
mereka berdua berjalan kaki bersama, tapi canggung, diantara mereka malu untuk mengucapkan kata pertama, tak lama dari itu Vino dengan segera berbicara,
"Nera kamu sekolah dimana" ucap Vino,
"aku sekolah di SMA 11 Garuda"
"oh"
lalu Nera melihat ke atas, dia melihat awan yang sangat gelap, tak lama kemudian turun hujan sangat deras, seketika Nera cepat cepat masuk kedalam rumahnya, sementara Nera melihat Vino masih di luar kehujanan,
"Vino ayok masuk saja"
"gak papa Ra aku pulang saja"
"jangan Vin ini hujannya deras sekali nanti kamu masuk angin"
"yaudah"
Vino masuk kedalam rumah Nera dengan badan yang basah karena hujan,
"sini masuk saja, aku ambil in handuk buat kamu"
tangan Nera di pegang oleh Vino,
"gak usah Ra, aku jadi gak enak"
"gak papa Vin, anggap saja aku adik mu" ucap Nera tersenyum, lalu melihat ke arah tangannya yang masih dipegang oleh Vino,
Vino sadar dia langsung melepaskan tangannya,
"maaf Ra"
lalu Nera ke atas untuk mengambil handuk di kamarnya,
sementara Vino melihat sekeliling isi rumah Nera, dia masih ingat sedikit waktu dia merampok rumah ini,
"maaf Nera"
ucap Vino sedih didalam hatinya,
lalu mama Nera melihat ada seorang cowok basah kuyup di ruang tamunya,
"hey siapa kamu" ucap mama Nera,
Vino terkejut,
__ADS_1
"saya.. saya.."
"dia teman aku ma" ucap Nera turun dari tangganya,
"oh teman mu Ra, tapi ini basah lo Ra suruh ganti baju saja, lagian di luar masih hujan deras, takutnya dia nanti masuk angin"
"iya ma ini aku mau menyuruhnya"
"vino ini handuknya kamu ganti baju dulu saja"
"saya merasa gak enak Ra"
"gak papa Vin, ini" ucap Nera sambil memberikan handuk dan pakaian ganti milik papanya,
Vino mengganti baju basahnya di kamar mandi rumah Nera, saat mau ganti, Vino ingat kejadian waktu dia merampok dan memperkosa Nera, dia sangat menyesal kenapa dia tega berbuat seperti itu, sekarang Nera dan mamanya sangat baik sama Vino, Vino pun menangis didalam kamar mandi, hatinya tidak kuat menerima ini,
gak hanya itu saat Vino melihat Nera dari tadi di supermarket begitu ceria dan kelihatan biasa saja, pasti Nera tidak ingin melihat kesedihannya terhadap siapapun, di dalam hati Nera pasti sangat hancur tapi di luar dia bahagia.
Vino keluar dari kamar mandi dan melihat Nera dan orang tuanya sedang makan siang di meja makannya, Nera melihat Vino sudah keluar dari kamar mandi,
"Vino sini, ayo makan bareng sama kita"
Vino mengangguk kepalanya, lalu berjalan menuju meja makannya,
"sebaiknya aku pulang saja te, hujannya kan sudah berhenti"
"eh eh kamu makan dulu sini, Tante buat makanan ini kebanyakan lo, nanti kalau di buang kan mubazir"
"baik Tante" ucap Vino,
Vino duduk di sebelah mama Nera, sementara Nera duduk berhadapan dengan Vino di samping papanya,
Papa Nera melihat Vino dengan tatapan yang tajam, Vino melihat papa Nera dan langsung berpaling mata karena takut tatapan tajam itu, vino takut kalau papa nya curiga kepadanya,
"kamu kenal Nera sejak kapan" ucap papa Nera dingin,
"saya.. kenal.. sejak.." mata Vino melirik ke arah Nera,
Nera mengedip ngedipkan matanya, maksutnya biar dia jangan bilang waktu di lorong itu bersama Ardan,
"waktu aku dan Nera gak sengaja bertemu di taman"
"iya pa waktu aku duduk di taman sendirian, ada vino yang nyamperin aku, terus kita saling kenal" lanjut Nera
"oh begitu" ucap papanya datar,
__ADS_1
*
setelah makan bersama Vino keluar dari rumah Nera dan di ikuti Nera dibelakangnya,
"Nera makasih ya sudah membantuku"
"iya sama-sama Vin"
"sama titip salam buat papa dan mamamu ya"
"baik aku akan bilang"
"oh ya ini baju siapa Ra"
"ini baju papaku"
"besok aku kembalikan ya"
"eh enggak gak usah kamu ambil saja, lagian papa masih punya banyak baju seperti ini"
Nera dan Vino tertawa,
"kembalikan saja" ucap papa Nera dari belakang Nera,
"pa gak usah ini kan papa punya banyak"
"kalau papa suruh kembalikan ya kembalikan" sentak papa Nera,
"iya om aku akan kembalikan besok" ucap Vino ketakutan,
"yasudah"
papa Nera memegang tangan Nera,
"ayo masuk"
Nera ditarik papanya masuk lalu menutup pagarnya, yang didepan masih ada Vino,
Vino sedih, pasti papa Nera takut anaknya dekat dengan laki laki karena kejadian itu takut terulang kembali pada Nera, atau juga papanya curiga dengan Vino, pokoknya Vino tidak boleh sampai identitasnya tahu kepada keluarga Nera, dia tidak mau masuk penjara, dan tidak mau Nera akan membencinya dan takut meninggalkannya.
☄️
Siapa nih tim Vinera atau Nerardan atau juga Neradit ???
jgn lupa lagi untuk selalu like dan Vomment nya 😸
__ADS_1