
"Nona, nona Della ingin menemui anda" sang sekretaris memberitahu kepada Lysny. Semenjak Lysny menjadi CEO ia selalu makan siang dengan Della.
"Berapa kali harus kukatakan langsung saja menyuruhnya untuk masuk keruangan ku!" Lysny menjawab dengan nada tinggi. Karena sudah di beritahu berkali-kali sekretarisnya masih tidak mengingatnya.
"Baiklah nona, maafkan saya atas kesalahan yang saya perbuat" memohon agar diampuni karena telah membuat sang boss marah.
"Hmm" Lysny hanya menjawab singkat. Setelahnya Della masuk ke dalamnya.
"Kau sudah datang? Duduklah" Della sedang membuka bungkusan makanan.
"Apa kau tidak bosan seharian hanya bekerja? Setidaknya carilah kesenangan dengan cara pergi ke club" Lysny jengah mendengarnya pasalnya ia sudah mendengarnya berulang kali.
Lysny hanya diam dan tidak menjawab, mereka makan dalam diam sejenak. Kemudia Lysny bersuara.
"Aku bekerja siang dan malam untuk membuat ayah dan ibuku bangga terutama daddy Jacob yang telah memberikan perusahaan ini padaku"
"Iya aku tau itu" kembali makan "Tapi kau tidak bisa bekerja terus terusan, kau butuh istirahat dan liburan"
"Istirahat? Hari libur itu sudah cukup untukku Del"
"Hari libur ndasmu Lys. Hari libur saja aku sering mendapati mu sedang bekerja di kamar" tidak mau kalah dalam perdebatan.
"Iya,,, iya terserahmu. Aku tidak pernah menang kalau sedang berdebat denganmu, katakan aku harus apa?" Lysny mengalah.
Della sedang berpikir sejenak.
__ADS_1
"Kenapa kau mendadak diam?" Tanyanya sambil melemparkan makanan ke kepala Della.
"Auh..." Della mengeluh. "aku sedang berpikir bodoh" tidak terima di lemparkan makanannya.
"Ya aku tau kau harus..." ucapnya sambil tersenyum licik.
"Jangan aneh-aneh ya. Aku lihat senyummu itu menakutkan sekali, awas saja aneh-aneh, kulempar kau dari gedung ini," ancam Lysny.
"Tega sekali kau, aku ini sahabatmu"
"Bagaimana kalau kau mencari sugar daddy saja" Lysny membelalakan matanya.
"Apa kau gila? Kau menyuruh ku untuk menjual tubuhku Della Anastasia?"
"Tetap saja aku tidak mau, lagi pula untuk apa aku mencari sugar daddy. Aku ini sudah kaya, pemilik Willy's Corp. Kalau saja mereka tidak takut padaku mungkin saja sekarang ini aku sudah memiliki kekasih" menjeda sebentar. "Kalau aku sedang mau aku tinggal cari partner foreplay" jelas Lysny karena itu sering terjadi.
"Apa kau tidak pernah mau lebih dari itu? Aku sudah pernah mencobanya, rasanya nikmat tau" tanya Della penasaran. "Awas saja kau kalau ketagihan"
"Kalau kau tidak mau juga mari buat taruhan" kata Della.
"Taruhan apa?" tanya Lysny penasaran.
"Kau akan tau nanti malam saat kau pulang" kata Della.
***
__ADS_1
Saat mereka sedang bersantai di ruang keluarga.
"Hei taruhan apa? Cepat katakan"
"Kau ini tidak sabaran sekali"
"Makanya cepat katakan"
"Baiklah,,, baiklah" Della mengalah. "Ayo habiskan semua wine ini. Jika kau tidak menghabiskannya atau kau menghabiskannya maka kau kalah. Aku juga sebaliknya, kau mengerti?" Della sengaja melakukannya karena ia tau Lysny tidak pandai minum.
Della memang licik ya
"Kau ini licik sekali, mentang-mentang aku tidak pandai minum. Jika kau kalah kau akan apa?"
"Itu terserah padamu"
Mereka pun memulai tatuhannya, seperti dugaan Della, Lysny lah yang kalah.
"Lys kau ini menyusahkan sekali kalau mabuk" sambil mengantar Lysny ke kamarnya.
"Hehe...aku menang, kau harus menurut pada ku," gumam Della.
TBC
JANGAN LUPA DI LIKE,COMMENT,SHARE DAN VOTE YA 💫
__ADS_1