
"Vino aku titip bayar ke kasir ya"
ucap Nera sambil memberi uang nya ke Vino,
"biar aku saja yang bayar Ra"
"tapi aku gak enak sama kamu Vin"
"sudah gak papa, sekali kali aku nraktir bumil"
Nera tersenyum,
"makasih Vin"
setelah membayar Vino dan Nera keluar dari warung mie ayam tersebut, dan Nera terkejut melihat Andi berdiri didepannya,
"loh Andi kenapa kamu disini? bukannya kamu masih ada bimbel ya disekolah"
"kenapa Ra? kaget kamu kalau aku tiba tiba datang" kata Andi,
"e-enggak bukan gitu Ndi, maksut aku-"
ucapan Nera berhenti setelah Andi langsung menarik tangan Nera, dan menatap Vino tajam,
"makasih sudah nganterin Nera" ucap Andi ke Vino, dijawab Vino mengangguk pelan, lalu Andi menarik tangan Nera untuk pergi,
Nera secepatnya melepas cengkraman dari Andi,
"Andi bentar, aku mau ngomong dulu sama Vino"
Andi menoleh ke arah Nera,
"mau ngomong apa lagi Ra, sudah cukup sama Vino, aku cemburu melihatmu berduaan dengan dia"
"bukan begitu Ndi-"
__ADS_1
"udah lah Ra, yang penting kamu harus pulang sekarang, kamu hamil muda dan gak boleh kecapekan, mending pulang sama aku naik mobil, dari pada sama Vino yang harus nunggu taxi lewat dan-"
"aku sama Vino gak ada hubungan apa pun Ndi, dia sudah nolong aku tadi, aku harus ucapkan terima kasih dulu ke dia, kenapa kamu berubah jadi sensitif begini sih, Andi yang aku kenal bukan seperti ini sekarang"
sahut Nera kesal dengan sifat Andi sekarang, kenapa dia menjadi galak seperti ini, dari dulu Andi yang Nera kenal bukan orang yang suka marah,
"tadi aku kan sudah bilang terima kasih ke Vino"
"itu kamu, kalau aku belum Ndi"
Nera pergi meninggalkan Andi dan memanggil Vino yang belum jauh berjalan di hadapannya,
"Vino tunggu" teriak Nera,
sontak Vino menoleh,
"Vino aku mau pulang sama kamu" ucap Nera,
seketika Vino membulatkan matanya,
"aku gak mau sama dia, sekarang Andi sifatnya begitu, dia tadi narik tanganku keras" ucap Nera cemberut,
"Nera pulang sama aku" ucap Andi ke telinga Nera, langsung Nera terkejut,
"kali ini aku mau pulang sama Vino dulu Ndi"
"kau pacar aku, aku sudah cari cari kamu tadi, dan ternyata kamu pulang nya sama cowok lain"
"kalau sifat mu gak berubah seperti tadi aku mau pulang sama kamu"
"oke aku minta maaf, sekarang kamu pulang sama aku ya" ucap Andi lembut tapi menarik tangan Nera,
"aku gak mau" Nera berusaha menarik tangannya yang ditarik Andi,
"Andi tolong, kalau Nera gak mau sama kamu, biar aku saja yang ngantar dia pulang" sahut Vino,
__ADS_1
"hey kamu gak usah ikut campur ya, Nera pacar ku, dan Lo bukan siapa siapanya Nera, Lo gak berhak nganterin dia pulang kalau masih ada aku"
Nera geram mendengar ucapan Andi tadi, dia melepaskan tangannya dan memukul pipi Andi,
"Andi jaga bicara mu" ucap Nera marah,
"Nera kenapa mukul aku"
"kamu jangan asal bicara, Vino dari dulu sudah menolong ku, dia teman aku yang paling baik, kalau dari dulu dia gak ada, aku sudah tiada Ndi, aku mau dibunuh sama Manda, tapi ada Vino yang menolongku, aku mau bunuh diri, tapi ada Vino yang menolongku lagi, dan ini kamu gak bisa nganterin aku ke rumah sakit, Vino yang bantuin aku, dan kamu malah bilang kalau dia bukan siapa siapaku"
"Apa, kamu mau dibunuh, kamu mau bunuh diri juga, kapan itu Ra, kenapa aku tidak di beri tahu"
"iya memang semua itu benar, masalah yang aku hadapi semua ini, Vino yang selalu ada buat aku, tapi meski kamu udah menolongku Ndi, tapi gak bisa sebanding dengan pertolongan Vino ke aku selama ini"
"Nera" ucap Andi,
"kali ini aku akan pulang bersama Vino dan kamu Ndi kalau kamu masih cinta denganku, turuti perintah ku ini"
Andi merasa bersalah dengan ucapannya yang membuat Nera sangat marah terhadapnya,
"ayo Vin kita pulang" ucap Nera pergi,
"gue pulang dulu ya, cuman nganterin Nera dan gak ada niatan apapun" bisik Vino ke Andi, lalu pergi bersama Nera,
Andi mengepal ke dua tangannya sambil melihat mereka berdua berjalan menjauh,
"Vino, semenjak ada Vino, Nera berubah, awas lo Vin"
gumam Andi.
🥀
**Andi kenapa kamu berubah jadi pemarah sih, kamu cuman salah paham😓
👍🏻💬**
__ADS_1