
"Sayang semuanya sudah di masukin koper belum??" Teriak Farzan di kamarnya.
Hana yang sedang melakukan ritual mandinya hanya menggelengkan kepalanya, hal ini menjadi kebiasaan Farza.
"Sayang kemeja yang waktu itu kamu beli dimana?? Aku gak mau pake yang warna ini.. "
Astagfirullah..
Hana memijat pelipisnya, sedikit sedikit teriak. Hana menyelesaikan mandinya dan memakai pakaiannya sekalian.
"Mas.. Gak usah teriak kan bisa." Hana keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Akhir akhir ini Hana rambutnya selalu basah setiap pagi, tentu kalian tau apa yang sudah terjadi kan?
@_@
Pria itu menggaruk tengkungnya yang tidak gatal, "Hehe maaf sayang.." Farzan menghampiri Hana lalu memeluknya dari depan.
Cup.
"Jangan marah sayang.." Farzan membujuk Hana dengan mencium kedua pipinya. "Aku mau pake kemeja putih yang kamu beli waktu itu sayang." Lanjut Farzan memelas.
Hana menghela nafasnya, " Ya udah.. Masnya minggir dulu, aku mau bawain bajunya.." Namun Farzan malah menggelengkan kepalany, "Kenapa lagi?"
"Mau sampil pelukan.."
Ya ampun..
Mas Farzan..
-_-
Hana membiarkan Farzan yang menempeli dirinya seperti bayi koala yang selalu naplok di belakang.
Setelah memberikan kemeja yang diinginkan Farzan, mereka melanjutkan untuk bersiap. Tak selang lama bel rumahnya berbunyi, Hana yang merasa tidak ada janji atau bertemu dengan seseorang terheran lalu menoleh pada suaminya.
"Aku ajak Bima sayang, hehe.." Ucap Farzan dan sekarang Hana mengerti.
Tidak apa juga kalo Farzan mengajak Bima, hal ini akan tambah seru.
"Ya udah yuk sayang kasian Pak Bima nunggu dibawah.." Hana turun lebih dulu dan disusul oleh Farzan sambil membawa kopernya.
"Halo Pak Bima.." Sapa Hana.
"Halo Bu," Jawab Bima membungkuk.
"Jangan panggil Bu dong kesannya kaya sama Bunda.. Hehe" Sahut Hana.
__ADS_1
"Maaf.. Kalo begitu saya harus panggil non Hana aja."
"Boleh gak papa kok asal jangan Ibu, hehe" Wanita itu tidak sadar jika sang suami dibelakangnya sedang membara melihat istri kecilnya tebar senyum pada pria lain.
"Ah.. Selamat pagi Pak." Sapa Bima yang menyadari tatapan mata Farzan seolah akan keluar.
"Ekhemm.. Pagi." Jawab Farzan ketus karena sedikit kesal. " Ayo sayang masuk mobil." Farzan merangkul pundak Hana dan melotot pada Bima saat melewati pria itu.
Bima terkekeh pelan melihat atasannya yang menjadi bucin karena Hana.
Mereka bertiga pun berangkat diantar supir karena rencananya mereka akan memakai kendaraan yang disediakan oleh Caca.
Mantap Caca..
Tak butuh waktu lama untuk mereka tiba di komplek mewah kediaman Caca, bisa Hana lihat disana sudah ada Dika, Bunga dam Vino.
Hana keluar mobil lebih dulu dan menghampiri teman temannya, "Halo semuanya.." Sapa Hana.
"Halo juga Hana.." Jawab mereka bertiga kompak membuat Hana terkekeh.
"Loh, Kak Bima ikut?" Tanya Bunga saat melihat di belakang Hana ada dua pria.
Hana mengangguk.
"Halo semuanya.." Yang ini sapaan dari Farzan.
Bima memakai kemeja putih yang kedua kancing atasnya terbuka meskipun memakai kaos polos juga dalamnya, hal itu membuat Bunga terpesona.
"Semuanya udah hadir ya?" Tiba tiba Caca muncul dengan kopernya.
"Hmm udah nih.. Cus Ca!" Jawab Dika super duper semangat.
Iya lah liburan gratis gitu gak bakal nolak.
Author juga mau lah haha..
"Iya ayoo.. Mobilnya buat ke bandara juga udah siap." Jawab Caca.
Mereka semua mengikuti Caca, Vino dan Dika tepat dibelakang Caca sedangkan Hana selalu bersama Farzan dan paling belakang ada Bima dan Bunga.
🌸
🌸
Bunga sengaja agar berjalan paling belakang dan bisa bersama Bima. Sepertinya pria ini juga tidak keberatan.
"Gimana kabar Kaka?" Tanya Bunga sambil mencuri pandang kearah Bima.
__ADS_1
Entahlah ada sesuatu yang asing didalam hatinya meski hanya melihat Bima.
"Alhamdulillah saya baik.. Kamu sendiri gimana?" Jawab Bima. Mereka sambil berjalan mengikuti yang lainnya.
"Hmm.. Aku selalu seperti ini, yang terlihat oleh Kak Bima.." Jawab Bunga dengan ceria, hal itu membuat Bima tersenyum tipis.
Setipis itu mampu membuat jantungnya berdebar debar.
"Emm.. Kak Bima-"
"Heii buruan kalian..!" Teriak Dika yang menyembulkan kepalanya dari kaca mobil, ternyata mereka sudah masuk ke dalam mobil.
Perkataan Bunga menjadi terpotong dan tidak dilanjutkan lagi membuat Bima sedikit penasaran.
"Ayo Kak.." Bunga berlari mendahului dan Bima memandang dalam diam dibelakang.
Ada keunikan dalam diri Bunga,
Lalu Bima pun masuk ke dalam mobil duduk di samping Bunga, gadis itu mengulum bibirnya untuk menahan senyumannya. Entah kenapa jantungnya berdegup kencang saat Bima duduk disampingnya.
"Semuanya udah siap?" Ucap Caca yang duduk di depan menghadap kebelakang.
"SIAP..." Jawab semuanya semangat.
Mobil pun melaju menuju bandara
Didalam perjalanan mereka saling melontarkan candaan dan yang paling dominan disini adalah Dika. Tentu saja cowok itu paling bisa menghidupkan suasana dimana pun.
Sampai tak terasa akhirnya mereka sampai dibandara dan langsung dibantu oleh petugas disana menuju pesawat yang sudah disiapkan keluarga Caca.
Caca is the best..
"Oke.. I'm coming Bali.." Teriak Dika saat menaiki tangga untuk masuk ke dalam pesawat.
Hal itu membuat semuanya menertawakan Dika.
Semuanya duduk di kursi sesuai rencana.
Caca dan Vino.
Bunga dan Dima.
Hana dan Farzan.
Dika sendiri.
Kasian kali Mas Dika ini *.*
__ADS_1