
*hai para pembaca yang masih setia, kali ini episodenya panjang banget sampai sekitar 1000 lebih kata, biasanya cuman ratusan, karena episode ini akan lebih menarik dari episode sebelumnya, jadi ini episode spesial, oke lanjut baca ya.😉📚
Perlahan Vino membuka matanya, tapi yang dilihat Vino cahaya terang di depan matanya, lalu Vino mencoba melihat di sekelilingnya,
"Vino kamu sudah sadar" tanya Nera berdiri di sampingnya,
"a-aku ada dimana?"
"kamu ada di rumah sakit, kemaren kamu pingsan saat menolongku, maaf in aku Vin"
Vino memegang tangan Nera,
"itu bukan salahmu Ra"
"ini semua salah ku Vin, gara gara aku terlalu percaya dengan orang yang baru aku kenal, jadinya begini, sekali lagi maaf Vin" Nera mengeluarkan air mata nya karena tidak tega melihat Vino yang sakit karena ulahnya
"hust udah Ra, lagian aku sudah sadar kan, jadi kamu gak usah khawatir dengan ku" kata Vino dengan tersenyum bahagia,
cekrek
suara pintu terbuka, Nera melihat mama nya sedang masuk,
"Vino kamu sudah sadar" tanya mama Nera,
"sudah Tante"
"syukurlah, maaf in Tante Vin, gara gara kamu menolong Nera, jadi kami ikut terluka"
"Tante ini bukan salah kalian, ini memang kewajiban ku menolong Nera sebagai teman, karena kalian sudah pernah menolongku"
Nera yang mendengar ucapan Vino itu tidak tahan, dan berlari pergi meninggalkan mama dan Vino di kamar,
"Nera.. Nera.." panggil Vino,
"sudah tidak papa Vin, paling Nera sangat merasa bersalah"
**
Nera duduk di depan kamar Vino dengan air mata yang terus keluar membuat dirinya tidak tahan dengan kondisi Vino saat ini,
"kenapa semua orang terluka gara gara aku"
gumam Nera sambil mengusap air matanya,
Nera sengaja tidak bilang ke Andi tentang kejadian ini, karena dia tidak ingin Andi jadi khawatir karena nya,
"Nera sayang" panggil mama Nera dengan membawa Vino menaiki kursi roda,
Nera menoleh ke samping,
"kamu dicari sama Vino"
"ada apa Vin?"
"Tante sudah biar aku saja yang mendorong nya"
"tapi kamu masih sakit Vin, biar Tante saja"
"enggak ga papa kok te, ini sudah agak membaik"
"baiklah kalau begitu, Nera mama tinggal dulu ya beli makanan di luar"
"iya ma hati hati"
mama Nera pergi meninggalkan Nera dan Vino untuk membeli makanan,
Vino mendorong kursinya mendekati Nera,
__ADS_1
"kamu kenapa nangis Ra"
"a-aku merasa bersalah Vin"
"Nera kan sudah aku katakan, kamu itu gak salah"
"jelas jelas ini salahku, kamu terluka karena sudah melindungi ku Vin" Nera lagi lagi meneteskan air matanya,
Vino mengusap air mata Nera dengan jarinya,
"udah udah, kalau kamu nangis terus, kamu tambah jelek, yang aku lihat Nera itu cewek yang paling ceria dan juga cantik"
Nera tersenyum kecil,
"makasih Vino"
"iya, udah ya gak usah nangis lagi, kamu sudah lihat aku gak papa kan"
Nera menganggukkan kepalanya.
🌹🌹
2 bulan kemudian, kehamilan Nera mencapai 4 bulan lebih, dan Nera mencoba melihat ke arah cermin, ternyata perut Nera makin membesar, habis ini Nera akan keluar dari sekolah, bukan karena hamil, tapi karena alasan pindah sekolah, karena kalau dia bilang dia hamil, cerita ini akan menyebar di sekolah.
"ma Nera keluar sebentar ya"
"kamu mau kemana sayang"
"aku mau jalan jalan keliling kompleks kok ma"
"kamu di temani Andi atau Papa?"
"aku sendirian saja ma, ga usah khawatir aku cuman jalan jalan di depan doang kok, gak jauh jauh"
"yaudah terserah kamu, tapi kamu hati hati ya jaga anak kamu ini"
"iya ma"
entah mengapa Nera berpikir kalau anaknya tidak akan pernah punya ayah kandung, karena selama ini dia belum menemukan ayah kandung dari anaknya yang sebenarnya, seperti kata Lisa, yang pasti menghamilinya adalah perampok itu, tapi sampai sekarang Nera belum menemukan perampok itu, dan juga tidak ada kabar dari polisi sama sekali.
"sayang maaf mama ya nak, mama belum menemukan papa kandungmu"
gumam Nera sambil mengelus ngelus perutnya,
tak lama kemudian turunlah hujan membuat Nera buru buru berteduh di samping rumah, sedangkan rumahnya agak jauh, dari taman itu, tidak mungkin Nera berlari ke rumahnya takutnya dia demam dan membuat bayinya juga sakit,
"mama di rumah pasti khawatir"
ucap Nera sedih,
Nera berpikir dia itu cuman beban dalam keluarganya, termasuk juga Andi dan Vino, yang asli dia cuman seorang wanita yang cuman menyusahkan semua orang, andai dia tidak hamil seperti ini pasti hidup Nera seperti perempuan remaja sekarang ini bukan seperti dia yang cuman beban kepada semua orang, Anda pasti menerima dia saat ini karena dia cuman kasihan terhadapnya, dan juga Vino pasti ingin berteman dengan Nera karena dia sudah pernah Nera tolong, semua orang jadi susah itu karena nya.
Nera menangis diantara hujan yang turun sangat deras,
"aku gak pantas hidup di dunia, kalau aku tidak ada semua akan baik baik saja, aku cuman beban bagi semua orang termasuk orang tuaku"
Nera berjalan ke arah berlawanan dengan rumahnya entah kenapa Nera tidak mau pulang ke rumahnya, dia menerjang hujan deras, dan dia melihat jembatan yang sangat sepi, dia berjalan ke arahnya, lalu badan Nera menyuruhnya berdiri di atas jembatan itu, dan Nera naik ke atas jembatan dan berdiri di situ sambil melihat ke bawah,
sebelum itu Vino keluar dari toko karena dia sudah mendapat pekerjaan baru nya yaitu menjaga toko bangunan, lumayan gaji Vino perbulan bisa untuk kebutuhan sehari harinya, dia berjalan pergi ke rumahnya, dan tiba tiba hujan deras, Vino buru buru berteduh di halte samping jembatan, dan tak lama kemudian Vino melihat dari kejauhan ada perempuan berjalan di bawah jembatan, sementara ini hujan sangat deras,
"siapa wanita itu"
gumam Vino,
dan terkejutnya Vino melihat wanita itu berdiri di atas jembatan, dia langsung berlari ke arah wanita itu,
Nera melihat ke arah bawah yaitu sungai yang airnya melaju sangat kencang,
__ADS_1
"apa aku akhiri hidupku sekarang"
badan Nera sangat lemas saat itu, dia berdiri spertinya tidak seimbang, dan tiba tiba terdengar teriakan dari bawah,
"HEY KAMU KENAPA, CEPAT TURUN BAHAYA" teriak Vino,
Nera menoleh ke belakang melihat siapa yang meneriakinya, dan betapa terkejutnya Vino melihat Nera berdiri di atas jembatan,
"NERA APA YANG KAMU LAKUKAN" teriak Vino,
"AKU SUDAH TIDAK DIBUTUHKAN LAGI VIN"
"TURUN NERA BAHAYA"
"AKU CUMAN JADI BEBAN BUAT KALIAN SEMUA, HARI INI HARI TERAKHIRKU VIN, SETELAH AKU TIDAK ADA KAMU AKAN HIDUP TENANG"
"ENGGAK NERA KAMU BUKAN BEBAN BUAT KU"
Segera Vino naik ke atas,
"Nera hentikan" ucap Vino sambil memegang tangan Nera,
"kamu kenapa ikut kesini Vin, pergi lah habis ini aku jatuh"
"enggak enggak Ra kamu gak boleh ninggalin aku"
"aku cuman wanita yang sudah tidak dibutuhkan lagi Vin, aku juga bukan wanita yang suci, aku sudah kotor, sangat kotor"
"Nera sudah ayo kita turun"
"enggak Vin aku wanita kotor aku sudah tidak dibutuhkan didunia ini"
"NERA AKU BILANG AYO TURUN" bentak Vino,
Nera terkejut baru kali ini Vino membentaknya,
"AKU HAMIl" teriak Nera,
"apa?"
"iya Vin aku hamil, aku sudah tidak remaja lagi, karena itu aku ingin mengakhiri hidupku, aku hamil itu gara gara seroang perampok yang pernah merampok rumahku, aku diperkosa oleh perampok itu, setelah kejadian itu hidupku hancur sampai saat ini"
jlep
ternyata selama ini Nera hamil, dan itu karena perampok berarti anak yang ada didalam kandungan Nera juga anak dari Vino, ya tuhan Vino sangat merasa bersalah,
"sebaiknya kamu turun dulu Ra"
"enggak Vin aku mau mati sekarang" Nera mencoba melepaskan tangan Vino yang terus memegangnya,
tak berpikir panjang Vino memeluk erat tubuh Nera,
"Nera bagiku kamu bukan jadi beban, tapi aku benar benar mencintaimu Ra, aku gak bisa hidup tanpa mu, jadi tolong kamu jangan mencoba bunuh diri disini, aku cinta kamu Ra"
Nera yang mendengar ucapan Vino barusan membuatnya sangat bersedih, ternyata Vino mencintainya tapi Nera masih tetap mencintai Andi, karena Andi sudah berjanji kalau dia akan bersamanya meski anaknya sudah terlahir,
Nera melepaskan pelukannya,
"Vino maaf aku masih mencintai Andi"
"iya aku mengerti, tapi sekarang ayo kita turun ini hujannya sangat deras nanti kamu demam, dan apa kamu gak kasihan dengan anakmu ini, dia juga pasti merasakan ibunya yang sedang sedih, apa kamu tega membunuh dirimu sendiri dan juga anak yang tidak bersalah ini, tolong Nera"
Nera berpikir benar kata Vino kenapa dia ingin membunuh diri sendiri, sementara anaknya juga belum lahir di dunia ini, Nera bodoh, ibu macam apa yang tega membunuh anaknya sendiri, lalu Nera mengangguk kan kepalnya dan mereka berdua turun dari jembatan.
🥀
*panjang ya guys, maaf ya kalau kalian bosan.
__ADS_1
mau lanjut gak?
jangan lupa tinggalkan like dan Comment, gratis loh gak bayar, kali ini saya akan balas semua komentar di sini, jadi menurut kalian gimana ceritanya, dan beri pendapatnya buat saya makasih😉❣️