My Sugar Daddy : The Seperation

My Sugar Daddy : The Seperation
Bab 64


__ADS_3

America, New York.


Dengan kecepatan tinggi, Jason melajukan mobilnya menuju gedung tempat dimana orang ia benci sedang berada di sana.


Jason tersenyum puas dengan kerja anak buahnya. Ditambah lagi mendengar teriakan teriakan orang orang itu, seakan seperti melodi lagu yang merdu. Ia sedang merasa ingin menari disana. Dan menetertawakan ketidakberdayaan musuhnya itu.


Bahkan ia sempat meludah ke arah mereka,dan menatap mereka dengan wajah bengisnya yang tampan mempesona.


Perlahan pandangan Velin mulai kabur disertai dengan perutnya yang sakit, "Agrhhhhhh sakitttt,tolonggg anakkku. arghhhhhhhh" kemudian Velin tidak sadarkan diri.


"Cihh" Jason menatap jengah kearah mereka, "Paling dia hanya keguguran,panggilkan dokter untuk keluarkan janinnya"


"AWASSS KAU JASONN, JIKA ANAK KU TIADA MAKA KAU AKAN MERASAKAN-" belum sempat Jasper menyelesaikan ucapannya, Jason sudah menyarangkan sebuah peluru di kepalanya.


Gema dan Daisy menatap tidak percaya, begitu mudahnya ia menembak seseorang tanpa memikirkan akibatnya.


"Bereskan semua anak buahnya, aku tidak ingin kelak ada masalah seperti ini lagi. Segera ambil ahli kekuasaannya"


"Tu-tuan apa kesalahan kami pada mu, sehingga kau memperlakukan kami seperti ini?" seketika mata tajam Jason menatap kearah Daisy.


"Kesalahan? Apa kalian sudah benar benar melupakan apa yang telah kalian lakukan dulu pada seseorang yang bernama Lysny?"

__ADS_1


Keduanya menelan saliva dengan kasar, kini mereka mengerti mengapa mereka bearada disini. Mata mereka yang semula menatap iris biru Jason kini mengalihkan pandangan mereka.


Setiap hari kami disiksa seperti ini lama kelamaan kita akan menjadi gila.


***


Roma, Italia


Lysny terbangun dari tidurnya karena suara perutnya berbunyi, cacing cacing didalamnya berdemo meminta untuk diisi makanan.


Sudah jam 9 malam, lama sekali aku sudah tertidur.


Karena malas untuk keluar, Lysny memutuskan untuk memesan makanan hotel.


"Letakkan saja dimeja"


"Baik nona" setelahnya sang pelayan pergi dari kamar Lysny.


Ahhh aku lapar sekali.


Mulai dari hidangan pembuka hingga makanan penutup, semuanya adalah makanan kesukaannya.

__ADS_1


Setiap makanan yang disajikan diatas piring ia habiskan tanpa tersisa hingga ia merasa puas dan memutuskan untuk menonton tv.


Ia menonton acara tv bergenre komedi, sekali kali ia tertawa kerena candaan yang dilontarkan oleh sang pembawa acara.


Sampai acara itu habis, Lysny mengganti salurannya menjadi tayangan bergenre romatis.


Kyaaaa, romatis sekali kekasihnya. Aku juga ingin yang seperti itu.


Terlihat kedua pasangan suami istri itu sedang dalam suasana romatis. Si pria mulai mencium si gadis,ciumannya itu lama kelamaan menjadi semakin dalam dan menuntut hingga terjadilah adegan hubungan suami istri.


Melihat adegan seperti itu, membuatnya kembali teringat dengan kegiatan yang pernah ia lakukan dengan pria itu, hingga membuatnya menjadi malas untuk menonton acara tadi itu.


Sialan! Aku jadi teringat dengannya dan juga hubungan panas kami. Sebenarnya aku merindukannya tapi juga malas untuk melihatnya. Apa aku kembali ke America saja ya? Ahhh tidak dia pasti sudah menikah dengan Velin.


Lysny larut dalam perdebatan antara perasaan dan akalnya hingga membuatnya lelah dan ia kembali memejamkan matanya kemudian perlahan terlelap.


Kini bukan ia yang menonton tv melainkan tv yang menontonnya.


TBC


KIRA KIRA APA YANG BAKAL DI LAKUKAN LYSNY YA?

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA😉


__ADS_2