
Gedung
"Ayo cepat siksa mereka, Ayo cambuknya lebih kuat lagi! Jangan mengecewakan tuan Jason" ucap seorang anak buah yang sedang merekam video.
"AGRHHHHH....SAKIT. DASAR B3D3B4H KALIAN!" Teriak Daisy.
"TOLONGGG HETIKAANNNN! INI SAKIT SEKALI! SETIDAKNYA KASIHANI JANIN KU INI!"
"HEII HENTIKANNN! DASAR KALIAN TIDAK PUNYA HATI!"
"Ayo ambil pisau"
"Ayoo lukai mereka, buat tangannya robek hingga bercucuran darah, aku yakin tuan Jason akan puas dengan hasil kerja kita"
"Hen-hentikan jangan lukai tangannku, janin ku bisa mati jika sampai aku kekurangan darah"
"AWAS SAJA KALIAN JIKA SAMPAI MENYENTUH VELIN, AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN SIAPA PUN!!!" ancam Jasper. "Apalagi sampai anak kami tiada!"
Para anak buah hanya tertawa renyah, "Hahahahahaha,kalian itu tahanan di sini, malah ngancam ngancam. Sekarang juga aku bisa melubangi kepala mu itu! Setelahnya aku beri makan singa yang di pelihara tuan Jason"
"Tidak hanya tuan Jason yang akan puas, tapi singa kesayangannya juga"
"Hahahahhah" para anak buah kembali tertawa. Jasper marah melihat ia di remehkan anak buah Jason.
"Hei kalian melupakan sesuatu, cepat lukai juga wajah mereka, mereka itu tidak ada apa apanya dibandingkan calon nyonya kita. Setelah kita menyelesaikan ini,kita akan mencari nyonya kita"
"Iya... cepatlah aku sudah tidak sabar mendapat upah yang besar"
__ADS_1
Gedung kembali di penuhi dengan suara teriakan,tangisan dan juga makian untuk para anak buah.
***
VX Company
"Bagus sekali Joe, aku suka kerja mereka. Beri mereka bonus setelahnya tugaskan mereka mencari Lysny. Apakah singa kesayanganku Simba sudah makan? Sudah berapa lama dia tidak makan enak ya, aku jadi ingin memberikan si Collin itu padanya. Aku yakin dia akan sangat senang"
"Glek...." Joe menelan saliva nya dengan susah.
"Tuan, jangan lakukan itu, nona Lysny pasti marah jika mengetahuinya. Nona Lysny adalah orang yang suka dengan kekerasan tuan. Bagaimana jika nona semakin membenci mu tuan? Apa tuan mau sampai hal itu terjadi?" Jason memutar lehernya menghadap joe,kemudian menatapnya dengan intens.
"Glek...." lagi lagi Joe menelan saliva nya dengan susah.
"Apa kau sedang menakut nakuti ku Joe" Jason mengangkat kedua alisnya tinggi tinggi.
Jason mengarahkan sebuah pena dan melemparkannya tepat di kepala Joe sesuai dengan keinginannya.
"Auchhh" Joe mengusap usap kepalanya yang habis di lempar pena.
"Makanya jangan mengejek ku, dari pada berdebat dengan ku mending kau cari Lysny aku ingin minggu ini sudah ada hasilnya, bayar detektif. Cepat lakukan semua usaha agar aku bisa lebih cepat bertemu Lysny. Jika tidak bersiaplah aku akan membuat kekacauan sehingga kau kesulitan mengurusnya Joe" kali ini tidak ada candaan dalam kata katanya, hanya ada ancaman.
"Baik tuan akan ku usahakan"
"Aku ingin yang pasti!"
Joe tidak berani menjawab, ia segera berlalu dark ruangan terkutuk itu.
__ADS_1
***
Willy's Corp
"Nona, kita membutuhkan seorang model untuk produk terbaru kita. Tapi kita belum mendapatkannya" keluh Bob.
"Ya sudah sana cari sampai dapat" kata Lysny yang masih berkutat dengan layar laptop miliknya.
"Justru itu nona, kita tidak mendapatkannya"
"Kenapa kau memandang ku seperti itu?"
"Aku punya ide nona,-"
"Waittt....jangan bilang aku yang akan menjadi modelnya?"
"Tepat sekali nona"
"HELLLL NO!"
"Ayolah nona pikirkan sekali lagi, kita harus segera launching produk ini" ujar Bob dengan tatapan mengiba. "Ini bisa jadi aktivitas mu nona jika sedang bosan"
Benar juga apa yang dikatakannya.
"Baiklah aku setuju"
TBC
__ADS_1