
Malam telah berlalu, pagi telah tiba. Lysny sedang bersiap siap untuk turun ke bawah sarapan, setelah menyelesaikan ritual mandinya. Raut wajahnya tidak seceriah biasanya ketika berada di orang terdekatnya mengingat apa yang telah menimpanya beberapa hari yang lalu. Tapi ia berusaha menutupinya agar tidak ada yang curiga dengan apa yang terjadi.
Saat tiba di meja makan Lysny langsung meneguk segelas susu coklat hangat kesukaannya, dan juga mengambil sepotong sandwich untuk di masukkan kedalam mulutnya itu. Sebelum ia sempat memasukkan potongan sandwich itu, tiba tiba dengeringan ponselnya terdengar.
Secepat mungkin ia membaca pesan yang berada di ponselnya, karena bisa saja pesan itu berusan dengan perusahaannya.Tidak sesuai harapan yang dikira ternyata yang mengirim pesan adalah nomor yang tidak dikenal seperti semalam.
Dari nomor yang tidak di kenal
"Aku mempercepat kepergian kita ke Bali. Temui aku di bandara 1 jam lagi"
"Sial" umpatnya kesal. Setelah menyelesaikan sarapannya, ia segera bergegas ke kamarnya untuk menyiapkan keperluannya.
Lysny membuka sebuah koper dan mengambil beberapa baju dan juga barang yang menurutnya penting, kemudian memasukkannya ke dalam koper.
"Aku harus memberitahu Della" ucapnya pelan sambil mendorong koper yang ia bawa menuruni tangga.
"Kemana anak itu pergi" ia berkata demikian karena tidak bisa menemukan Della. Kemudian ia bertanya ke kepala pelayan yang ada di rumahnya.
"Apa kau melihat Della?"
"Tidak nona, saya tidak melihat nona Della" ucap sang pelayan dengan nada sopan.
__ADS_1
"Baiklah kau boleh pergi" sang pelayan kemudian membungkuk memberi hormat sebelum pergi meninggalkan Lysny.
Tidak mau lagi membuang waktu yang ia miliki, ia segera ke garasi. Dan mobil yang menjadi pilihannya saat ini adalah mobil sport kesayangannya.
***
Beberapa menit kemudian Lysny sudah sampai di bandara, tapi ia tidak menemukan pria yang telah memaksanya menjadi sugar baby.
Kemudia seorang pengawal menghampirinya "Nona,anda sudah di tunggu tuan, mari silahkan ikut saya"
Lysny hanya mengikuti tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Kenapa kau mempercepat keberangkatan kita?" berjalan ke arah kursi yang berhadapan dengan Jason dan hanya di batasi meja.
"Nanti juga kau akan tau jawabannya" jawabnya santai.
Pramugari yang tadi kini sudah menyampaikan bahwa pesawat akan segera lepas landas.
Setelah pesawat lepas landas Jason lebih dulu mengeluarkan suara "Kau adalah sugar baby ku, jadi kau harus menuruti semua perintahku. Bukannya kau sudah membaca aturannya?"
"Ya aku sudah membacanya, apa ada cara untuk membatalkan perjanjian ini?" mencoba untuk bernegosiasi.
__ADS_1
"Tidak ada cara untuk membatalkannya" kata Jason sambil tersenyum tipis. "Oh...aku baru ingat ada cara untuk membatalkannya"
"Benarkah?" Lysny sudah berharap dengan mata yang berbinar,seperti telah menemukan benda yang berharga di dunia ini.
"Iya, kau harus menikah dengan ku" Lysny menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Sebenarnya kau ini siapa? kenapa kau menculikku dan memaksa ku untuk menjadi sugar baby mu? Aku ingatkan ya, aku tidak menjual tubuhku" Jason mengeluarkan kartu kredit miliknya dan meletakkanya di meja yang sekarang menjadi penengah mereka berdua.
"Kalau aku memaksa mu bagaimana?" tanyanya,ia ingin mencoba membuat Lysny kesal.
"Kau! sudah kubilang aku tidak menjual tubuhku. Untuk apa kau mengeluarkan kartu kredit ini" menunjukkan kartu kredit tadi ke hadapan Jason.
"Tenang saja, aku juga tidak nafsu padamu. Kau akan mendapatkan semua jawabanmu itu ketika kita sudah sampai di Bali"
"......."
TBC
JANGAN LUPA LIKE,COMMENT,VOTE DAN SHARE YA READERS TERSAYANG💫
BAGI YANG TIDAK MENYUKAI CERITA INI TIDAK USAH MEMBACANYA,AUTHOR JUGA TIDAK MEMAKSA.AUTHOR MENULIS CERITA KARENA JENUH.
__ADS_1