
Willy's.Corp
"Apa?!" tanya Bob dengan rasa tidak percayanya. "Bi-bisa kau ulangi apa yang kau katakan nona?"
"Aku bilang aku ingin semua wanita hamil di perusahaan kita di cutikan dan beri mereka waktu libur yang panjang agar dapat mengurus anak mereka nantinya"
"Aku tahu rasanya karena aku juga sedang hamil" ucap Lysny dengan santai.
Bob semakin kaget saja mendengar nonanya sedang hamil, "Nona HAMIL?!"
"Iya terus? Oh ya bagaimana dengan pemotretan ku?"
"Hari ini akan ada jadwal pemotretannya nona lebih tepatnya setelah jam makan siang" jawab Bob dengan wajah yang masih cengo.
"Nona apa bisa kau jelaskan apa maksud dari kau hamil nona? Maksud ku bagaimana itu bisa terjadi?"
"Apa kau tidak pernah belajar IPA di sekolah sampai tidak tau bagaimana hamil bisa terjadi? Atau jangan jangan kau bolos saat pelajaran itu berlangsung" tanya Lysny dengan menaikkan satu alisnya.
Huh! Sudahlah aku rasa karena kehamilannya nona ini jadi agak tidak nyambung. Gumam Bob dalam hati.
"Kenapa malah bengong? Ngerti tidak sih?"
"Ngerti nona" ngerti ngertiin aja pikirnya dari pada masalah ini panjang nantinya.
"Sudahla kau keluar saja aku malas melihat wajah mu" Mendengar itu Bob mendengus kesal walau menuruti apa yang Lysny suruh.
Sementara di sisi lain.....
"Permisi apa aku bisa bertemu dengan CEO kalian?" tanya seorang perempuan di meja resepsionis.
"Maaf apa sebelumnya sudah membuat janji temu? Pasalnya CEO kami hanya akan menemui orang yang sudah membuat janji" ucap si resepsionis dengan ramah.
"Tapi CEO kalian nona Lysny itu teman ku jadi aku tidak perlu membuat janji temu terlebih dulu" ucap sang wanita kekeh ingin bertemu Lysny.
__ADS_1
"Tolong ulangi apa yang nona katakan. Di sini tidak ada yang bernama Lysny CEO kami namanya-" belum sempat si resepsionis menyelesaikan ucapannya seorang wanita sudah lebih dulu bersuara.
"Della" panggil Lysny yang kebetulan turun ke lantai bawah, ia berjalan mendekati dimana Della berada. Orang yang dipanggil pun menoleh pada arah sumber suara.
"Lihat ini orang yang ku maksud" ucap Della sembari menunjuk Lysny.
Habislah aku karena tidak memberi izin pada nona ini untuk bertemu nona Isabella. Tapi kenapa nona ini memanggil CEO kita dengan nama Lysny tadi?
"Dia ini teman ku lain kali antarkan saja dia ke ruangan ku langsung. Cepat kerjakan lagi pekerjaan mu" si resepsionis menunduk takut mendengar Lysny bersuara.
Lalu kedua wanita itu pun berlalu pergi menaiki lift khusus, "Jangan memanggil ku Lysny jika di perusahaan aku menggunakan identitas baru apa kakak tidak memberitahu mu aku yakin dia tahu?"
"Benarkah? Dia tidak mengatakan apa pun pada ku"
"Aku menggunakan nama Isabella Portman di sini panggil saja Bella" pintu lift pun terbuka dan mereka menuju ruangan Lysny berada.
"Ruangan ini tidak jauh berbeda dengan yang di New York"
"Iya tapi pemandangan di sini lebih bagus, coba kau lihat ke luar sangat segar dan asri aku melihatnya"
"Terima kasih, tapi aku rasa kali ini aku akan pergi sendiri kau bisa ikut di bulan berikutnya"
"Heii! Aku juga mau melihat keponakan ku aku aunty nya bukan"
"Tapi aku mommy nya dan memutuskan jika kau tidak bisa menemani ku kali ini" ucap Lysny dengan keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.
"Ayo kita ke restoran terdekat aku kemari untuk mengajak mu makan aku akan mentraktir mu. Baby mau makan apa?" usaha terakhir yang coba dilakukan Della sambil melirik Lysny berharap apa yang dia inginkan terjadi.
"Tidak usah menyogok begitu, keputusan ku sudah pasti. Ayo kita makan aku sudah lapar" Lysny keluar dari ruangannya sembari menautkan kedua telapak tangan mereka.
π
π
__ADS_1
π
π
America,New York
Terlihat seorang pria bertelanjang dada dengan segelas kopi di tangannya tengah menatap ke arah luar jendela kamarnya. Memandang keramaian kota. Sudah 5 bulan sejak kepergian Lysny ia mengawali pagi dengan memandang ke arah luar jendela. Dengan begitu ia akan berpikir dengan jernih dan tidak membuat keputusan yang salah.
Wajah frustasi sedang terpasang di wajahnya satu hal yang ia yakini jika ia pasti akan bisa bersatu dengan wanitanya yang ia cintai dengan segenap hatinya yang tulus.
Setiap hari ia memarahi bawahannya karena tidak menemukan Lysny. Tak jarang pula ia memimpikannya hingga serasa ia tak mau beranjak dari ranjangnya.
Mommynya sudah berkali kali mengatur kencannya dengan seorang gadis tapi apa? Ia bahkan menolaknya mentah mentah, ia bilang pada ibunya kalau ia sudah mempunyai wanita yang ia cintai. Tapi ibunya hanya menganggap itu hanya bualan semata karena ia tak pernah melihat seorang pun gadis yang dekat dengan putranya selama ini.
Drt....Drt....Drt....
Tiba tiba suara deringan di ponselnya berbunyi menandakan seseorang menelponnya,dengan malas ia mengangkatnya karena sudah membuyarkan lamunannya tentang Lysny dan keluarga kecil bahagia mereka.
"Halo"
"Halo kakak? Aku diterima magang di perusahaan" ujar Jack dengan antusias tapi berbeda dengan Jason yang menanggapinya dengan malas.
"Hmmm"
"Apa kakak tau apa nama perusahaannya apa?"
"Tidak"
"Ishhh kakak, baiklah akan ku beri tahu namanya Willy's. Corp perusahaan terbesar ke dua di benua Eropa"
TBC
__ADS_1
Note : bagi yang nanya kapan Lysny Jason bersatu sabar ya akan ada di sesason dua. Bentar lagi launching kok.