My Husband Om-Om SEASON 2

My Husband Om-Om SEASON 2
Jaga jarak


__ADS_3

Setelah pulang dari kafe tempat Maher biasa nongkrong, entah kenapa senyum dibibir gadis remaja itu tidak pernah luntur. Elga selalu melengkungkan bibirnya sambil bersenandung kecil entah mengapa rasanya bahagia sekali.


Ahh rasanya seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan dihatinya.


"Elga, Mama boleh masuk?" Suara ketukan pintu diiringi dengan pertanyaan membuat Elga menyahuti.


"Masuk saja Mah, tidak dikunci." teriak Elga dari dalam.


Disya membuka pintu kamar keponakanya dari dalam dan melihat Elga yang baru saja keluar dari dalam kamar menuju ranjang dan duduk diatasnya.


"Sayang, belum mau tidur?" Tanya Disya yang berjalan mendekati Elga.


"Ada apa Mam?" Tanya Elga balik.


Disya tersenyum dan duduk ditepi ranjang disamping Elga.


"Kata Maher, kamu tadi bertemu seseorang." Disya bertanya sambil tersenyum.


Elga sempat terdiam, matanya memindai wanita cantik didepanya.


"M-maksud Mama?" Tanya Elga dengan perasaan tidak enak.


"Apa dia pria yang mereka bicarakan?"

__ADS_1


"Maaf Mam." Elga menunduk. "Aku tidak tahu jika dia masih disini. Dan dia juga yang menemaniku dalam pesawat, sungguh Mam aku tidak takut dan panik saat insiden di pesawat, dan dia yang bersamaku." Elga bercerita.


Elga pikir tidak ada yang tahu kalau Edgar bersamanya di dalam pesawat, padahal Adam dan Daddy-nya tahu apapun yang dia lakukan.


"Tidak apa sayang." Disya menyentuh pipi Elga.


"Terkadang orang akan melakukan apapun untuk memuaskan rasa hatinya, hati yang sudah terpaut dengan sesuatu yang dirinya mau. Mama tidak akan memarahi mu, hanya saja kalau dia masih beristri kamu bisa menjaga jarak dengannya. Musibah tidak ada yang tahu dan Mama tidak ingin membuat kamu menjadi bahan konsumsi publik." Tutur Disya.


"Dengan siapapun kamu bersama, asal bahagia kami akan selalu mendukung, tapi tidak untuk dekat dengan pria beristri. Karena itu bisa merugikan dirimu dan terutama kelaurga besar kita. Aku harap dia mau mengerti statusnya jika dia memang pria yang mencintaimu maka kamu tidak akan diseret dalam rumah tangganya." Disya bicara dengan nada lembut.


"Percayalah sayang, kami semua menyayangimu."


Elga hanya bisa diam mencerna ucapan Mama Disya, semua yang dikatakan Mama Disya ada benarnya, dan dirinya juga tidak ingin menjadi orang ketiga untuk pernikahan Edgar. Hanya saja terkadang hati dan logikanya tidak sejalan saat bertemu pria itu.


"Mama.." Panggil Elga saat Disya ingin membuka knop pintu.


Disya menoleh. "Ya.."


"Terima kasih." Elga tersenyum manis pada Disya.


Disya membalas senyum Elga. "Sama-sama sayang. Good night.."


Elga merebahkan tubuhnya di atas kasur, dirinya mengingat semua apa yang dikatakan Mama Disya padanya, dan secara bersamaan ponselnya bergetar tanda pesan masuk.

__ADS_1


"Elga, jaga diri baik-baik. Malam ini aku akan kembali ke Inggris. aku akan datang kembali untuk menjemputmu. Good night little lady."


Elga membaca pesan dari nomor baru yang tidak dia kenal, dan siapa lagi jika bukan Edgar yang mengirim pesan seperti itu.


"Kamu harus bisa Elga, jaga jarak Elga. kendalikan dirimu." Gumamnya dengan perasaan yang tidak menentu.


.


.


Di dalam jet pribadinya, Edgar melihat pesannya yang sudah di baca oleh Elga. Dirinya menarik napas dalam.


"Aku tidak akan lelah Elga." Gumamnya. "Aku mencintaimu."


Di mansion Aldofo...


Alice duduk gelisah didalam kamarnya, sejak semalam Andres suaminya sama sekali tidak masuk kedalam kamar, dan pagi ini juga tidak ikut sarapan bersama. Wanita yang sudah kepala lima itu gelisah dengan apa yang Andres lakukan.


"Semoga dia tidak melakukan sesuatu, ya tidak mungkin."


Alice tampak gelisah mondar-mandir dengan wajah panik, otaknya terus berpikir untuk sesuatu.


"Chelsea, dia akan melakukanya." Gumamnya dengan bibir menyunggingkan senyum.

__ADS_1


__ADS_2