
Pukul 7 malam.
Malam hari nya setelah Jason selesai dengan pekerjaan kantornya, ia langsung mengarahkan sopirnya untuk menuju ke rumah utama. Ia sudah sangat antusias sekali ingin menemui sang Grandpa dan membicarakan tentang rencananya yang akan menjebak musuhnya terlebih dahulu.
Setelah sampai di rumah utama, Jason langsung di sambut dengan pelayan yang membungkuk hormat padanya dengan wajah ekspresi dingin datar seperti rumor yang beredar.
"Selamat datang Tuan muda" ucap seorang pelayan dengan membungkuk hormat. Jason tidak mempedulikannya dan tetap melangkahkan kakinya menuju dalam rumahnya.
Ketika ia masuk ke dalam rumah, Ia langsung di sambut dengan hangat oleh orang yang di panggil Mommy itu dengan di dampingi oleh calon istri yang tidak diinginkannya, karena hatinya sudah ada yang memilikinya.
Ia hanya menatap wanita yang akan ia nikahi yang hanya tinggal menghitung hari itu dengan datar. "Jason, kau sudah datang, mommy sangat merindukanmu" ucap Ny.Van Xander sembari menarik putra sulungnya itu ke dalam pelukannya.
Jason membalas pelukan ibunya nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ny.Van Xander menyadari bahwa Jason tidak menyapa Velin, ia pun menegurnya. "Nak, kau belum menyapa istri mu?"
Mendengar kata kata yang keluar dari mulut ibunya,Jason mengerutkan dahinya. "Istri?"
"Iya, Velin kan calon istri mu, beberapa hari lagi kan kalian menikah" mendengar penuturan ibunya, Jason berusaha untuk mengganti topik pembicaraan.
__ADS_1
"Em... Mom apa Grandpa sudah sampai?"
"Iya, Mom baru ingat dengan kakek mu itu. Ayo kita ke meja makan, kakek mu sudah menunggu" Jason hanya mengangguk patuh pada ibunya itu.
Jason menarik kursi di samping kakeknya setelah mereka sampai di meja makan. "Jason kau sudah sampai?"
"Ya, Grandpa aku sudah sampai" Jason menyapa kakeknya itu dengan senyumannya. Ia hanya akan tersenyum kepada orang yang dekat dengannya.
Para pelayan mulai menata berbagai macam hidangan di depan mereka. Mereka mulai menyantap makanan mereka hingga tandas. Tapi sebelumnya Velin mencoba mencari perhatian pada calon suaminya itu,Jason. Dengan cara ia mengambilkan lauk untuk pria itu, tetapi ahli-ahli memakannya. Ia justru meninggalkan meja makan, tapi sebelumnya ia menatap tajam Velin yang mana membuatnya menjadi sedikit ketakutan.
***
Di Prancis.
"Hans apa kau tau aku akan menjadi seorang ayah?" tanya seorang pria kepada tangan kanannya.
"Iya selamat Tuan, aku merasa sangat senang dengan kabar baik ini"
__ADS_1
"Ayo kita temui orang orang tidak berguna itu" kemudian mereka pergi ke ruang bawah tanah yanf menjadi markas mereka.
"Apa kalian tidak akan mengucapkan selamat pada ku? Aku akan menjadi seorang ayah?" pria itu kemudian menunjukkan sebuah foto hasil USG kepada tiga orang yang berada di hadapannya itu.
"Aku menyumpahi mu tidak akan pernah bahagia dengan anak mu itu! Kalian akan terpisah bahkan sebelum dia lahir" ucap seorang wanita yang menjadi tahanan nya.
"Berani sekali kau ya, lihat apa yang bisa kulakukan" pria itu mengambil foto Jason,kemudian...
Dor...Dor...
Pelurunya pun meleset keluar, Suara tembakan pun memenuhi ruangan itu. Ketiga tahanan nya itu kaget seketika,kemudian perlahan mengangkat wajah mereka melihat apa yang di tembak orang tadi.
"Kalian lihat apa yang ku tembak tadi? Sama seperti itu lah aku akan menembaknya 4 hari lagi?" tawa pria yang tadi bersama Hans pun keluar memenuhi ruangan itu.
***
JANGAN LUPA YA BUAT LIKE,COMMENT DAN VOTE,DAN JUGA HADIAHNYA💫
__ADS_1