
lalu perampok itu menarik Nera, dan menyeretnya ke kasur, Nera terberbaring ke kasurnya,
"jangan.. jangan.."
kata Nera sambil mundur mundur, perampok itu mendekati Nera dan membuka topengnya, tapi Nera tidak bisa melihat wajah perampok itu dengan jelas karena didalam sana sangat gelap, Nera berusaha kabur, tapi tangan Nera di pegang erat oleh perampok itu,
"lepaskan aku.."
teriak Nera sampai ke bawah, sementara yang ada di bawah perampok itu tetap memegang erat papa dan mama, salah satu nya merampas harta harta mama dan papa Nera di kamarnya, mamanya mendengar suara teriakan dari Nera, mamanya cuman bisa menangis tersedu sedu,
Kreekk!
baju Nera dirobek perampok itu, Nera bisa menutup dadanya dengan kedua tangannya,
"hentikan..!"
kata Nera berteriak,
__ADS_1
"ssttsstt.."
perampok itu menodong pistol di kepala Nera, seketika Nera terbujur kaku di kasurnya,
"kalau sampai teriak lagi peluru didalamnya akan meleset ke kepalamu"
kata perampok itu kejam.
"jangan... hentikan..."
perampok itu menutup mulut Nera, Nera cuman bisa menangis mengeluarkan air mata yang begitu banyak,
itu yang dirasakan Nera di bawah perutnya, Nera meremas bantal yang ada diatasnya, sambil menahan sakit yang dia rasakan,
"Sudah.. hentikan.. sakit.. aahh"
kata Nera berusaha mendorong perampok itu, tak lama kemudian terdengar suara teriakan dari bawah, sepertinya itu suara perampok yang bersama dengan mama dan papanya,
__ADS_1
"WOI... ayo pergi, kita sudah kaya!!"
mendengar suara itu perampok yang bersama Nera berdiri dan memakai pakaiannya di depan Nera, Nera cuman bisa menutupi badannya dengan selimutnya, setelah selesai memakai pakainya, perampok itu menoleh ke arah Nera, Nera tidak bisa melihat jelas wajah dari perampok itu, tapi dia memakai kalung berwarna merah hitam bergambar tengkorak, perampok itu menyadari Nera melihat kearah kalungnya, dia langsung memasukkan kalung itu kedalam bajunya, dan memakai topengnya kembali, dan berlari meninggalkan Nera, perampok itu berlari menuju ke lantai satu melihat teman temannya sudah membawa uang didalam karung itu,
"lo kok enak banget sama anaknya di atas"
"iya ceweknya cakep banget juga"
"sekarang gantian gue lah"
perampok yang bersama Nera itu mencegah temannya ke atas,
"Lo mau mati apa, sekarang kita cabut, sebelum kita ketahuan!"
semua perampok itu berlari dan keluar, mama Nera lari mencari anaknya yang ada di atas, sementara itu Nera tetap telanjang dengan menutupi badannya dengan selimutnya, Nera menangis tersedu sedu tidak bisa menahan rasa yang dia rasakan ini,
"Sayang!"
__ADS_1
kata mama membuka pintu kamar Nera, lalu mamanya terkejut melihat Nera yang tidak memakai pakaian cuman ditutup oleh selimut, mama Nera nyamperin Nera sambil memeluknya, mereka berdua menangis sambil berpelukan, sementara itu papa Nera melihat dari pintu kamar, istri dan anaknya menangis tersedu sedu, papa Nera sangat menyesal dengan kejadian ini, papa Nera merasa dia sebagai kepala rumah tangga tidak bisa berbuat apa apa, dia tidak berdaya di dalam keluarga ini, Nera anaknya sudah diperkosa dan uang nya sudah habis di ambil oleh perampok itu,