan Farzan.


Sekujur tubuhnya terasa nyeri bahkan untuk bergeser lebih dekar dengan Farzan pun, Farzan terkekeh melihat itu lalu dirinya yang lebih mendekatkan diri pada Hana.


Cup..


Farzan mencium bibir Hana yang cemberut..


"Tidur sayangku.. " Hana mengangguk dan memejamkan matanya, tidak butuh waktu lama untuk masuk kealam mimpi saking lelahnya.


"Terimakasih sayang.. Aku sayang kamu..." Pria ini tak henti hentinya berkata seperti itu lalu menyusul Hana kedalam mimpi.


Terimakasih obat sialan..

__ADS_1


🌸Gak kuat nulisnya hahahha...


__ADS_2