My Sugar Daddy : The Seperation

My Sugar Daddy : The Seperation
Bab 57


__ADS_3

30 menit perjalanan menuju rumah utama keluarga Van Xander kini mereka telah tiba di mansion mewah nan megah itu dengan senyuman yang terus mengembang di wajah mereka, kecuali Jason ia masih memikirkan Lysny.


Melihat kedatangan tuannya, para pelayan pun membungkuk memberi hormat kepada majikannya yang selama ini telah memberi gaji mereka dengan jumlah yang tidak sedikit.


"Silahkan masuk tuan" ucap salah satu pelayan dan terus menatap ke arah Jack yang tidak ia tau bahwa itu adalah tuan muda nya.


"Tuan, tuan besar dan yang lainnya sedang menununggu anda tuan"


"Dimana mereka?"


"Diruang tengah tuan" Jason dan yang lainnya pun menuju ke ruangan yang di maksud, terlihat kakek Jullius, Marcus, dan Eve sudah menunggu.


"Kalian sudah kembali?" tanya kakek Jullius sembari menepuk salah satu sofa, memberi tanda supaya mereka duduk.


"Iya kakek"


"Pergi lah ke kamar kalian masing masing dan istirahatlah setelahnya kita bicarakan kembali tentang masalah perusahaan dan juga pendidikan lebih lanjut Jack" mereka mengangguk patuh kemudian berlalu meninggalkan ruang tengah menuju kamar mereka.


Jason sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya, sembari menutup mata. Kemudian perlahan lahan mulai terdengar dengkuran halus,pertanda bahwa Jason sudah berada di alam mimpi.


Mata Jason terbuka dengan perlahan karena merasa ada elusan lembut di pucuk kepalanya, ia menatap tidak percaya apa yang berada di depannya.


"Lysny?" wanita itu hanya tersenyum mendengar Jason memanggilnya.


"Kamu beneran di sini?" Lysny mengangguk pelan.

__ADS_1


Tanpa aba aba, Jason menarik Lysny dalam pelukannya, " Akhirnya kau kembali, kemana saja kau?"


"Aku tidak ke mana mana, aku mohon lepaskan pelukannya aku susah bernafas" alih alih melepaskan pelukannya, Jason malah semakin mengencangkannya.


"Aku tidak mau melepaskannya, nanti kau pergi lagi" Lysny hanya geleng geleng kepala mendengar penuturan Jason.


"Aku tidak akan kemana mana, baiklah aku berjanji"


"Sungguh?" Jason menaikkan salah satu alisnya guna untuk memastikan.


"Sungguh" kemudian Jason melepaskan pelukan nya.


"Sudah aku lepaskan, sekarang temani aku tidur" Lysny mengangguk kemudian berbaring di sebelah Jason.


Tok...Tok....Tok.


Ternyata aku hanya mimpi,HUH!


Jason membuka pintunya kemudian menatap tajam pelayan yang sudah membangunkannya dari mimpi indahnya.


"Ada apa?"


Pelayan yang di tatap tajam itu pun gugup seketika.


"Tu-tuan itu, tuan besar dan yang lainnya sedang menunggu anda untuk makan malam"

__ADS_1


"Katakan pada mereka aku akan segera ke sana" Jason langsung menutup pintunya dengan kencang karena rasa kesal, hingga mengeluarkan suara nyaring,yang mana membuat pelayan itu sontak merasa kaget.


5 menit


10 menit


15 menit


Akhirnya Jason turun dan berkumpul bersama keluarganya di meja makan. "Ada apa kenapa wajah kakak masam begitu?" tanya Jack.


"Tidak ada" jawabnya dengan singkat. Membuat anggota keluarga lainnya menghela nafas pelan.


"Baiklah kita makan dulu, setelahnya baru kita bicara" ujar kakek Jullius.


Menit demi menit pun berlalu, piring yang semulanya terisi makanan kini sudah kosong.


"hmmm.... Jack kakak mu akan mendaftarkan mu di universitas paris, kau akan belajar di sana" Kakek Jullius memecah keheningan.


"Apa itu artinya aku akan loncat kelas?"


"Iya, kau cukup pintar jadi bisa loncat kelas. Jika kau masuk kembali di SMP 3, itu akan memakan banyak waktu" Jack hanya mangut mangut.


"Marcus, apa kamu ingin urus persusahaan lagi? Jika kamu mau kamu bisa ambil posisi Jason sekarang,dia akan ku pindahkan di perusahaan pusat negara lain,jika kamu mau"


"Aku tidak mau Dad, mengurus perusahaan bukan keahlian ku, sekarang aku hanya ingin menikmati masa tua ku"

__ADS_1


TBC


TUNGGU SATU BAB LAGI YA💫


__ADS_2