My Sugar Daddy : The Seperation

My Sugar Daddy : The Seperation
Bab 77


__ADS_3

9 bulan kemudian


Paris,Perancis


"Sayang jangan menangis mommy mu sebentar lagi kembali" ucap Della menenangkan anak Lysny yang sudah berusia 2 bulan sedangkan kandungan Della kini sudah berusia 7 bulan atau 28 minggu. Lysny sedang ada rapat dengan para petinggi perusahaan jadi dia meninggalkan anaknya dengan Della.


Mereka sedang berada di Willy's.Corp. Beberapa bulan sebelum Lysny melahirkan ia membuat ruangan khusus untuk anaknya di ruangannya yang bersebalahan dengan ruangan saat ia beristirahat.


"Sudah ya jangan menangis lagi ya sayangnya aunty..... Sudah lapar ya, sabar ya mommy sebentar lagi datang kok" Della masih berusaha menengkan baby Er sampai tedengar suara pintu terbuka.


Della tersenyum lega melihat siapa yang datang, "Akhirnya kau datang juga baby Er sedari tadi menangis sepertinya dia lapar"


Lysny tersenyum melihat anaknya menangis karena menurutnya sangat gemas ingin rasanya ia mengigit pipinya, "Anak mommy nggak boleh nangis, nggak boleh jadi anak yang cengeng. Lapar ya?" seketika tangisan baby Er mulai menghilang digantikan dengan senyuman yang terbit dari wajahnya setelah mendengar suara ibunya.


Lysny dengan segera menyusui anaknya agar tidak kelaparan lagi. Setiap kali baby Er rewel hanya ada dua hal yang kemungkinan terjadi, yang pertama ia lapar,yang kedua ia rindu dengan ibunya.


Baby Er menyusu dengan tangan yang di angkat angkat ingin menggapai wajah Lysny. Dengan senang hati Lysny mendekat hingga tangan mungil baby Er pun dapat menggapainya. Lagi lagi bayi mungil itu kembali tersenyum.


"Apakah dia merepotkan mu Del?" tanya Lysny yang masih menyusui baby Er.

__ADS_1


Della menggeleng pelan, "Tidak dia tidak menyusahkan ku sama sekali, dia baru menangis beberapa saat sebelum kau datang" Della membantu menjaga baby Er selama Lysny sedang sibuk. Alasannya karena Lysny tidak percaya pada pengasuh bayi sehingga ia lebih mempercayakannya pada temannya sekaligus kakak iparnya.


Perlahan matahari mulai tenggelam mengganti menjadi bulan yang bersinar. Mereka sudah pulang ke apartemen Lysny dengan diantar Bob. Mereka sedang berkumpul di apartemen Lysny dengan baby Er yang menjadi primadona disana. Ia seperti piala bergilir yang dioper oper ingin digendong oleh uncle uncle dan auntynya.


"Besok hari libur kau tidak bekerja bukan Lysny?" tanya Max dengan lembut.


"Iya, besok aku tidak bekerja"


"Bagaimana kalau kita membawa baby Er keluar dia juga harus mengenal lingkungan luar bukan agar memudahkannya untuk beradaptasi" Lysny terlihat menimbang nimbang perkataan Max ada benarnya juga pikirnya.


"Dokter juga menyarankan hal yang sama, kita mau pergi ke mana?" Max terlihat senang karena Lysny mengetujuinya.


"Ide yang bagus" ucap Lysny sembari menepuk pelan bokong putranya yang akan segera tertidur.


πŸƒ


πŸƒ


πŸƒ

__ADS_1


πŸƒ


Menara tinggi kini tersaji di depan mata mereka dengan rasa kagum yang luar biasa. Menara yang menjadi ikon kota Paris kini berdiri kokoh dihadapan mereka.



"Indah sekali menara eiffel" ucap Lysny sembari mendorong kereta bayi.


Max mengeluarkan ponselnya untuk memotret kebersamaan mereka yang seperti keluarga sungguhan. Memang Max menganggap baby Er seperti anaknya sendiri. Max menyanyanginya.


Tanpa mereka sadari seorang pria melihat mereka dari belakang yang menahan amarah. Yah, pria itu adalah Jason ia kemari karena ada urusan pekerjaan. Dan sekalian melihat kondisi dan kabar adiknya yang mengajak bertemu di menara eiffel yang kebetulan sekali bertemu dengan wanitanya.


Lysny melihat orang yang ia kenali di layar ponsel Max seketika membalikkan tubuhnya untuk melihat apa benar itu pria yang tidak lagi berada di hatinya itu.


Tatapan mereka bertemu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


...The End...


Sambung ke sebelah ya πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2