
Di sisi lain Velin bersama seorang pria sedang bersarapan di restoran hotel. Mereka terlihat sangat bahagia dan di mabuk asmara cinta. Seperti seorang abg yang baru mengerti apa itu arti dari cinta.
Setelah selesai sarapan pria itu mengantarkan Velin pulang ke resort yang keluarga Velin dan juga Jason tinggali selama mereka berada di Bali.
"Velin apakah berhasil?" tanya Ny.Van Xander dengan antusias. Semua mata menatap padanya untuk menagih sebuah jawaban.
Jika rencana nya berhasil maka yang paling bahagia adalah Ny.Van Xander. Velin kini tengah bingung apa yang harus di katakannya.
Haruskah dia mengatakan bahwa rencana yang di lakukannya bukan bersama Jason melainkan dengan pria yang di cintainya?
"Eh...Iya rencananya berhasil" Velin menjawabnya dengan sedikit gugup. Ia tidak memikirkan akibat perbuatan yang dilakukannya. Menurutnya sekarang masa bodoh.
Yang dia pikirkan kini hanyalah bahwa ia harus menyakinkan keluarganya dan juga Ny.Van Xander.
"Wahhh....selamat ya kau akan segera menjadi menantu ku" sambil menarik Velin ke dalam pelukannya.
Kemudian beralih ke ibu nya Velin. "Selamat,akhirnya kita akan berbesan" sambil menunjukkan senyumnya yang indah di usia yang sudah tidak muda lagi.
"Ya selamat untuk mu juga"
__ADS_1
"Ayo kita harus mempersiapkan pernikahannya" ucap Steven Brown yang tiba tiba saja ikut dalam pernikahan. Baginya jika pernikahan ini berhasil dan berjalan dengan baik maka akan membuat perusahaannya berkembang semakin pesat karena berkeluarga dengan keluarga Van Xander.
"Ya anda benar Tuan Brown. Kita harus segera mempersiapkan pernikahannya.Setelah Jason kembali kita akan bahas ini lagi"
***
"Ternyata kau masih ingat dengan sahabatmu yang satu ini" ucap Della dengan menaik turunkan alisnya.
"Tentu saja aku mengingat mu, mana mungkin aku melupakanmu" kata Lysny yang sudah mau memeluk Della, tapi dengan segera Della menyampingkan tubuhnya agar Lysny tidak dapat memeluknya.
"Tidak usah basa basi, ayo katakan kemana saja kau semalam. Setelah kau pulang dari pantai, kau hilang bak di telan bumi. Di telpon juga ga diangkat" jurus mengomel ngomel Della sudah dalam mode on. Tidak ada kekuatan apa pun yang bisa menghentikan omelannya.
"Oh itu... Aku pergi makan malam dengan salah satu temanku"
"Teman yang mana?"
Sial! Dia bertanya teman yang mana. Aku harus menjawab apa,batin Lysny.
"Dia teman satu fakultas ku dulu namanya Maxime Alexander" jawab Lysny dengan gugup.
__ADS_1
"Oh pria itu, dia pria yang sangat manis dan juga tampan" Della kembali teringat akan teman baik dari sahabatnya. Maxime dan Della saling mengenal. "Tapi setau ku setelah dia menyelesaikan kuliahnya,dia harus pergi ke Perancis untuk meneruskan perusahaan ayahnya"
"Dia ke Bali untuk berlibur, seminggu yang lalu dia sudah berada di sini untuk berlibur"
"Sepertinya kalian sangat dekat, atau jangan jangan -"
"Tidak usah berpikir yang tidak tidak, Aku dan maxime hanya teman baik. Dan juga dia akan menjadi investor untuk project ku yang selanjutnya"
"Baiklah,aku akan sangat senang jika terjadi sesuatu diantara kalian. Karena akhirnya sahabat ku yang satu ini tidak jones lagi, dan yang paling penting kau tidak dingin lagi pada pria" Della merasa ia sudah terbang tinggi dan tiba tiba di campakkan ke bawah mendengar penyataan sahabatnya itu.
***
"Halo, mom sudah saatnya kita menjalankan rencananya"
TBC
JANGAN LUPA BUAT LIKE,COMMENT,SHARE DAN VOTE YA💫
TIDAK UP SETIAP HARI🙏
__ADS_1