Nera Story

Nera Story
part 21


__ADS_3

Vino balik ke markas persembunyian para perampok, wajah Vino murung karena melihat Nera yang sudah punya pacar itu,


"bro lo kenapa murung kek gitu?" ucap teman Vino,


"gue gak papa kok"


"gak papa gimana sih, muka lo kayak gak bahagia banget"


"nih kita dapat uang banyak setelah kemaren merampok, gue kasih Lo 10 juta nih"


"gue.. gue mau mundur jadi perampok"


"APA?"


semua terkejut mendengar ucapan Vino,


"woy Lo habis kesambet apa Vin?"


"gue memang ingin saja berhenti dari pekerjaaan ini"


"lah terus Lo mau jadi apa setelah ini?"


"gue juga belum tahu"


"hey enak jadi perampok dapat uang terus menerus kayak gini, udah lah lo teruskan pekerjaanmu ini"


"enggak hati gue sudah seratus persen untuk berhenti jadi perampok"


Vino berdiri,


"hey Vin kalau Lo hari ini mau keluar dari sini, berarti Lo gak bisa lagi jadi anggota dari kita semua, Lo yakin?"


"iya gue yakin, udah guys gue balik sampai jumpa"


Vino pun keluar dari markasnya dengan hati yang sangat kuat, dia harus mencari pekerjaan yang halal, dia keluar dari perampok berkat melihat Nera yang terus tetap hidup meski dia kehidupannya sudah hancur karena dia, Vino sebagai laki laki harus mencoba menjadi lebih kuat dibanding Nera yang tetap ceria dan bahagia meski hidupnya sudah seperti debu.


💪🏻💪🏻


2 bulan kemudian


Nera keluar dari rumahnya untuk membuang sampah, Nera terkejut karena ada mobil yang berhenti di depannya, dan turun lah seorang perempuan berambut pirang (Manda),


"permisi apa kamu bernama Nera?" tanya Manda,


"kamu siapa"


"oh ya belum kenalan ya, perkenalkan namaku Manda"


"iya namaku Nera, tapi dari mana bisa kamu tahu namaku"


"jelas aku kenal, karena aku adalah sahabat dari Ardan"


"oohh"


"Ardan sering curhat ke aku tentang masalah masalah yang dia hadapi, dan juga masalah yang pernah kamu alami dengan Ardan"


"memangnya ada perlu apa kamu kesini?"


"jadi begini, Ardan menuyuruh ku buat mengajakmu di pesta dia hari ini"

__ADS_1


"pesta apa? kok mendadak ya"


"pesta ulang tahunnya, dan dia menyuruh ku untuk mengajakmu sekarang buat dandan di rumahnya"


"sekarang?"


"iya, apa kamu bisa?"


Nera masih bingung, apa dia tolak saja tawarannya, tapi kasihan Ardan sudah mengundangku tapi aku tidak hadir dalam pestanya, tapi hati Nera masih sakit karena perbuatan Ardan kepadanya, yang membuat dirinya hancur, dan juga dia sekarang sudah minta maaf, Nera sangat tidak tega,


"tapi kenapa Ardan tidak bilang langsung ke aku?"


nih anak banyak tanya nya


ucap Manda didalam hatinya yang kesal,


"dia lupa tidak mengundangmu, dan baru ingatnya hari ini, terus dia harus bersiap siap untuk pestanya, jadi dia menyuruhku untuk mengajakmu"


"oh.. iya deh aku bisa"


"yaudah kalau gitu"


"iya aku ambil hp dulu di kamar"


"baik aku tunggu disini ya"


Nera pun berlari masuk ke rumahnya, sementara Manda tersenyum bahagia, karena Nera sudah masuk dalam perangkapnya,


Mama Nera melihat putrinya berlari,


"Nera jangan lari lari"


"iya ma aku lagi buru buru"


"aku mau ke pesta nya teman ku ma"


"sama siapa? sama Andi?"


"sama temanku perempuan di luar sekarang anaknya, yaudah ma aku buru buru"


kok mendadak banget


gumam Mama Nera,


Nera pun keluar dari rumah nya,


"sudah nih" ucap Nera,


"oke ayok kita berangkat"


*


beberapa menit kemudian, hari mulai gelap, Nera dan Manda sudah sampai di tujuan, saat Nera turun dari mobil, yang dilihat bukan rumah yang sedang ada acara, tapi rumah ini seperti gudang,


"Manda kamu gak salah ngajak aku?" tanya Nera kebingungan,


"enggak ini benar kok, masuk dulu" ajak Manda,


Mereka berdua masuk ke dalam gudang itu, dan disana sangat gelap tidak ada lampu sama sekali, cuman cahaya dari lampu luar yang masuk dari jendela-jendela kecil didalamnya,

__ADS_1


"Man kamu sebenarnya mau ngajak aku kemana?"


Manda pun mengunci gudang itu,


"sekarang kamu sudah masuk dalam jebakan ku"


"apa maksutmu?"


"duduk dulu" kata Manda sambil mendorong pelan tubuh Nera untuk duduk di kursi,


"maksut kamu apa sih Man?"


lalu tangan Nera di ikat dari belakang beserta kakinya di kursi,


"Manda apa yang kamu lakukan" teriak Nera sambil berusaha melepaskan ikatan,


Manda tidak menjawabnya,


"Man lepas Man, kamu ngapain aku"


setelah selesai mengikat Nera, Manda berdiri di hadapan Nera dengan wajah yang seperti ingin marah,


"Nera dengar ya kamu sebaiknya tinggal di sini sampai aku menikah dengan Ardan"


"maksut kamu apa, lepaskan aku Man"


"aku tidak akan pernah melepaskan mu, karena kamu sudah merebut hati tunaganku"


"tunangan mu? siapa?"


"tunangan ku adalah Ardan"


Nera terkejut ternyata Manda ini adalah tunangan dari Ardan,


"aku tidak pernah merebut siapapun, termasuk juga Ardan"


"apa maksut mu" ucap Manda sambil memegang dagu Nera,


"aku tidak pernah merebut tunangan mu itu"


Manda mendorong wajah Nera kesal,


"apa aku sangat bodoh gitu, aku pernah melihatmu berpelukan dengan Ardan, apa bukti ku kurang kuat?"


"itu semua salah paham"


Manda menarik rambut Nera dari belakang, Nera pun kesakitan,


"aahh sakit" teriak Nera,


"kata mu salah paham, kamu sudah merebut semua dari aku"


"lepaskan dulu sakit" Nera menahan sakit nya,


"ini kamu sudah sakit? sakit mana sama penderitaan ku ini? yang tahu kalau tunangan ku berpelukan dengan wanita lain" ucap Manda marah.


🔥


*tidak kelanjutannya apa ya, benar benar jahat banget tuh si Manda.

__ADS_1


tunggu eps berikutnya!


like like like and vomment🔥❣️*


__ADS_2