
Di gedung tinggi sebuah pesta digelar dengan mewah, pesta pernikahan seorang putri ternama di kalangan pebisnis.
Berita langung beredar saat pembisnis nomor satu di Inggris telah menikahi seorang putri konglomerat di Swiss, yaitu putri satu-satunya kelurga Maurer.
Siapa yang tidak menginginkan memilki menantu dari keluarga konglomerat di Swiss itu, apalagi dengan dua perusahaan besar paling pengaruh di negara itu. Semua tampak memuji dan mengelu-elukan pernikahan dua pentolan negara yang berbeda.
Bukan hanya para pembisnis, para wanita yang menggilai Edgar Aldofo juga merasa patah hati, iri terhadap gadis muda yang masih berusia 18 tahun mampu menarik perhatian seorang Edgar yang tidak bisa disentuh oleh wanita, bahkan mantan istrinya saja tidak sanggup menyentuh Edgar.
Gedung besar nan megah dengan dekorasi impian itu menjadi saksi di mana kedua insan yang tengah berbahagia menjalin ikatan suci.
Senyum terus terpancar di wajah keduanya dengan bola mata yang menyiratkan kebahagiaan.
"Terima kasih." Bisik Edgar disamping telinga Istrinya.
Ah, istri. Mengingat itu Edgar menjadi senyum sendiri merasakan kebahagiaan yang tidak bernilai.
Elga menoleh dengan bibir manyun. "Sudah berapa banyak kata itu kamu ucapkan."
Edgar hanya tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih dan rapi, benar kata Elga. Entah berapa banyak kata terima kasih yang dia ucapkan.
"Aku hanya tidak menyangka bisa memilikimu." Kata Edgar disela-sela menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang bergantian naik ke panggung pelaminan.
"Buktinya bisa, dan ini bukan hanya mimpi." Timpal Elga.
Edgar hanya mengaguk. Pria itu mengingat saat dirinya melamar Elga waktu itu.
"Elga, Will you marry me."
Elga tidak langsung menjawab, gadis itu terlalu syok mendapatkan kejutan secara tiba-tiba.
Elga tidak menyangka jika pria itu adalah Edgar yang sempat membuatnya terkejut dan pingsan.
Sekarang pria itu di depannya dan menyodorkan sebuah cincin berlian untuk melamarnya.
Melihat Elga diam saja membuat Edgar menjadi sedikit kesal, karena jantungnya semakin berdetak tak terkendali takut jika Elga akan menolaknya.
"Elga." Panggil Edgar lagi untuk menyadarkan gadis itu yang hanya diam saja.
"Kamu mau menikah denganku!" Kata Edgar mengulangi ucapanya tadi.
Dengan mata berkaca-kaca dan bibir tersenyum, Elga mengaguk.
"Ya uncle aku mau." Jawab Elga tersenyum dan juga menangis bersamaan.
Bibir Edgar langsung mengembang sempurna, dadanya terasa membuncah dengan kebahagiaan yang dirinya terima.
Dengan cepat Edgar langsung menyematkan cincin di jari manis Elga, cincin yang dia pesan khusus untuk wanitanya.
"Cantik." Ucap Edgar melihat cincin itu tersemat sempurna di jari Elga, dengan lembut Edgar mengecup punggung tangan Elga tepat di cincin yang melingkar sempurna.
"Terima kasih Uncle." Ucap Elga yang juga merasa bahagia dan terharu secara bersamaan.
Edgar menatap Elga dengan senyum tatapan penuh cinta.
__ADS_1
"Justru aku yang banyak berterima kasih, karena kamu mau menerima ku yang duda tua ini." Ucap Edgar dengan tatapan yang tak lepas dari wajah cantik gadisnya.
Elga malah terkekeh. "Hm, memang uncle pria tua. Tapi entah kenapa aku juga menyukai pria tua dan duda seperti mu." Kata Elga sambil tersenyum.
Mendengar itu tentu saja membuat Edgar senang. "Hanya suka? tidak cinta?" Goda Edgar.
"Em, aku masih polos uncle. Tidak tahu cinta itu apa."
Gemas rasanya melihat wajah Elga yang begitu menggemaskan, Edgar langsung menarik gadis itu masuk kedalam pelukannya, dan mencium pucuk kepalanya.
"Aku bahagia kamu mau menerimaku, aku tidak bisa menjadikanmu apapun, tapi aku akan berusaha untuk bisa menjadi pria yang kamu inginkan, terima kasih sayang. I love you."
"Love you to."
Waktu cepat berlalu, kini tamu sudah terlihat sepi karena pesta sudah berakhir, semua kelurga sudah kembali ke penginapan yang tersedia, termasuk dua pengantin yang baru saja menyelesaikan acara mandi mereka.
Edgar mengendong tubuh Istrinya menuju ranjang, dengan Elga yang masih merasa malu.
"Aku bantu mengeringkan rambut." Ucap Edgar sambil mengambil hairdryer di laci.
Elga hanya diam menerima semua perlakuan suaminya itu, sangat manis, dan Elga semakin mengagumi sosok Edgar di depannya itu.
"Kenapa?" tanya Edgar yang sadar jika di perhatikan.
Elga menggeleng. "Uncle suami ganteng." Ucapnya dengan bibir mengembang, menggemaskan jika Edgar melihatnya.
Edgar tidak tidak bisa menyembunyikan rona bahagianya, pria itu juga bisa salting.
"Kamu juga cantik, sangat cantik malah." Katanya di sela-sela kegiatannya yang mengeringkan rambut Elga.
Apalagi Edgar hanya bertelanjang dada dan handuk melilit di pinggangnya untuk menutupi aset masa depannya.
"Sayang, sudah." Kata Edgar yang sudah selesai mengeringkan rambut sang istri.
Elga hanya bergumam, tapi sama sekali tidak bergerak sedikitpun.
"Kenapa rasanya nyaman sekali." Ucap Elga malah sengaja menggerak-gerakkan kepalanya di perut sixpack Edgar.
Edgar mendesis tertahan, dirinya semakin kesulitan untuk mengendalikan dirinya.
"Sayang, apa kita lakukan saja malam pertama kita." Ucap Edgar yang sudah tidak bisa lagi menahan gejolak dalam dirinya, mekipun hanya sentuhan kecil tapi ya yang namanya pria normal dan satu ruangan dengan sang istri membuat Edgar ingin menyentuh lebih intim.
Elga mendongak menatap wajah Edgar yang sudah menahan gairah. Elga memang baru 18 tahun, tapi dirinya tahu bagaimana menjalankan kewajiban sengaja istri, apalagi kewajiban satu itu pasti suaminya menginginkannya. Saling mencintai tak masalah bagi Elga untuk melaksanakan kewajibannya.
"Boleh aku meminta satu permintaan?" Ucap Elga menatap suaminya penuh harap.
"Katakan."
Elga menarik napas dalam, sebelum mengucapkan apa yang dia inginkan.
"Aku hanya belum siap untuk memiliki anak, setidaknya aku butuh waktu untuk satu tahun kedepan." Ucap Elga dengan suara pelan dan rasa ragu bercampur takut jika suaminya marah.
Ini malam pertama mereka, tapi Elga sudah mengajukan permintaan yang mungkin akan membuat Edgar marah.
__ADS_1
Edgar berpikir sejenak, menimbang permintaan istrinya. Jika dipikir Elga memang masih 18 tahun, dan Edgar juga tidak ingin memaksakan apa yang dia inginkan, karena sejatinya sudah mendapatkan Elga dirinya merasa lebih dari cukup.
"Hm, apapun itu. Kita bisa memiliki anak nanti, aku juga masih ingin berlama-lama menghabiskan waktu kita berdua." Ucap Edgar.
Senyum cerah Elga terlihat, gadis itu senang mendapat persetujuan dari suaminya.
"Emmm, terima kasih Daddy." Ucap Elga dengan riang.
Edgar mengerutkan keningnya, apa dirinya tidak salah dengar Elga memanggilnya 'Daddy'.
"Katakan sekali lagi?" Pinta Edgar.
"Terima kasih." Balas Elga.
"Bukan itu, kau tadi memanggil ku apa?" Edgar menanti dengan penuh harap.
Sedangkan Elga tampak berpikir. Hanya saja gadis itu pura-pura berfikir.
"Apa Uncle." Ucap Elga yang pura-pura.
"Ck, kau tadi memanggilku dengan sebutan Daddy, apa kau hanya mengingat Daddy mu saja." Gerutu Edgar dengan wajah kesal.
Pria itu hendak mundur dari Elga, tapi dengan cepat Elga kembali memeluk pinggang Edgar didepanya.
"Terima kasih Daddy, aku mencintaimu." Katanya dengan lembut.
Seperti banyak kupu-kupu beterbangan, Edgar begitu senang.
"Uhh, manis sekali." Edgar menangkup wajah Elga. "Panggil aku dengan sebutan itu." Pintanya dengan sangat.
"Daddy.."
"Lagi!"
"Daddy.."
Cup
Edgar mencium bibir Elga dengan lembut, menyalurkan rasa cintanya yang begitu besar dengan sang istri.
Mendapatkan ciuman mendadak, Elga menjadi gugup, sebisa mungkin dirinya membalas ciuman Edgar dengan hati nuraninya.
Mendapat balasan, Edgar tidak menyia-nyiakan, pria itu semakin dalam dan menuntun menyatukan bibir nya.
Malam pengantin yang begitu membahagiakan untuk dua insan yang saling mencintai, Edgar begitu bahagia mendapatkan Elga, sedangkan Elga begitu beruntung memiliki suami yang mencintainya seperti Edgar.
Semoga mereka mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan keduanya. Sejatinya cinta tidaklah salah memilih tempat, hanya saja terkadang cinta tidak bisa kita prediksi akan datang kepada siapa.
...****************...
...TAMAT...
...****************...
__ADS_1
...TERIMA KASIH SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN PADA AUTHOR APAPUN ITU TIDAK TERKECUALI 😘 ...
...KITA BERTEMU LAGI DI KARYA AUTHOR YANG LAIN, JANGAN LUPA SEMANGAT UNTUK SALING MENDUKUNG 😍😍🙏🙏...