My Husband Om-Om SEASON 2

My Husband Om-Om SEASON 2
Edgar Aldofo


__ADS_3

Bagi Elga acara yang dia datangi begitu membosankan. Karena yang ada hanya pembicara para orang tua dan bisnis. Elga memilih untuk menyingkir dari obrolan orang tuanya.


"Mom, El mau ambil minum dulu." Katanya pada Hawa.


"Iya sayang." Hawa tersenyum mengiyakan.


"Biasa, kalau anak muda tidak suka mendengar para orang tua mengobrol seperti ini. Katanya membosankan." Kata Mario sambil terkekeh.


Elga menuju meja besar yang menyediakan berbagai minuman, dan saat dirinya ingin mengambil gelas, tiba-tiba tidak sengaja tangan seseorang juga mengambilnya.


"Ups, Sorry." Pria itu menarik tangannya, ketika menyentuh tangan Elga pada gelas itu tanpa sengaja.


Elga menatap pria yang berdiri didepannya, dan pria itu tersenyum.


"Apa kau juga bosan di acara ini?" Tanya pria itu sambil mengambil minuman setelah tadi di ambil Elga.


Elga masih diam, sambil menyesap minumannya.


"I'm tired of hearing the parents ramble." (Aku bosan mendengar para orang tua mengoceh) Kata pria itu sambil menyesap minumannya.


"So, kenapa kau ada di sini?" Tanya Elga.


"Mungkin seperti dirimu, harus menuruti kata orang tua." Pria itu mengulurkan tangan. "Felik." Katanya memperkenalkan diri.


Elga menatap tangan pria itu dan tersenyum, sambil mengulurkan tangan. "Elga." Katanya membalas uluran tangan Felik.

__ADS_1


"Namanya yang cantik, seperti orangnya."


.


.


Setelah hampir tiga jam menghadiri acara kini mereka semua sudah sampai di mansion Maurer.


Elga langsung masuk kedalam kamarnya begitu juga dengan si kembar, karena waktu sudah larut.


Sedangkan Mario memilih keruang kerjanya, setelah mengantar Hawa ke kamar mereka.


Mario meraih map yang terdapat di atas meja, dirinya mendapatkan informasi apa yang dia suruh pada bawahannya.


"Edgar Aldofo." Gumam Mario.


"Chelsea Walton adalah nama Istrinya." Kata Mario pelan.


Mario kembali membaca lembaran kedua untuk lebih terperinci. Edgar Aldofo pernah datang ke Zurich saat usianya 12 tahun.


Mario melihat foto yang tertera di berkas tersebut. Dimana disebuah supermarket seorang bayi diberikan boneka, dan Edgar yang memberikannya kepada bayi itu yang tak lain adalah putrinya dalam


gendongan Hawa.


"Lelucon macam apa ini." Mario melempar berkas yang tadi dia baca.

__ADS_1


Dari sana dirinya sudah bisa menyimpulkan jika pria bernama Edgar itu adalah pria yang memberikan bubu kesayangan Elga. Dan sekarang pria itu datang untuk mencari keberadaan putrinya.


"Oh Tuhan, ini tidak mungkin." Mario mengusap wajahnya kasar.


Pria berusia 30 Tahun yang sudah menikah, datang untuk mencari pemilik bonekanya.


"By.. kamu sedang apa?" Tiba-tiba Hawa datang dan berdiri di ambang pintu.


Mario mengulurkan tangan untuk menyambut kedatangan Istrinya.


"Ada apa?" Tanya Hawa yang melihat wajah suaminya seperti frustasi.


"Em, tidak ada sayang." Mario memeluk pinggang Hawa dan menenggelamkan wajahnya di dada sang istri.


Hawa yang duduk diatas pangkuan Mario mengusap rambut suaminya.


"Tidak perlu ada yang ditutupi, karena aku pasti akan tahu." Katanya sambil mengusap rambut Mario lembut.


Mario mendongak, menatap wajah Istrinya yang masih begitu cantik dan bersinar meskipun usianya tak lagi muda.


"Hm, kamu memang Mommy yang baik." Mario mendekatkan bibirnya untuk mengecup bibir sang istri.


Awalnya ingin mengecup kini berubah menjadi ******* saat Hawa membalas kecupan Mario.


Keduanya saling bercumbu menikmati kehangatan yang menjalar di tubuh masing-masing, rasa hangat yang selalu bergelayar membuat tubuh keduanya semakin terpancing.

__ADS_1


"Em, Daddy.."


__ADS_2