My Husband Om-Om SEASON 2

My Husband Om-Om SEASON 2
3 pria posesif


__ADS_3

Elga merebahkan dirinya di atas ranjang miliknya, kedua tangannya memeluk bubu dengan kedua bola mata menatap langit-langit kamar. Perkataan papanya membuatnya sedikit merasa bersalah. Meskipun ingin kebebasan dalam berteman tapi Elga tidak ingin menikah muda juga.


"Aku bukan Oma dan Mommy yang mau menikah muda." Gumamnya dengan menghela napas.


Tangan lentiknya memelintir bagian telinga bubu yang lembut, Elga membayangkan bagaimana jika dirinya benar-benar dinikahkan muda seperti kata Daddy nya, jika itu terjadi mungkin Elga akan kabur dari rumahnya.


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, Edgar sampai di kota Zurich, kota dimana dirinya bertemu dengan seorang bayi perempuan yang menyita perhatiannya sejak remaja.


"Pergilah.." Edgar masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya kesebuah tempat, mekipun waktu sudah malam tapi pria itu ingin mendatangi suatu tempat.


Tidak membutuhkan waktu lama, Edgar sampai di tempat yang dia tuju, bahkan tempat itu hampir tutup karena memang sudah malam.


"Em, mungkin kita akan bertemu lagi di sini." Gumamnya dengan menatap bangunan tinggi yang lampunya mulai di padamkan.


Edgar kembali menjalankan mobilnya, pria yang sudah menikah itu akan menginap di apartemen miliknya.


"Ck, kenapa aku sebodoh itu menerima pernikahan dengan Chelsea." Gumamnya dengan nada kesal. "Semua karena kecelakaan itu." Edgar kembali menambah kecepatan laju mobilnya.


Pagi seperti biasa, meja makan yang lengkap dengan penghuninya. Ketiga anak-anak Mario dan Hawa menikmati sarapan pagi mereka seperti biasa. Mengobrol dan bercerita seperti biasa. Seperti tidak terjadi apapun tadi malam.


"Nanti malam kita semua akan menghadiri undangan pesta rekan Daddy, dan kalian harus ikut." kata Mario setelah menyelesaikan serapnya.

__ADS_1


Enrico yang memegang perusahaan M&M Comperation sedangkan Enzio yang masih membantu Mario di perusahaan M&H Telekomunication.


"Apakah kita semua diharuskan datang?" tanya Enzio.


"Ya, karena ibu adalah undang khusus." Jawab Mario.


"Elga, nanti pulang sekolah kita ke butik." Hawa bicara pada putrinya.


"Em, iya Mom."


Hawa tersenyum, "En, Zio seperti biasa nanti akan ada pegawai butik datang ke kantor kalian."


"Yes Mom."


Seperti biasa, kesibukan kedua putranya yang padat tidak sempat jika harus berangkat sama-sama dari rumah.


"Kak.." Elga memanggil kedua kakaknya yang berjalan didepanya.


Keduanya menoleh menatap adik perempuan mereka satu-satunya.


"Why, princess?"Tanya Enzio.


"Em, Elga boleh naik itu." Elga menujuk mobil sport miliknya yang belum pernah dia bawa kesekolah.


Mobil hadiah dari sang kakak, satu bulan lalu.


Enrico dan Enzio saling tatap, mereka tahu kemampuan Elga dalam menyetir tapi melepaskan sendiri begitu saja juga masih membuat mereka khawatir.

__ADS_1


"Yes, as long as we take care of it." Boleh, asalkan kami kawal.


Elga mengembang senyum, dan menghambur memeluk kedua kakaknya.


"Kakak emang terbaik." Elga mengecup pipi kembar bergantian.


Kembar pun hanya terkekeh. "Jadi, jagan macam-macam ya."


"Okay."


Elga mengembangkan senyum.


Mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, Elga bersenandung riang. Lewat kaca spion dirinya bisa melihat jika dua mobil sport lainya mengikuti dibelakang mobilnya, sudah dipastikan jika mereka adalah twins E.


"Sepertinya seperti ini juga lebih baik." Ucapnya dengan senyum.


Hanya mengemudikan mobilnya sendiri menuju sekolah hatinya sudah senang, karena sejak kecil Elga selalu pergi kemanapun dengan dua saudaranya bahkan Daddy-nya. Mereka yang tidak mengijinkan jika putri Maurer pergi tanpa adanya yang menjaga.


"Apakah dia bahagia?" Enzio bicara lewat sambungan bluetooth ponselnya.


"Hm, cukup membuat Elga selalu tersenyum." Jawab Enrico yang bisa melihat senyum sang adik yang mengembang.


Semua tidak ada yang luput dari pantauan ketiga pria posesif di keluarga Maurer, mereka memiliki cara sendiri untuk melihat apa yang dilakukan ratu dan juga princess Maurer. Hanya saja jika sang Mommy mereka hanya bisa melihat posisi saja, karena Mommy mereka dalam kekuasaan sang Daddy.


.


.

__ADS_1


Mangat!!! Jagan lupa LIKE dan Komennya sayang 😘😘😘


__ADS_2