
"Bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanya Lysny dengan menautkan kedua alisnya pertanda ia penasaran. Sebelum Della bisa menjawab pertanyaan Lysny dokter yang dibawa Stefan sudah datang dengan didampingi Stefan tentunya.
"Kondisinya sudah stabil, nona tidak boleh shock lagi jika tidak mau kehilangan bayinya" Lysny mematung mendengar penuturan sang dokter, bak disambar petir di siang bolong. Itu lah deskripsi yang pantas untuk Lysny sekarang.
"A-apa maksudmu dokter? Bayi?" Lysny memandang tak percaya sembari mengusap pelan perut nya yang masih bisa di bilang rata.
"Iya nona selamat anda sedang mengandung 8 minggu" ucap sang dokter tersenyum ramah. Sang dokter meinggalkan ruang rawat Lysny memberi ruang kepada mereka.
"Lysny kau akan menjadi seorang ibu apa kau tidak bahagia?" Della heran dengan Lysny yang menyikapi berita kehamilannya dengan cara yang bisa dibilang aneh menurutnya. Antara senang dan tidak.
__ADS_1
Lysny memandang kedua orang yang berada di depannya, "Aku tidak tau apa aku harus senang atau tidak, disatu sisi aku akan menjadi seorang ibu tentu saja aku merasa senang karena Tuhan memberi ku malaikat mungil dalam hidup ku, disisi lain aku hamil diluar nikah orang orang akan berpikiran negatif mengenai anak ku nantinya dan aku tidak ingin hal itu terjadi."
"Tidak usah memikirkan itu Lysny kami keluargamu,tidak usah ambil pusing ucapan orang orang nanti. Kami akan mendukungmu tapi jika kau menggugurkan bayi ini aku tidak akan mendukungmu" ucap Stefan dengan tegas dan penuh penekanan.
"Apa yang kau katakan kak, aku tidak akan pernah menghilangkan nyawa dari seorang bayi yang tak berdosa. Aku akan hidup dalam rasa bersalah nantinya jika menghilangkan satu nyawa yang tak berdosa."
Stefan tersenyum menatap Lysny ia berdecak kagum karena pemikiran yang dewasa dalam usianya yang masih muda, diusianya yang sekarang banyak gadis yang menghamburkan uang dan berfoya foya untuk kesenangan mereka. "Aku bangga pada mu Lysny pemikiran mu sangat dewasa. Aku yakin kau akan menjadi ibu yang baik nantinya."
***
__ADS_1
Lysny sudah diperbolehkan pulang setelah memastikan janinnya dalam kondisi baik baik saja. Hati nya sangat senang karena akan menjadi seorang ibu. Setiap momen yang ditunggu tunggu seorang wanita yang sudah menikah. Tapi hal yang berbeda terjadi pada Lysny, ia diberi kepercayaan sebelum ia menikah.
"Apa tidak ada yang mau memberi tahu ku yang sebenarnya terjadi? Aku berasa seperti orang bodoh disini melihat kemesraan kalian." kesal Lysny melihat kedua sejoli yang kini sedang duduk bersebelahan sambil berpelukan itu di depannya.
Della hanya terkekeh melihat Lysny kesal sudah lama sejak terakhir kali ia melihat sahabatnya itu kesal, "Tanya saja pada kakak iparmu." ucap Stefan dengan enteng sembari mencium pucuk kepala Della.
Lysny dibuat tak percaya dengan apa yang didengarnya, "Kakak ipar? Apa kalian sedang bercanda ini tidak lucu" Lysny tertawa hambar.
"Siapa yang bercanda tidak ada yang sedang bercanda"
__ADS_1
"Aku masih tidak mengerti bagaimana kak Stefan masih hidup? Atau yang didepan ku ini adalah arwah yang sedang gentayangan karena tidak tenang?
TBC