My Sugar Daddy : The Seperation

My Sugar Daddy : The Seperation
Bab 52


__ADS_3

"Jason awas!" seketika kakek Jullius langsung meneriaki Jason, tetapi belum sempat Jason melihatnya, "PRANG!" botol tersebut sudah di pukul mengenai kepala belakang Jason.


Seketika Jason berbalik dan sudah mendapati anak buah Jasper di belakangnya tersenyum puas, kemudian Jason memegang kepalanya dan mendapati ada darah segar berada di telapak tangannya.


Beberapa detik kemudian, Jason ambruk dan pingsan. Pasukan VX Company kalah banyak, pasukan mereka sisa beberapa, sedangkan anak buah Jasper masih tersisa banyak.


Setelah beberapa menit, pasukan VX Company sudah tidak terisisa alias habis. Kini yang bertahan sisa kakek Jullius dan juga Joe. Mereka tidak bisa melawan lagi,,terpaksa mereka menyerah kepada lawan.


Keduanya mengangkat tangan, pertanda menyerah,"Bawa kami bersama Jason" ucap kakek Jullius.


"Kau tidak di butuhkan di sana kakek tua!" ucap pemimpin pasukan Jasper, kemudian ia meludah ke arah samping tubuh Jason.


"Ayo bawa dia, kita pergi sekarang" pemimpin pasukan tersebut mengerak gerak kan pistolnya, pertanda menyuruh bawahan nya untuk membawa tubuh Jason."Dan untuk kalian" menunjuk menggunakan pistol ke arah kakek Jullius dan juga Joe, dengan satu tangan di pinggang. "Awas saja kalian mengikuti kita, jika kalian membuat ulah,,maka aku akan langsung menembaknya! Kalian ngerti?!"

__ADS_1


Kemudian para anak buah pergi meninggalkan tempat tersebut dengan membawa Jason, Ny. Collin, dan juga Velin. "Mom, aku pergi dulu. Aku berjanji akan menceritakan semuanya nanti" kemudian mereka berpelukan.


Kini di ruangan ballroom hanya tersisa kakek Jullius,Joe, Daisy dan juga Ny.Brown. Ballroom yang tadinya di hias sedemikian rupa sekarang sudah menjadi kapal pecah. Dengan kondisi meja yang terjungkir balik,bahakan ada yang kakinya patah. Beberapa lampu gantung kristal pecah, dan juga ada yang tergantung hanya setengahnya saja. Piring dan juga gelas yang disiapkan untuk makan, kini sudah tidak terisisa,semuanya pecah tidak berbentuk. Kain kain yang sudah di gantung, kini sudah merosot ke mana mana,bahkan ada yang sobek.


Tidak terbayang lagi, berapa banyak uang yang harus di keluarkan untuk membayar biaya ganti rugi. Untung saja mereka berasal dari keluarga kaya, atau tidak entah dari mana mereka akan mendapatkan uang dan menutup semua hutang itu.


Sesuai dengan perintah tadi, tidak ada yang mengejar mereka. Manager hotel datang mendatangi mereka meminta pertanggung jawaban atas kejadian yang terjadi. Setelah semuanya beres, kakek Jullius dan juga Joe, mengutus tim untuk melacak dan juga mencari keberadaan Jason dan juga lawannya.


***


"Akhirnya kau bangun juga" Jasper dengan angkuh duduk di atas meja.


"APA SEBENARNYA MAU MU? DAN, SIAPA MEREKA BERTIGA?" tanya Jason penasaran akan 2 pria dan 1 wanita yang berada dalam yang sama dengannya.

__ADS_1


"Lihat baik baik kawan, perhatikan dengan seksama" Jasper tersenyum mengejek. Jason terus memperhatikan ketiga orang itu,cukup susah untuk mengenali ketiganya. Terutama 2 pria itu, pasalnya muka keduanya di lapisi dengan jenggot yang cukup lebat sehingga sulit baginya untuk mengetahui siapa mereka. Kemudian ia menatap seorang perempuan dengan intens.


"Mom" gumamnya pelan, tapi masih bisa di dengar orang.


"HAH" Jasper membuang nafas secara kasar, "Akhirnya kau mengenali salah satunya"


TBC


JANGAN LUPA BUAT


LIKE


COMMENT

__ADS_1


VOTE


DAN KASIH HADIAH YA💫


__ADS_2