
Beberapa saat setelahnya makanan yang di pesan oleh Velin maupun Jason telah datang.
Saat Velin memakan makanannya hingga setengah barulah Jason meminum pesanannya. Sepanjang mereka makan, tidak ada yang membuka pembicaraan. Jason yang sejak tadi melihat ponselnya membuat Velin kesal, karena Jason mengabaikannya.Ia hendak melakukan sesuatu, tapi belum sempat ia melakukannya, sesuatu terjadi padanya.
Velin langsung berlari menuju toilet dan memuntahkan semuanya. "Uekk....uekkk"
Jason memilih mengabaikannya, sejak kejadian minumannya di taruh obat perangsang.
Dan tiba tiba penglihatan Jason berkurang dan merasa badannya panas. Ia melihat seorang wanita yang menghampirinya. Dan ia beranggapan wanita itu adalah Lysny.
Saat Lysny melihat Jason di bawa oleh seorang pelayan, ia langsung menghampiri mereka.
"Berikan dia padaku" ucap Lysny datar.
"Baik nona" kemudian memberikan Jason pada Lysny.
Lysny membawa Jason untuk ke kamar yang khusus untuknya. Kebetulan sekali Jason berada di hotel milik Willy's Corp.
Sepanjang perjalanan Jason terus memanggil manggil nama Lysny, dan menciumi wajah wanita yang tidak ia tau siapa itu.
"Untuk apa ia memanggil ku?"
***
Setelah memuntahkan semua isi perutnya, Velin kembali ke meja makan mereka tadi. Ia terlihat kebingunan karena tidak mendapati Jason di sana.
"Jason pergi kemana?" gumamnya pelan.
Ia tidak mau ambil pusing dengan mencari Jason. Ia melanjutkan makannya sendiri. Tidak selang lama kemudian ia menelpon seseorang.
"Kemarilah aku kesepian"
"...."
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti"
Tutt!
setelah memutus panggilannya ia memasukkan ponselnya kembali kedalam tas. Sembari makan dan menunggu Velin meminum setengah gelas scott milik Jason. Hingga ia lupa apa yang telah ia campur ke dalam minumannya.
Tidak selang lama orang yang sedang ia tunggu pun datang. "Hai sayang, apa kau merindukanku hingga menyuruhku datang kemari?" Tanyanya sembari menarik kursi untuk duduk kemudian ia mengambil minuman yang ada di hadapannya hingga tandas.
"Iya,aku merindukanmu. Mari kita booking kamar, aku sudah selesai makan" sambil tersenyum dan menatapnya dengan penuh cinta pada pria yang berada di hadapannya ini. "Tolong bayar tagihannya,aku tidak membawa uang tunai"
"Sesuai yang kau inginkan sayang" kemudian mereka membayarnya dan langsung menuju ke kamar yang mereka pesan.
Mereka kini tengah berbaring sambil berpelukan. Tiba tiba Velin merasakan badan nya panas. "Kok badan ku panas ya"
"Iya aku juga. Apa yang ku makan tadi, kenapa bisa seperti ini"
"Sial,aku baru ingat. Tadi yang kita minum itu minuman Jason. Aku mencampur obat perangsang ke dalamnya" sambil melepaskan satu persatu pakaiannya. Begitu juga dengan pria itu.
Dan terjadilah hubungan ranjang di antara keduanya.Dalam kondisi sadar mau pun tidak.
***
"Kemana anak itu.Susah sekali untuk di hubungi" gerutu Della yang sedang kesal, Karna Lysny yang tidak kunjung mengangkat panggilan darinya.
"Mungkin dia sedang ada urusan jadi tidak bisa menjawabnya" kata Jack agar Della tidak khawatir.
"Ya kau benar"
"Sebaiknya kita makan sekarang. Ini sudah malam" Della menyetujui saran Jack dengan menganggukkan kepala.
Mobil dengan warna hitam kilat, berlogo empat cincin terparkir rapi di pinggir jalan. Mereka duduk di tempat yang tidak terlalu rame.
Keduanya memesan menu terlaris di tempat makan ini. Tidak lama setelahnya makanan yang mereka pesan sampai.
__ADS_1
"Kenapa tidak ajak saja aku ke restoran?"
"Kenapa? Apa makanannya tidak enak?"
"Tidak bukan begitu. Hanya saja kau terlihat seperti orang kaya. Biasanya mereka tidak akan mau makan di pinggir jalan begini"
"Tapi tidak dengan aku. Aku tidak mempermasalahkan harganya. Asalkan makanannya enak.Walau itu di pinggir jalan seperti ini"
Ternyata dia orang yang hidup sederhana, walaupun dia orang kaya, batin Della.
"Setelah ini kita mau ke mana? tanya Jack. Dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak untuk orang yang baru saja dia kenal beberapa jam yang lalu.
"Apa pacar mu tidak marah jika melihat kita jalan berdua?" Della tidak mau jika sampai pacar Jack memergoki mereka sedang jalan berdua. Bisa bisa ada perang dunia ke tiga.
Jack tertawa pelan "Tenang saja, aku tidak punya pacar. Bagainama jika kita nonton saja?" usul Jack.
"Tapi ini sudah malam"
"Ayolah,aku akan mengantarmu nanti" Jack dengan wajah memelas memohon kepada Della agar ia mau pergi nonton dengannya. Akhirnya dengan bujukan Jack, Della menyetujuinya. Sebenarnya dalam hati mereka berdua sangat senang.
Beberapa jam yang lalu, Jack memutuskan untuk tidak jadi mengejar Lysny. Ia ingin Della yang menemani hari harinya.
Setelah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota ini,tiba tiba ada seorang gadis dengan lekuk tubuh yang indah bak gitar spanyol. Yang di tutupi dress dengan belahan, menunjukkan kaki indahnya yang jenjang.
"Jack?"
TBC
JANGAN LUPA BUAT LIKE,COMMENT,SHARE DAN LIKE YA💫
BAGI YANG BINGUNG NANTI DI CHAPTER INI BISA BACA DI CHAPTER CHAPTER BERIKUTNYA.MISTERI AKAN DI KUAK.
MAAF JIKA CERITANYA KURANG GREGET🙏
__ADS_1
TIDAK UP SETIAP HARI🙏