
"Maaf nona kartu anda tidak bisa di gunakan." Ucap kasir toko tas terkenal itu.
Chelsea mengerutkan keningnya. "Kenapa bisa, mungkin mesinnya yang rusak." Ucap Chelsea dengan nada kesal. "Coba yang ini." Dia memberikan kartu nya yang lain.
"Tetap tidak bisa nona."
Chelsea mendelik kesal, wanita itu kehilangan muka didepan teman-temannya yang sedang berdiri didekatnya.
Dengan perasaan malu dan juga marah, Chelsea pergi begitu saja dari beberapa teman-temannya yang saling berbisik. Dan Chelsea tahu mereka sedang menggosipkan dirinya.
"Sialan, kenapa mendadak tidak bisa digunakan sih." Umpatnya ketika sudah berada di dalam mobil.
Meksipun sudah mendengar jika Anda perusahaan Edgar sedang mengalami masalah dan hampir bangkrut, tapi Chelsea tidak menyangka jika kartu yang dia gunakan biasa berbelanja tidak bisa dipakai. Apakah ini ulan Edgar.
Rasanya Chelsea begitu malu didepan taman-tamannya itu.
Sampainya di mansion Chelsea membanting mahal yang dia pakai meja. Dan disofa itu ada Alice yang duduk dengan wajah gusar.
"Mom, hari ini aku malu Mom. Yang benar saja semua kartu yang aku punya tidak bisa membayar belanjaanku yang hanya ratusan juta saja. "Keluh Chelsea dengan wajah menahan kesal.
__ADS_1
Wanita itu duduk bersandar di sofa dengan perasaan malu dan kesal yang masih ketara.
Alice menatap Chelsea sinis, wanita paruh baya itu terlihat menahan amarah.
"Apa aku hanya bisa berbelanja dan menghabiskan uang saja hah!" Hardik Alice dengan suara ketus.
Chelsea yang memejamkan mata membuka kelopak matanya dan menatap Alice dengan tatapan bingung, apalagi wajah Alice terlihat begitu marah.
"Mom-"
"Apa kau tidak bisa mengangkang di depan suamimu dan menghasilkan anak, jangan kau bisanya cuma mengabiskan uang tanpa jelas. Lihatlah sekarang kau tidak punya apa-apa selain dirimu yang tidak berguna itu." Crocos Alice dengan suara menggebu-gebu.
"Sekarang pikirkan hidupmu sendiri, aku tidak akan sudi memikirkan hidupmu yang tidak berguna itu, karena sebentar lagi mungkin nasib kita akan sama. Menjadi gelandangan lagi." Setelah mengatakan itu aku Alice pergi meninggalkan Chelsea yang diam memikirkan ucapan Ibunya.
Karena merasa penasaran Chelsea memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya Edgar. Karena yang bisa memblokir kartunya cuma Edgar dan ayah mertuanya.
Setelah hampir 30 menit, Chelsea sampai di gedung perusahaan Edgar. Wanita itu berjalan dengan elegan dan tatapan lurus kedepan.
Di sapa karyawan pun hanya melirik saja tanpa ada senyum di wajahnya yang cantik.
__ADS_1
Karena bagi Chelsea dirinya adalah nyonya Edgar Aldofo yang harus di hormati dan disegani oleh bawahan suaminya.
"Maaf nyonya, Sir Edgar sedang ada tamu." Ucap Sekretaris Edgar menahan Chelsea ketika ingin masuk.
Chelsea menatap sekertaris perempuan itu tajam. "Aku istrinya, jadi tidak ada yang bisa menghalangiku." Ucap Chelsea dengan senyum sinis.
"Tapi nyonya, Sir Edgar sudah berpesan tidak ada yang boleh mas-"
Ucapan sekertaris itu terpotong, karena Chelsea sudah membuka pintu lebih dulu.
Dan saat pintu terbuka, empat orang didalam sana menatap Chelsea bersamaan, dan tatapan Edgar begitu tajam seperti seekor elang yang akan mencabik-cabik siapapun yang menganggu.
Chelsea sendiri berdiri dengan kikuk saat melihat semua tatapan pria itu menatap dirinya, apalagi tatapan Edgar yang berhasil membuatnya menelan ludah, hingga rasanya kakinya tiba-tiba lemas.
.
.
...MARHABAN YA RAMADHAN 1444H🙏 ...
__ADS_1
...SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA, PEMBACA ONLINE MAK OTOR 😘 ...
...SEMOGA KITA SEMUA SENANTIASA DIBERI KESEHATAN 🥰...