
Dika memetik gitar yang berada di pangkuannya, semua murid mudah menebang intro lagu yang akan Dika bawakan. Cowok itu mendekatkan mixnya ke depan bibir lalu menghentikan petikan gitarnya, matanya menyorot semua orang yang ada di uangan aula ini lalu tersenyum.
Jreng...
Datang akan pergi..
Lewat 'kan berlalu..
Ada 'kan tiada bertemu akan berpisah..
Mereka merinding mendengar suara Dika yang langsung menyentuh hati bahkan ke jantung, Dika kembali menghentikan petikan gitarnya dan kembali menatap senua orang disini. Jika boleh jujur saat ini jantung Dika sangat berdegup kencang, menyanyikan lagi seperti juga bisa membuatnya melow.
*Awal 'kan berakhir..
Terbit 'kan tenggelam..
Pasang akan surut bertemu akan berpisah..
Heii..
(Semua ikut bernyanyi)
Sampai jumpa dilain hari..
Untuk kita bertemu lagi..
Kurelakan dirimu pergi*..
Tidak sedikit orang yang sudah terisak menangis, namun masih ikut bernyanyi bersama Dika. Hari yang di tunggu dan di tidak bisa direlakan adalah hari seperti ini 'Perpisahan'. Tidak ada yang menyukai satu kata itu dalam hal apapun.
Meskipun ku tak siap untuk merindu..
Ku tak siap tanpa dirimu..
Ku harap terbaik untukmu..
Dika sudah tidak bisa menahan air matanya lagi yang akhirnya luruh begitu saja, Dika yang bisa dibilang badboy yang sering bolos di mata pelajaran tertentu atau jarang mengerjakan tugas, namun kembali jika dihadapkan dengan satu kata itu dirinya pun sama merasa tidak rela.
Masa putih abu-abu yang tidak akan pernah ditukar atau di perjual belikan dengan cerita lain, sangat bermakna dimana masa-masa antara anak kecil dan berpikir dewasa menjadi satu disana. Lalu setelah ini semua diharuskan untuk menjadi dewasa.
Dika menyeka air matanya dan menarik nafas untuk kembali bernyanyi.
*Datang akan pergi..
Lewat 'kan berlalu..
__ADS_1
Ada 'kan tiada bertemu akan berpisah..
Awal 'kan berakhir..
Terbit 'kan tenggelam..
Pasang akan surut bertemu akan berpisah
Hei..
Sampai jumpa dilain hari..
Untuk kita bertemu lagi..
(Kepala Dika memanggut meresapi)
Kurela dirimu pergi..
Meskipun ku tak siap untuk merindu..
Ku tak siap tanpa dirimu..
Ku harap terbaik untukmu*..
Hana dipeluk Bunga yang menangis sesegukan, Farzan yang melihat dari kejauhan merasa khawatir dan berniat akan kesana. Namun Bunga melihat itu dan menggelengkan kepalanya agar Farzan tidak mendekat, Jarak mereka tidak terlalu jauh dan tidak juga terlalu dekat.
Sebenarnya Bunga juga khawatir karena Hana sedang mengandung, "Jangan terlalu sedih ya kasian keponakan gue.." Bisik Bunga yang mendapatkan kekehan dari Hana.
Hana melepaskan pelukannya, "Ihh makeup lo jadi jelek," Bohong, tentu saja hanya candaan namun Bunga tetap mengambil beberapa tisu di tas miliknya yang ada di pangkuan Bima, lalu mengelap jejak air mata bumil itu.
Caca juga yang di peluk oleh Vino menangis sesegukan, berbeda sangat dengan Bunga yang hanya meneteskan beberapa air matanya. Bima sudah tidak heran melihat pacarnya begini, cewek bar bar yang memang begini kecuali kalo urusannya dengan Bima dan keluarga itu beda lagi, dan pasti Bunga bakal nangis kejer.
Hingga Dika selesai bernyanyi, "Ekhem.. Duh berasa sadboy nih gue.." Ucap Dika mengusap acak wajahnya, "Perwakilan dari seluruh angkatan gue, Dika cuma mau ngucapin termiakasih sebanyak-banyaknya buat para guru yang selalu sabar menghadapi murid seperti saya dan teman-teman, dan buat kalian semua.. Gais thanks banget buat tiga taun ini yang kenal baik sama gue.. Juga buat sahabt deket gue kalian sangat luar biasa meskipun kita baru deket beberapa bulan kebelakang.. Segitu aja, gak mau lama-lama udah penasaran sama tema pesta bantal yang di adain Adit nih.. Hahha, thanks semua.." Dika mengangkat dua tangannya melambaikan pada semua dan mendapat tepukan meriah saat Dika turun.
"Wow.. Suara Kak Dika bener-bener nyentuh hati Adit nih, tapi gal cuma Adir ternyata semua disinu juga merasa tersentuh.. Benerkan?? Yang dibilang Kak Dika bener nih pada penasaran kan sama acara selanjutnya? Kenapa Adit nentuin tema 'Pesta Bantal' ini?"
"Iya apaan tuh Dit?"
"Sumpah gue gak tidur dua hari mikirin tuh tema.."
"Lo gak aneh-aneh kan sama tema itu??"
"Gue berasa mau piknik disekolah bawa piama ke sini.."
"Asli, gue mikir apa bawa bantal sekalian juga.."
__ADS_1
"Hahaha kocak jir.."
Begitulah sahut sahutan dari yang lain menjawab pertanyaan Adit, Adit terkekeh mendengarkan mereka semua.
"Ya sudah sebagai penutup acara formalnya ada satu lagi tamu spesial dari orang yang gak mau disebut siapa namanya, dia cuma kasih sesuatu buat kita semua dengan hasil karyanya, langsung saja ya.. Ini dia.." Adit menunjuk layar besar dibalakangnya, lampu ruangan kembali dimatikan.
Ada hitungan mundur di layar besar itu.
Semua ikut menghitung mundur.
Tiga..
Dua..
Satu..
*Halo semuanya..
(Terdengar suara namun tidak ada wajahnya hanya menampilkan gambar bagian depan sekolah).
Ini loh sekolah kebanggaan kita, setiap hari dari pagi sampai sore kita menghabiskan waktu disini..
Bersama guru dan teman-teman..
Disini kalian semua pasti memiliki banyak kenangan yang bisa kalian ingat sampai tua nanti, dan semoga kita juga bisa berkumpul lagi disini bersama keluarga baru kita masing-masing..
(Didalam layar itu mulai menayangkan video dari upaca bendera, dan terdengar lagu coklat yang berjudul bendera sebagai backsound, setiap sudut bergantian terlihat dalam layar, dari yang berbaris rapi dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas, lalu barisam baduan suara, barisan pengibar bendera, barisan para guru dan terakhir barisan murit telatdan. hahaha..
Semua yang ada disini tertawa melihat video itu).
Saya perwakilan jurusan jurnalis hanya bisa memberikam kesan terbaik buat semuanya, saya berterimakasih kepada pemilik sekolah yang sudah menyediakan sarana pendidikan dengan fasilitas luar biasa juga, lalu para guru yang selalu menyimpan stok sabarnya yang banyak,(Suara tawa kembali terdengar) saya juga berterimakasih pada teman-teman, adik kelas dan kakak kelas yang selalu mengajarkan hal-hal baik, terakhir buat Mang Mamat mie ayam nya selalu enak, dan Buat Bu Erni yang baik hati selalu ngasih utang buat anak-anak kaya kami, semuanya sangat berjasa disekolah ini*..
Di dalam video juga menayangkan suasana kantin lalu perpustakaan yang biasa di kunjungi untuk tidur, lalu saat jam olahraga, saat olimpiade juga ada, saat pemilihan queen dan king sekolah, semuanya ditayangkan dalam video. Kini kembali semua merasa terharu dan menitihkan air mata lagi.
"Hahh, nangis kan gue.." Ucap Bunga mengusap air matanya yang jatuh dengan kasar.
"Pelan-pelan.." Sahut Bima yang mengelap pipi Bunga dengan sapu tangannya.
Bunga jadi salah tingkah dengan kepekaan Bima, lagi-lagi Bika yang selalu peka dalam segala hal. Bunga jadi tambah cinta.
Cewek itu mencondongkan tubuhnya mendekat pada Bima, "I love you.." Bisik Bunga tepat di telinga Bima, membuat wajah serta telinga Bima memerah.
Bunga terkekeh menutup mulutnya agar tidak tertawa kencang, Bima hanya melirik Bunga sekilas lalu kembali menatap ke depan dan ternyata video tadi sudah selesai. Saat ini Bima sedang berusaha senormal mungkin, karena jantung yang terus berdegup kencang ulah Bunga, dan menahan dirinya agar tidak mencium bibir Bunga yang sedari tadi membuatnya goyah.
Bima tidak sebucin Farzan..
__ADS_1
Tentu saja..